Ya, keliatannya memang banyak beasiswa kita yang sia-sia. Entah di mana letak kesalahannya. Yang jelas, beasiswa macam itu seharusnya bukan cuma bawa pulang disiplin ilmu nuklir, tapi juga "keajaiban" reaktor nuklir di Jepang yang akrab dengan gempa.
Boleh jadi dia pakar ilmu nuklir. Sedangkan yang kita butuhkan jelas lebih dari sekedar ilmu kelas / lab, tapi juga penerapan ilmunya di lapangan. Begitu juga dengan semua disiplin ilmu, supaya ijasahnya bukan sekedar tanda kepriyayian baru. Cuma prestise tanpa prestasi. Kalimantan mungkin ideal dari sisi kurangnya gempa. Tapi, sementara ini, penduduk Indonesia pada tumplek di Jawa. Akibatnya, kebutuhan listrik di sana membengkak. Apalagi berulangkali terbukti listrik Jawa-Bali-Madura, putus total seharian. Pertanyaannya sekarang bukan lagi kenapa rakyat & perek- onomian tumplek di Jawa, tapi ada nggak ide lain dalam skala nasional untuk mengatasi krisis yang sekarang menghadang. From: "Suryana" <[EMAIL PROTECTED]> : Aku jadi ingat di tahun 90-an, ada seorang kampiun Nuklir jebolan : Jepun dan karena si doi di bea siswa kan dari Indonesia akhirnya : balik ke Indonesia dan kerja di Batan, di sini terus ribut dan ribet : karena Indonesia akan membuat PLTN di pulau Jawa, dan menurut : kampiun per Nukliran tsb pulau Jawa sangat tidak cocok untuk : mendirikan PLTN, akhirnya si doi statusnya masih pekerja/peneliti : dengan tanpa bangku dan meja..........entah sekarang si doi ada : dimana, yang jelas si doi lulus per nukliran dg nilai suma cumlaude : dan 'kayaknya' ditarik oleh Jepun.....entahlah. : : sur. ( Kalimantan cocok tuh buat bikin PLTN. ) : ----- Original Message ----- : From: "dipo" <[EMAIL PROTECTED]> : : > : > "Bom nuklir itu buat perang. Tapi nuklir juga banyak manfaatnya; : > untuk rontgent, pertanian, bla bla dst." kata biduanita Dewi Yull : > merdu ke pelawak Gogon; yang sepertinya lagi demo listrik mahal : > tapi byar-pet lantaran banyak instansi & pabrik nunggak rekening. : > : > Setelah beberapa pegawai necis ikut menjelaskan manfaat nuklir, : > akhirnya Gogon yang kepalanya mirip kubah reaktor itu melucu ke : > penonton, "Listrik nuklir, tak perlu khawatir!" : > : > Begitu kira-kira gambaran iklan yang temanya memang lain dari : > iklan yang lain, dan sepertinya baru ada di TVRI. : > : > Ada komentar? : > (soal nuklir di negeri bencana, bukan soal Dewi Yull apalagi : > Gogon). : : __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
