http://www.indomedia.com/bpost/092006/25/depan/utama1.htm

Provokator Maumere Ditangkap

Jakarta, BPost
Sejumlah tokoh lintas agama yang tergabung dalam Forum Pembela Umat Beragama 
meminta warga bersikap dewasa dan tidak terpengaruh oleh pihak-pihak yang 
memanfaatkan eksekusi Tibo cs untuk membuat keributan.

Forum dari berbagai agama dan suku di Indonesia itu meminta umat beragama 
bersikap dewasa dan menghormati keputusan pengadilan. Forum melihat ada 
indikasi timbulnya gerakan yang sengaja ingin memecah belah antaragama dan 
suku. 

"Keputusan hukuman mati terhadap Tibo cs tidak ada sangkut pautnya dengan agama 
dan suku bangsa. Hukuman itu diberikan atas perbuatan pidana yang dilakukan 
Tibo cs," kata I Nyoman Feri, koordinator Forum Pembela Umat Beragama kepada 
pers, di Jakarta, Minggu (24/9).

Dikatakan Feri, eksekusi terhadap Tibo, Dominggus da Silva dan Marinus Riwu 
adalah keputusan pengadilan yang sudah melalui proses hukum. 

Hal serupa dikatakan Ketua Umum Sinode Gereja Kristen Sulawesi Tengah (GKST), 
Pendeta Renaldy Damanik, Ia mengimbau seluruh umat Kristiani menghindarkan diri 
melakukan tindakan anarkis.

"Apa yang saya sampaikan ini merupakan pesan langsung dari Tibo (Fabianus Tibo) 
sebelum dirinya bersama Marinus dan Dominggus menjalani eksekusi mati," kata 
Renaldy di Palu, kemarin.

Menurut dia, permintaan Tibo semasa masih hidup menginginkan umat Kristiani 
tidak terjebak tindakan-tindakan yang dapat merugikan diri sendiri atau orang 
lain.

"Kita turut berduka atas tragedi kemanusiaan itu, namun tidak perlu kita balas 
dengan tindakan anarkis," kata Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung 
Kupang, Peter Julius Bere SVD, menegaskan.

Ditangkap

Di lapangan, Polres Sikka telah menangkap tiga aktivis Persatuan Mahasiswa 
Katolik Indonesia (PMKRI) cabang Kupang. Ketiganya ditangkap karena diduga kuat 
sebagai aktor intelektual di balik kerusuhan Maumere, Jumat (22/9) lalu.

Ketiga aktivis, Aditya dah Yon, dan seorang wanita bernama Mira ditangkap 
berdasarkan rekaman video dan foto-foto yang diambil pihak kepolisian. "Sesuai 
hasil rekaman ketiganya memprovokasi massa melakukan pembakaran fasilitas 
umum," kata Kapolres Sikka Ajun Komisaris Besar (AKB) Endang Syafruddin, di 
Maumere, Minggu.

Menurutnya, Endang, Mira dan Yon sesuai rekaman video, terlihat berteriak 
"bakar...bakar..." ketika massa mendekati kantor Polres Sikka dan bangunan 
pasar. Namun aksi mereka berhasil dicegah aparat. Sementara Aditya juga 
memprovokasi massa agar membakar gedung DPRD Kabupaten Sikka.

Selain itu, Polres Belu juga menangkap seorang pria pelaku kerusuhan Atambua, 
namun identitasnya masih dirahasiakan. Amuk massa di Kabupaten Belu telah 
membawa kerugian Rp4 miliar lebih. 

Kapolda NTT Brigjen RB Sadarum menegaskan, pihaknya belum menemukan adanya 
penyusup di Maumere terkait perusakan gedung DPRD Sikka, gedung Kejari Maumere 
dan pembakaran gedung Pengadilan Negeri Maumere.

Hingga kemarin, di Sikka, Maumere, Belu dan Atambua masih diberlakukan jam 
malam. Hal ini guna mengantisipasi munculnya tindakan anarkis warga. "Bila 
keadaan sudah benar-benar kondusif, jam malam akan segera dicabut," kata 
jurubicara Polda NTT Komisaris Marten Raja.

Situasi Kota Maumere sendiri dalam keadaan normal setelah jenazah Dominggus Da 
Silva tiba di kampung halamannya dari Palu, Sulteng, Minggu siang. Jenazah 
Dominggus da Silva kemarin langsung dimakamkan di pemakaman keluarga Waidoko.

Kedatangan jaenazah Dominggus da Silva sekitar pukul 12.30 disambut histeris 
ribuan warga Maumere, Flores. Hadir pula anggota keluarga dan sejumlah pejabat 
Pemda Maumere.

Dari Morowali, Sulteng, jenazah Fabianus Tibo dimakamkan di Desa Jamur Jaya, 
Kecamatan Beteleme Tua, sekitar 500 kilometer dari Palu. Sedangkan jenazah 
Marinus dimakamkan di Desa Morales, Kecamatan Petasia, sekitar 25 kilometer 
dari Beteleme. 

Pihak keluarga Tibo maupun Marinus menolak bantuan uang duka Rp5 juta yang 
diberikan Bupati Poso, Piet Inkiriwang melalui Asisten III R Kandolia. Mereka 
mengaku kecewa Pemkab Poso tidak melakukan upaya apa-apa membela kedua almarhum 
dan bahkan mendorong percepatan eksekusi.

Selain menolak bantuan uang duka, keluarga dan gereja juga mengganti seluruh 
pakaian dan peti jenazah yang diberikan pemerintah kepada kedua almarhum sesuai 
amanat mereka sebelum dieksekusi.

Pastor Jemmy Tumbelaka mengaku terharu. Pemakaman Fabianus Tibo tak hanya 
dihadiri umat Kristiani, tapi juga sejumlah tokoh dan umat lintas agama dari 
beberapa kecamatan di Kabupaten Poso dan Morowali. Dia justru menyesalkan tidak 
ada satu pun pimpinan Polri, TNI, dan Kejaksaan yang hadir.

Kejari Dibakar

Sementara itu, meski eksekusi dua hari berlalu, tensi di Tentena masih panas. 
Sekelompok orang tak dikenal membakar kantor Perwakilan Kejaksaan Negeri Poso 
di Tentena dan lima buah kios di Desa Tangkura, Poso, Sulteng, Sabtu malam.

Wakapolda Sulteng Komisaris Besar I Nyoman Sindra mengatakan, pihaknya masih 
menyelidiki pelaku pembakaran. "Di kantor kejari ditemukan satu botol aqua 
berisi minyak tanah," katanya. PK/ira/kcm/dtc/mi/ant


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke