Originally Posted by Pdt. Wolter Assa
Sejumlah aktivis dari berbagai elemen masyarakat mengikuti doa renungan untuk
perdamaian, di Tugu Proklamasi, Jakarta, Kamis (21/9) malam. Secara khusus
mereka juga melakukan renungan untuk Fabianus Tibo, Dominggus Da Silva, dan
Marianus Riwu yang dieksekusi mati Jumat (22/9) dinihari.
JAKARTA - Pemerintah akan diajukan ke Mahkamah Kejahatan Internasional terkait
keputusan mengeksekusi Fabianus Tibo, Marinus Riwu dan Dominggus da Silva,
Jumat (22/9) dini hari, di sebuah tempat di pinggir Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Pasalnya, pemerintah telah sewenang-wenang memperlakukan warga negaranya dengan
menghukum atas dasar pengadilan sesat, kendati sudah diingatkan oleh berbagai
pihak baik dalam maupun luar negeri untuk mengkaji kembali pengadilan tersebut.
Hal itu dikatakan Chris Siner Keytimu dari Forum Solidaritas Warga Papua,
Maluku, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah di
Jakarta, Jumat (22/9) pagi. Forum ini, kata Keytimu, bersama Padma Indonesia
akan melaporkan pemerintah ke Mahkamah Kejahatan Internasional. Sebelumnya,
forum ini melalui Mochtar Pakpahan telah melaporkan pemerintah ke Komisi HAM
PBB terkait pengadilan yang dianggap sesat terhadap Tibo Cs.
Menurut Keytimu, keputusan pemerintah mengeksekusi Tibo Cs telah mengoyak rasa
nasionalisme, NKRI, penghormatan kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD)
1945, akibat kesewenangan pemerintah terhadap orang kecil dan kelompok-kelompok
masyarakat yang selama ini terpencil. "Jadi langkah kami pasca eksekusi ini
adalah melaporkan pemerintah ke Mahkamah Kejahatan Internasional. Kita tak mau
kesewenang-wenangan ini berlaku terus di rezim yang menutup mata dari berbagai
seruan tentang pengadilan sesat," katanya.
Solidaritas Eksponen Aktivis Pergerakan untuk Keadilan Tibo Cs, juga akan
melaporkan pemerintah Indonesia ke Mahkamah Kejahatan Internasional. "Hari ini
kita mengadakan pertemuan lagi untuk membahas rencana melaporkan pemerintah ke
Mahkamah Kejahatan Internasional terkait tindakan eksekusi mati itu," kata
anggota Solidaritas Eksponen Aktivis Pergerakan untuk Keadilan Tibo Cs, yang
juga sebagai kuasa hukum Tibo Cs, Petrus Selestinus SH kepada Pembaruan, Jumat
(22/9).
Melindungi Penjahat
Petrus menegaskan, pemerintah mengeksekusi mati tiga orang tersebut benar-benar
untuk melindungi kejahatan dan penjahat yang sebenarnya. Padahal, kata dia,
kalau pemerintah ingin kasus Poso yang masih terjadi sampai sekarang terungkap
tuntas, maka tiga terpidana tersebut, harus dijadikan saksi dan justru harus
dilindungi.
Pada Jumat (18/8) lalu, sejumlah aktivis Solidaritas Eksponen Aktivis
Pergerakan untuk Keadilan Tibo Cs, mengeluarkan pernyataan sikap, yang intinya
menolak tiga orang tersebut dieksekusi. Para aktivis itu antara lain, Ridwan
Saidi dari Indonesia Berhimpun, Christ Siner Key Timu dari Pusat Kajian dan
Edukasi Masyarakat (Pakem), Fadjroel Rahman dari Pedoman Indonesia, Iryanto
Djou dari Padma Indonesia, Ketua Asosiasi Pondok Pesantren M Zaim Ahmad
Ma'shoem dan Amin Aryoso dari Yayasan Kepala Bangsaku.
"Kita minta, sebelum pemerintah menjelaskan mengapa kasus kerusuhan Poso terus
berlangsung hingga sekarang, maka Tibo dan kawan-kawan tidak boleh dieksekusi.
Kalau tetap dieksekusi, maka kami akan melaporkan Pemerintah Indonesia ke
Mahkamah Kejahatan Internasional," kata Ridwan Saidi.
Beberapa seruan mereka waktu itu, antara lain; Pertama, pemerintah tidak dapat
melakukan eksekusi mati terhadap Tibo Cs sebelum pemerintah memberikan
pertanggungjawaban politik terhadap peristiwa Poso yang sudah berlangsung sejak
tahun 2000. Pertanggungjawaban politik ini penting karena selama ini pihak
pemerintah memberi kesan bahwa ini peristiwa kriminal biasa yang berlatar
belakang konflik agama.
Kedua, para aktivis tersebut meragukan kebenaran pandangan bahwa kasus yang
menimpa tiga terpidana mati tersebut merupakan peristiwa kriminal biasa yang
berlatar belakang konflik agama. Keraguan itu ada karena titik-titik konflik
selalu menyebar di kawas-an terpencil yang sering kali mengandung kekayaan alam
BERGEMBIRA DALAM PENGANIAYAAN
"Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu
difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu
besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."
(Matius 5:11-12)
Kita baru saja mendengar berita yang sangat menyedihkan sekaligus sangat
mengejutkan bahwa telah terjadi kerusuhan lagi di Sulawesi. Pasalnya ada tiga
orang umat Katolik yang dihukum mati oleh pemerintah Indonesia. Beberapa orang
mengangap hukuman ini tidak adil karena adanya paksaan-paksaan dari pihak
mayoritas, tetapi sebenarnya apapun yang terjadi, seburuk apapun keadaannya,
walaupun sangat sulit, Firman Tuhan di dalam Alkitab mengajarkan orang-orang
percaya untuk selalu tunduk kepada pemerintah yang berkuasa (Roma 13:1-2, Titus
3:1, Mazmur 75:7-8, Daniel 4:17b, 25b, 32b, Daniel 5:21b).
Kitab Roma 13:1-2 berkata demikian:
"Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak
ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang
ada, ditetapkan oleh Allah. Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia
melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman
atas dirinya."
Bahkan lebih dari itu orang-orang yang percaya diperintahkan untuk selalu
bersikap dengan sangat-sangat bersabar dan sama sekali tidak boleh melakukan
balas dendam untuk alasan apapun. Tentu saja kita harus menjaga supaya hal-hal
yang buruk tidak terulang kembali tetapi kita tidak boleh memiliki
pikiran-pikiran yang jahat terhadap sesama kita manusia. Walaupun keadaan
kelihatannya sudah sangat buruk sekali sebenarnya Tuhan selalu berada di atas
kendali, Tuhan mengetahui segala penderitaan kita, seekor semut yang
merangkakpun diketahui oleh Tuhan. Tuhan tidak pernah melepaskan kendali-Nya
dari seluruh alam semesta yang diciptakan dan dipelihara oleh Firman-Nya.
Kalau Tuhan memperbolehkan sesuatu yang buruk untuk terjadi kepada umat-Nya
Tuhan pasti memiliki alasan yang baik dibalik hal tersebut, dan walaupun sulit
kita hanya harus mencari hikmat-Nya saja. Dalam kitab Roma 12:19-21 Tuhan
berfirman demikian:
"Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri menuntut pembalasan,
tetapi berilah tempat kepada murka Allah, sebab ada tertulis: Pembalasan itu
adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. Tetapi, jika
seterumu lapar, berilah dia makan; jika ia haus, berilah dia minum! Dengan
berbuat demikian kamu menumpukkan bara api di atas kepalanya. Janganlah kamu
kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!"
Dan kitab Ibrani 10:30 menambahkan demikian:
"Sebab kita mengenal Dia yang berkata: "Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang
akan menuntut pembalasan." Dan lagi: "Tuhan akan menghakimi umat-Nya."
Saudaraku yang terkasih, kita harus sangat berhati-hati mengenai hal ini, pihak
mayoritas selalu sangat siap untuk berperang secara fisik (Mazmur 120:5-6)
mereka hanya menunggu alasan untuk melakukannya. Tetapi orang-orang yang
percaya tidak pernah diperintahkan untuk berbuat demikian karena kerajaan Tuhan
Yesus Kristus adalah bukan kerajaan di dunia ini melainkan suatu kerajaan
rohani. Ketika Tuhan Yesus dengan tidak adil dihukum untuk pergi ke kayu salib,
dalam kitab Yohanes 18:36 Ia berkata demikian:
"Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia
ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada
orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini."
Itulah sebabnya dalam kitab Efesus 6:11-12 kita membaca demikian:
"Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah [= pedang Roh = Firman Tuhan],
supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; karena perjuangan kita
bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah,
melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini,
melawan roh-roh jahat di udara [yaitu roh Iblis]."
Pada kenyataannya umat Kristen dipanggil untuk menderita karena Kebenaran, dan
bukan menderita karena melakukan kejahatan. Kitab 1 Petrus 4:12-16 menasihatkan
kepada kita demikian:
"Saudara-saudara yang kekasih, janganlah kamu heran akan nyala api siksaan yang
datang kepadamu sebagai ujian, seolah-olah ada sesuatu yang luar biasa terjadi
atas kamu. Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat
dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita
pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya. Berbahagialah kamu, jika kamu dinista
karena nama Kristus, sebab Roh kemuliaan, yaitu Roh Allah ada padamu. Janganlah
ada di antara kamu yang harus menderita sebagai pembunuh atau pencuri atau
penjahat, atau pengacau. Tetapi, jika ia menderita sebagai orang Kristen, maka
janganlah ia malu, melainkan hendaklah ia memuliakan Allah dalam nama Kristus
itu."
Bagaimanapun juga kita harus mencontoh kehidupan "Raja dari segala raja" yang
kita ikuti, Tuhan Yesus berkata dalam kitab Yohanes 15:20 demikian:
"Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih
tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan
menganiaya kamu .... "
Tetapi Yesus juga menyatakan kata-kata yang menenangkan dalam kitab Yohanes
16:33 demikian:
"Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam
Aku. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku
telah mengalahkan dunia."
Dan Tuhan juga berjanji bahwa Ia akan mengirim "Penghibur", yaitu Roh Kudus
(Roh Kristus) yang mengingatkan kepada kita segala sesuatu tentang Firman-Nya
yang suci. Yesus berkata dalam kitab Yohanes 14:26 demikian:
"tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku,
Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu
akan semua yang telah Kukatakan kepadamu."
Dalam kata lain, orang-orang yang percaya akan bersukacita di dalam penderitaan
dan penganiayaan karena "besarlah upah" yang kita terima di Surga (Matius
5:11-12). Bila kita sama sekali belum pernah mengalami penganiayaan baik itu
secara rohani ataupun secara jasmani, itu berarti kita masih mengikuti arus
dari dunia ini. --Umat Kristen yang sejati selalu berada di dalam
penganiayaan--.
Dan ingatlah kitab 2 Korintus 5:7-8 menerangkan kepada kita demikian:
"--sebab hidup kami ini adalah hidup karena percaya, bukan karena melihat--
tetapi hati kami tabah, dan terlebih suka kami beralih dari tubuh ini untuk
menetap pada Tuhan."
Dan kitab Wahyu 14:12-13 menyatakan demikian:
"Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah
Allah dan iman kepada Yesus. Dan aku mendengar suara dari sorga berkata:
Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang
ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah
mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka."
Kehidupan dari mereka-mereka yang telah dilahirkan kembali dari atas memiliki
karakteristik untuk patuh dan gentar terhadap Kitab Suci, dan mempunyai
keinginan yang sungguh-sungguh untuk memberitakan Injil Damai Sejahtera kepada
orang-orang yang lain. Kita sama sekali tidak menginginkan satu orangpun untuk
pergi ke Neraka yang kekal tetapi kita mengharapkan keselamatan sesama kita
manusia, --inilah perbedaan antara ajaran kasih Kristus dengan ajaran
Muhammad--. Ungkapan Neraka sama sekali tidak boleh keluar sebagai sumpah
serapah yang kita ucapkan untuk orang yang lain. Dan ini adalah definisi dari
ungkapan "kasihilah musuhmu" karena sebenarnya musuh kita adalah semua
orang-orang yang tidak percaya.
Kitab Lukas 6:35 bersaksi kepada kita demikian:
"Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan
dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi
anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak
tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat."
Kemudian marilah kita melihat pada kitab 1 Petrus 1:6-8 yang menyatakan bahwa
Tuhan juga menggunakan dukacita dan pencobaan untuk membentuk anak-anak-Nya,
dalam ayat itu kita membaca demikian:
"Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus
berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan [ujian]. Maksud semuanya itu ialah
untuk membuktikan kemurnian imanmu -- yang jauh lebih tinggi nilainya dari pada
emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api -- sehingga kamu memperoleh
puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari Yesus Kristus menyatakan
diri-Nya [yaitu hari kiamat]. Sekalipun kamu belum pernah melihat Dia, namun
kamu mengasihi-Nya. Kamu percaya kepada Dia, sekalipun kamu sekarang tidak
melihat-Nya. Kamu bergembira karena sukacita yang mulia dan yang tidak
terkatakan"
Dalam kitab Mazmur 105:19 kita juga membaca tentang Yusuf yang diuji, atau
dimurnikan oleh Firman Tuhan, disitu kita membaca demikian:
"diutus-Nyalah seorang mendahului mereka: Yusuf, yang dijual menjadi budak.
Mereka mengimpit kakinya dengan belenggu, lehernya masuk ke dalam besi, sampai
saat firman-Nya sudah genap, dan janji TUHAN membenarkannya."
Dan yang terakhir, Alkitab menyatakan bahwa umat Kristen akan bersukacita
ditengah-tengah berbagai-bagai ujian, dalam kitab Yakobus 1:2-3 kita membaca
demikian:
"Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke
dalam berbagai-bagai pencobaan [ujian], sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap
imanmu itu menghasilkan ketekunan."
"Let the word of Christ dwell in you richly in all wisdom; teaching and
admonishing one another in psalms and hymns and spiritual songs, singing with
grace in your hearts to the Lord" (Colossians 3:16)
Mohon maaf, nama saya Sembah Sujud, karena saya memang suka menyembah
dan bersujud.
Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni
dosamu"
Markus 1:4
---------------------------------
Want to be your own boss? Learn how on Yahoo! Small Business.
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/