http://www.indomedia.com/bpost/092006/29/nusantara/nusa2.htm
Si Kanibal Masuk Pesantren Kaum Ibu Khawatirkan Balitanya KEPALA Desa (Kades) Pelumutan, Kabupaten Purbalingga, Cipto Yuwono sudah menandatangani surat pernyataan bermaterai berisi penyerahan 'si pemakan mayat manusia' Sumanto (34) ke pesantren sekaligus wisma rehabilitasi mental yang akan menampungnya. Meski penyerahan telah dilaksanakan, realisasinya masih menunggu hingga Suman bebas dari tahanan. "Surat pernyataan yang berisi kepala desa mengetahui bahwa Sumanto diserahkan sepenuhnya ke pesantren setelah keluar dari tahanan, sudah saya tandatangani pagi tadi (kemarin). Sehingga sudah dipastikan setelah bebas nanti Suman (panggilan akrab Sumanto) tidak pulang ke desa asalnya, tetapi ke pesantren," kata Cipto Yuwono. Menurut dia, kehadiran lelaki yang doyan memakan daging mayat manusia di desa kelahirannya itu, memang sempat ditolak warga, terutama kaum ibu yang memiliki anak usia balita. Pasalnya, sebelum masuk tahanan Suman sering bilang kalau daging anak kecil enak dan lezat. Warga pun khawatir anak-anak mereka menjadi sasaran Suman. "Sekarang warga sudah menerima kepulangan Suman ke kampung halamannya. Bahkan sebagian warga yang sebelumnya menolak kini sudah legowo menerima. Mereka juga merasa lega karena sudah ada pihak yang peduli dengan kondisi Suman," katanya. Ia mengatakan, selain mendapat pengobatan spiritual dari tabib yang akan menangani kejiwaan Suman di pesantren Bungkanel, Kecamatan Karanganyar, Purbalingga, pemakan mayat Mbok Rinah itu juga akan mendapat bimbingan rohani agar kondisi mental dan psikisnya kembali normal. Ia menambahkan, setelah dinyatakan bebas dari masa tahanan pada 25 Oktober 2006, Suman akan langsung diantarkan ke wisma rehabilitasi mental oleh petugas dari kepolisian dan Dinas Sosial setempat. Sekretaris Desa Pelumutan Sutarto menuturkan, bagaimana pun Sumanto lahir dan besar di desa ini. Jangan hanya karena perbuatannya yang tidak umum dan wajar itu, kemudian dia dilarang pulang dan menjauh dari Purbalingga. "Kalau tidak boleh pulang ke rumahnya, terus Suman harus pulang ke mana? Padahal rumah dan keluarganya ada di Desa Pelumutan, masa dia harus diusir dan tidak boleh kembali ke kampung halamannya sendiri," ujarnya. Ibu kandung Sumanto, Ny Samen (54) mendukung sepenuhnya keberadaan Suman di wisma rehabilitasi mental. Pengasuh pesantren itu memiliki lahan pertanian dan kolam ikan yang cukup luas, sehingga selain pengobatan agar sarafnya tidak lagi terganggu, anak sulungnya itu punya kesibukan mengurus sawah dan kolam. "Yang terpenting setelah bebas nanti Suman punya kesibukan yang menghasilkan upah, sehingga tidak semakin memberatkan keluarga," katanya.ant [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
