Semua orang sudah yakin bahwa Farouk ini memang terorist karena
bukti2nya sudah se-abrek2.  Kalo dia bukan terorist, kenapa dia harus
mati ketembak ???  kenapa bukan Gus Dur aja yang ditembak ???

Gampang jawabnya khan ???  karena Farouk itu terorist dan Gus Dur itu
bukan terorist.

Yang harus ditembak mati hanya terorist bukan umat Islam.  Dan Farouk
itu adalah terorist yang diracuni ajaran Islam, dan untuk itulah dia
berjihad.

Farouk itu juga punya isteri dan keluarga di Kuwait yang menuntut
untuk dikembalikan mayatnya kepihak keluarga isterinya di Kuwait. 
Tentu tak mungkinlah angan2 wanita Indonesia yang tertipu jadi korban
petualangan Farouk.  Beli rumah dari uang darah teror AlQaeda. 
Terkutuklah rumah itu dan tentu bawa sial sepanjang masa.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

















--- In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> http://www.indomedia.com/bpost/092006/29/depan/utama1.htm
> 
> 
> 
> BERI KETERANGAN PERS - Mira Agustina (kanan), istri Omar al Farouq
didampingi pengacaranya Egi Sudjana sebelum melakukan konferensi pers
di Jakarta, Kamis (28/9). Foto: AFP/JEWEL SAMAD
> 
> 
> 
> 
> 
> Al Farouq Dijemput Istri
> 
> 
> 
> Jakarta, BPost
> Cadar hitam di wajah tak mampu menutupi kesedihan Mira Agustina.
Istri Omar al Farouq itu menyatakan akan berangkat ke Irak untuk
melihat langsung jenazah suaminya yang tewas ditembak pasukan Inggris
di Basra, Irak.
> 
> "Sebelum melihat langsung, saya tidak bisa meyakini bahwa al Farouq
yang tewas itu adalah suami saya," kata Mira kepada wartawan, di
kantor pengacara Egi Sudjana, di Jakarta, Kamis (28/9).
> 
> Ibu dua anak asal Bogor, Jawa Barat itu mengaku mengenal betul detil
ciri-ciri suaminya, termasuk prilakunya. "Hanya saya yang tahu apakah
dia benar-benar al Farouq atau bukan," tutur wanita yang dinikahi
almarhum pada 1999 itu.
> 
> Rona kesedihan terlihat dari dua kelopak mata Mira yang memerah.
Berkali-kali dia menyeka matanya dengan sapu tangan. "Kalaupun suami
saya benar-benar bersalah tidak apa dia ditembak, namun harus diproses
dulu," gugat Mira.
> 
> Yang jelas, lanjutnya, al Farouq adalah warga Indonesia. "Dia
bernama asli Mahmoud bin Ahmad dan lahir di Ambon 24 Mei 1971,"
ungkapnya. Karena latar itulah, ia tetap menuntut jenazah suaminya
dipulangkan ke Indonesia. 
> 
> Sebelumnya Kapolwil Bogor, Komisaris Besar Sukrawardi Dahlan,
mendatangi kediaman Mira di Kampung Cijambu RT 02/01, Desa Cisalada,
Kecamatan Cijeruk, Bogor.
> 
> Menurut Mira, kedatangan mereka itu untuk meminta keterangan tentang
tanda khusus yang dimiliki suaminya karena sangat diperlukan guna
kepolisian. 
> 
> "Beliau meminta keterangan sama saya seputar tanda-tanda khusus yang
dimiliki suami saya," ujarnya.
> 
> Ia memaparkan, suaminya memiliki tanda-tanda khusus seperti luka
goresan di tangan kiri dan semua gigi ada tambalan. 
> 
> Sukrawardi membenarkan kedatangannya hanya ingin melakukan
pemantauan. Ia pun berdalih, Mira adalah warga Bogor yang membutuhkan
perlindungan. 
> 
> Bantah BIN
> 
> Pernyataan Mira bahwa al Farouq adalah warga Indonesia, dibenarkan
pengacaranya, Egi Sudjana. Sebagai buktinya, al Farouq memiliki KTP,
paspor dan surat nikah Indonesia. 
> 
> "Saya sanggah pernyataan BIN bahwa al Farouq bukan warga Indonesia.
Itu pernyataan politik dan tidak berlandaskan hukum," sangkalnya.
> 
> Keinginan Mira tampaknya sulit diwujudkan. Sebab, Kepala BIN Syamsir
Siregar tetap bersikukuh menyatakan al Farouq sulit dibawa ke
Indonesia. "Kayaknya nggak mungkin. Dia bukan WNI," tegas Syamsir di
sela-sela rapat kerja dengan Komisi I DPR.
> 
> Ketidakjelasan status al Farouq, dapat dibuktikan banyaknya paspor
yang dimilikinya. Dari data BIN, al Farouq memiliki tiga paspor.
"Kalau KTP kan bisa dibikin, apalagi dulu," ujarnya.
> 
> Meski begitu, Syamsir menilai sah-sah saja permintaan istri al
Farouq itu. "Namun semua keputusan itu ada prosedurnya," ujarnya. 
> 
> Anggota Komisi I dari Fraksi Bintang Pelopor Demokrasi, Ali Muchtar
Ngabalin, mengatakan pemerintah punya tanggungjawab memulangkan
jenazah al Farouq karena dia warga negara Indonesia. "Kalau perlu
pemerintah membiayai salah satu keluarganya mengambil jasad al Farouq
di Irak," katanya.
> 
> Koordinator Palang Merah Internasional (ICRC) di Jakarta, Marcal
Izal menyatakan belum menerima permintaan dari Mira terkait pemulangan
al Farouq ke Indonesia. Kalaupun ada permintaan, itu harus dianalisa
dahulu oleh kantor pusat IC RC di Jenewa.
> 
> "ICRC belum dapat menentukan sikap, karena belum ada permintaan
resmi dari pihak keluarga," katanya.
> 
> Daftar Teroris
> 
> Meski Amerika Serikat menyebut al Farouq sebagai pemimpin jaringan
Al Qaeda di Asia Tenggara, namun namanya tidak termasuk dalam daftar
teroris di tanah air. Dari kasus peledakan bom di Indonesia, nama al
Farouq tidak pernah disebut-sebut.
> 
> "Selama ini, Densus Antiteror 88 Mabes Polri tidak pernah
mencari-cari al Farouq. Karena memang tidak ada keterlibatan dan
peranan dia dalam sejumlah peledakan bom di tanah air," kata
jurubicara Mabes Polri Irjen Paulus Purwoko.
> 
> Karenanya, al Farouq tidak termasuk dalam daftar pencarian orang di
Mabes Polri. "Itu murni kapasitas BIN. Kalau jalur di kepolisian tidak
ada," imbuh Purwoko.
> 
> Terpisah, Ansyaad Mbai, kepala Desk Antiteror Kementerian Politik,
Hukum dan HAM mengatakan, kematian al Farouq tidak akan mengurangi
ancaman terorisme kawasan, termasuk di Indonesia.
> 
> "Terorisme adalah kegiatan yang berdasar pada ideologi dan politik.
Sama sekali tidak bergantung salah satu figur tertentu," katanya.
> 
> Karena itu, ancaman terorisme di Indonesia akan tetap ada, terutama
dalam beberapa bulan ke depan setelah tewasnya al Farouq.
> 
> Wacana pemulangan jenazah al Farouq sendiri mengemuka menyusul klaim
dari pemerintah Inggris bahwa tentaranya di Irak telah membunuh al
Farouq yang disebut-sebut salah satu tangan kanan Osama. Al Farouq
hampir satu tahun kabur dari penjara AS di Afghanistan. JBP/ewa/ugi/an
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>







Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



Kirim email ke