sebenarnya si mus ini bukan terdiri dari satu pribadi, namun dari pribadi yang beda-beda profesi, hanya saja dipakai dalam satu email yang membuat orang tersebut seolah-olah banyak taunya dan menggunakan istilah2 yang menjadi kesan dari satu pribadi saja.
sekian dari saya, si jasad. --- In [email protected], "joey" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Masyarakat banyak yang tidak mengerti, namun saya memang punya > > pengalaman tersendiri bekerja sebagai engineer untuk tujuan research > > di perusahaan analisa kimia Schlumberger. > > > semula orang ini kayaknya hebat kalo baca analisa-analisanya, > namun setelah dicermati secara mendalam dengan menkroscek dengan sumber > lain, > trus dengan pengakuan-pengakuannya selama ini yang pernah jadi ini itu, > punya titel ini itu, kenal si ini si itu, > kayaknya orang ini rada sedeng deh, > persis kayak temen gw "si proffessor" yang suka ngomel sendiri ngeluarin > rumus-rumus kimianya setelah cintanya ditolak, > > :) > > > ----- Original Message ----- > From: "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[email protected]> > Sent: Thursday, September 28, 2006 20:49 > Subject: [proletar] Lumpur Lapindo Gambaran Dari Keserakahan Bakri & Bros > !!!! > > > > Lumpur Lapindo Gambaran Dari Keserakahan Bakri & Bros !!!! > > > > Lumpur Lapindo bukan sama sekali bencana alam tetapi memang ulah murni > > pengusaha yang serakah yang dibacking pejabat pemerintahan yang > > tentunya juga mendapatkan komisi dari rezeki ini. > > > > Masyarakat banyak yang tidak mengerti, namun saya memang punya > > pengalaman tersendiri bekerja sebagai engineer untuk tujuan research > > di perusahaan analisa kimia Schlumberger. > > > > Setiap ladang minyak yang akan dibor terlebih dulu harus dianalisa > > oleh sebuah kontraktor yang khusus memang bekerja untuk analisa kimia > > ini. Perusahaan yang paling terkenal ini adalah Schlumberger. Tidak > > peduli siapapun yang memiliki hak mengebor, pasti menyewa kontraktor > > Schlumberger khusus untuk analisa kimia atau testing ini untuk > > mengukur ratio kadar lumpur dari sebuah tambang minyak yang akan dibor > > ini. Perusahaan kontraktor Schlumberger boleh dikatakan tidak ada > > saingannya dalam pekerjaan seperti ini. > > > > Setiap lubang minyak pasti ada lumpurnya, dan biasanya lumpurnya itu > > disedot dan diangkut dengan tangki lainnya untuk dibuang ditempat > > khusus untuk pembuangan lumpur ini. Pekerjaan untuk menyedot > > lumpurnya saja bisa menghabiskan waktu ber-bulan2 dan biayanya jangan > > ditanyakan lagi, karena pasti lebih mahal daripada biaya operasi > > pengeboran penyedotan minyaknya itu sendiri. > > > > Oleh karena itulah, tidak mungkin ada satupun perusahaan Indonesia > > atau perusahaan Nasional yang sanggup mengerjakan berbagai keahlian > > yang berbeda ini. Tapi hal ini bukanlah halangan bagi para penguasa > > negara untuk memiliki perusahaan pengeboran minyak sendiri. Mereka > > biasanya mengebor ditengah lautan, dan lumpur yang seharusnya diangkut > > dan dibuang disuatu tempat khusus tidak perlu dilakukan karena untuk > > menghemat biaya sehingga untungnya pasti berlipat ganda. Lumpurnya > > biasa dibuang dilautan dan bila ditemukan ikan2 mati maka disalahkan > > perusahaan minyak asing sebagai pelakunya. > > > > Kebiasaan perusahaan pejabat dalam membuang lumpur ini dilautan > > sekarang kebablasan, lumpur yang dibuang itu ternyata malah > > menggenangi kota Sidoarjo. Namun hal ini tidak mengapa karena lumpur > > ini kita serahkan saja kepada negara mengurusnya, dan Lapindo nantinya > > cukup cuma mengurus minyaknya saja dan penguasa negara dibagi > > komisinya. Kalo perusahaan asing lainnya selalu mengontrak perusahaan > > lainnya untuk khusus mengurus lumpur ini, maka perusahaan Bakri cs ini > > tak perlu melakukan hal2 yang membuang biaya ini, karena dinegara > > sendiri mereka bebas membuang segala macam lumpur kelautan untuk nanti > > tinggal cari kambing hitam perusahaan asing yang dijadikan tertuduhnya. > > > > Kambing hitam untuk kasus lumpur Lapindo ini bukan tidak ada tetapi > > sedang di-pilih2 kira2 perusahaan kontraktor asing mana yang bisa > > dijadikan kambing hitamnya. Karena pada kenyataannya, tidak > > seorangpun ahli perminyakan Indonesia yang lulusan Amerika memiliki > > pengetahuan dan keahlian khusus untuk analisa ini meskipun banyak > > diantara mereka berhasil lulus dengan menggondol master. Itulah > > sebabnya perusahaan Schlumberger menjadi penting kehadirannya karena > > tugasnya justru untuk memelihara lingkungan itu sendiri. Jelasnya, > > Lapindo hanyalah namanya saja, tetap saja yang melakukan pemboran itu > > adalah perusahaan2 asing yang kelas kacangan yang memilik peralatan > > yang bisa disewa oleh Lapindo. Dan perusahaan2 asing kacangan inilah > > yang juga jadi pertimbangan untuk dijadikan kambing hitamnya nanti. > > Tapi kita cuma bisa menunggu, karena memang pihak Bakri & Bros ini > > masih belum mampu menemukan kambing hitamnya ini. Andaikata gagal > > juga menemukan kambing hitamnya, bisa saja semua ini dikembalikan > > kepada bencana yang dikirim Allah sebagai peringatan, dan rakyat yang > > jadi korban hanya bisa diminta tabah dan terus berdoa. > > > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] > > Subscribe : [EMAIL PROTECTED] > > Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] > > List owner : [EMAIL PROTECTED] > > Homepage : http://proletar.8m.com/ > > Yahoo! Groups Links > > > > > > > > > > > > > > > > > Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
