http://www.gatra.com/artikel.php?id=98605


Hamid: Tak Penting, Perlambat Pembuatan Paspor TKI

Jakarta, 14 Oktober 2006 13:14

Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin menyatakan pihaknya tidak punya 
kepentingan untuk melambatkan proses pembuatan paspor TKI.

"Sebaliknya semakin lancar proses pembuatan paspor maka akan semakin bagus. 
Pendapatan kantor saya semakin baik, berarti bonus ke kantor saya semakin 
tinggi," kata Hamid di acara buka puasa bersama Asosiasi Perusahaan Jasa TKI 
(APJATI) di Jakarta, Jum`at malam (13/10).

Hadir pada acara itu Duta Besar Jordan, Duta Besar Syria, Konsulat Jenderal 
Malaysia, pejabat Departemen Luar Negeri Ferry Adamhar, Ketua APJATI Husein 
Alaydrus sejumlah tokoh APJATI diantaranya Said Umar dan Rusdi Bahasuan.

Pihaknya menggunakan hitungan matematis dalam berpikir karena itu selalu 
berusaha rasionil. "Saya akan berusaha selalu efisien untuk mempermudah semua 
aturan. Itu komitmen saya," katanya.

Di sisi lain dia menuntut agar aturan yang sudah disetuju bersama dipenuhi 
pula. "Jika saya meminta umur maka beri umur yang benar agar jangan ada dusta 
diantara kita," kata Hamid.

Saat ini masih sering ditemukan PPTKIS atau TKI yang berusaha membuat paspor 
ganda dengan menggunakan dua tiga nama yang berbeda dan di tempat kantor 
imigasi berbeda pula.

Dengan sistem biometrik yang diterapkan Kantor Imigrasi maka sekali seseorang 
membuat paspor dengan dokumen dan atas nama tertentu maka seumur hidup dia 
menggunakan indentitas dan nama itu dalam pembuatan paspor.

Hamid mengungkapkan kantornya pernah menangkap calon TKW yang mengambil paspor 
dengan menggunakan nama Majnun di Kalimantan, lalu mengambil paspor lagi dengan 
nama Farida di Jakarta Barat, lalu terdeteksi karena sidik jarinya sama.

Dijelaskan Hamid, dengan sistem biometrik semua pemalsuan dokumen dan jati diri 
bisa diatasi. "Sistem ini juga membantu PPTKIS mengatasi `bajak membajak` TKI 
diantara sesama PPTKIS," kata pelaku perdamaian Aceh itu.

Di sisi lain, Hamid meminta PPTKIS melaporkan kepadanya jika terjadi masalah 
dengan petugasnya di lapangan agar dirinya bisa menindaklanjutinya. "So just 
believe and keep my words (jadi percaya dan pegang kata-kata saya --Red)," kata 
Hamid.

Dia juga mengatakan bangga pihaknya bisa memroses ratusan ribu paspor TKI. "Itu 
suatu prestasi buat saya."

Sementara Husein memberi apresiasi kepada Hamid. Dia berharap pemerintah di 
semua sektor membantu program penempatan TKI yang berdampak pada empat warga 
lainnya (sanak saudaranya) bisa hidup lebih baik, sebagaimana yang dikatakan 
ILO.

Dia berharap pemerintah membantuk PPTKIS bukan membuat sejumlah peraturan yang 
malah mengerdilkan PPTKIS dan TKI. [EL, Ant

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke