CENDRAWASIH POS
Sabtu, 14 Oktober 2006
Kompleks Lingkaran Abepura, Terbakar
*15 Unit Ruko, Puluhan Kamar Kos Ludes
JAYAPURA-Lagi-lagi kebakaran melanda Kota Jayapura. Jika sebulan lalu (13
September) pasar Sentral Hamadi yang hangus, maka Jumat (13/10) kemarin giliran
satu deret Ruko (Ruma Toko) di sebelah selatan Lingkaran Abepura, ludes
terbakar.
Meski tidak ada korban jiwa, namun dalam peristiwa tersebut kerugian materil
diperkirakan mencapai ratusan juta. Sedikitnya 15 unit ruko dan puluhan kamar
kos hangus terbakar.
Data awal dari pihak kepolisan Polsekta Abepura menyebutkan, latar belakang
terjadinya kebakaran tersebut, diduga dari api kompor masak milik salah satu
rumah makan padang yaitu Rumah Makan Samudra. Dimana kompor itu meledak saat
digunakan untuk memasak, ledakan tersebut selanjutnya menyebabkan api, lalu api
tersebut cepat merembet mengenai minyak tanah dari kompor itu.
Akibatnya api terus membesar dan mengenai dinding di dapur warung makan.
Selanjutnya hanya dalam waktu sekejap mata, api itu sudah menjalar ke
gedung-gedung ruko yang berdekatan dengan rumah makan tersebut, hingga membesar
dan menghanguskan semua ruko, serta beberapa rumah kos yang ada di bagian
belakang.
Dari data dihimpun dari Polsekta Abepura, menyebutkan jumlah ruko yang ikut
terbakar, kurang lebih 15 unit. Terdiri dari rumah makan, toko, serta Konter
HP, dan penjahit pakaian, serta rumah-rumah kos diperkirakan belasan kamar.
Tekait dengan musibah kebaran ini, polisi sudah memanggil empat orang saksi
untuk dimintai keterangannya. Mereka masing-masing adalah pemilik rumah makan,
serta pelayan di rumah makan yang diduga melihat komfor tersebut, meledak
sehingga menyebakan kebakaran.
" Kami baru panggil 4 orang saksi, dan saksi tersebut kemungkinan akan terus
bertambah lagi, dan kami masih terus melakukan penyelidikan lanjuti,"kata
Kapolresta Jayapura, AKBP, Robert Djoenso, didampingi Kapolsekta Abepura, AKP,
Dominggus Rumaropen, S,sos di Abepura.
Ketua RW 05/Kelurahan Hedam, Simon Rumkabu, mengatakan, rumah kos yang terbakat
tersebut miliki 6 orang, dengan jumlah kamar sekitar 40. Dimana setiap kamar
dihuni 2 orang, sehingga diperkirakan penghuni seluruh rumah kos berjumlah 60
orang lebih, yang terdiri dari mahasiswi dan kariawan-kariawati swasta.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIT menarik perhatian warga yang ada
di wilayah Abepura. Bahkan Lingkaran Abepura yang dijadikan tempat perputaran
angkutan kota (angkot) jurusan Kotaraja-Abepura, jurusan Entrop-Abepura,
jurusan Abepura-Waena terpaksa ditutup.
Pasalnya, selain karena jalan raya dipenuhi oleh masyarakat yang tumpah ruah
menyaksikan kebakaran itu, jarak antara jalan raya dengan ruko yang terbar itu
cukup dekat. Hanya sekitar 2 - 3 meter dari jalan raya. Hal ini yang membuat
pihak kepolisian menutup Jalan Gerilyawan, termasuk di jalan di depan
Mapolsekta Abepura ikut ditutup, dan baru dibuka sekitar pukul 18.00 WIT.
Untuk mencegah kemacetan kendaraan dialihkan lewat jalan baru Kotaraja dan yang
menuju Waena langsung jalur depan Kantor Pos Abepura.
Dari pantauan Cenderawasih Pos, akibat musibah kebakaran itu, tidak semua harta
benda atau barang-barang ikut diselamatkan. Bahkan sebagian penghuni kos-kosan
yang sebagian besarnya berkerja di KFC Saga Mall Abepura, Toko Sumber Makmur
dan sejumlah toko lainnya yang ada di wilayah Abepura langsung histeris melihat
peristiwa tersebut.
Tak hanya itu, saking kagetnya melihat kamar kos-kosannya sementara dilahap api
ada yang pingsan. "Saya tinggal dimana lagi, tidak ada tempat tinggal dan
barang yang selamat," kata salah seorang perempuan yang mengenakan kaos biru
sambil memeluk temannya.
Masih dari pantauan Cenderawasih Pos, lagi-lagi mobil pemadam kebarakan
terlambat datang ke tempat kejadian. Mobil pemdam itu baru tiba setelah api
sudah mau padam, alias bagunan tersebut sudah hampir habis dilahap api.
Parahnya lagi, pemadam yang baru tiba setelah kebarakan sudah berlangsung
sekitar 1,5 jam itu hanya sebentar bisa berfungsi, kemudian macet dan air yang
dibawa tidak bisa semuanya bisa dialirkan, dan awalnya itu hanya satu mobil.
Bahkan, mobil kebakaran yang datang terlambat itu diteriaki oleh ribuan massa
yang hadir menyaksikan kebaran itu. "Huuu, huuu....., pulang saja," teriak
ribuan orang yang melihat mobil yang datang terlambat itu.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketertiban dan Keteteraman Kota Jayapura Terry
Levin saat dikonfirmasi dengan keterlambatan itu, ia tidak memberikan komentar
terlalu jauh, namun raut mukanya juga sedikit agak kecewa karena kerterlambatan
mobil tersebut. "Bagaimana bisa datang cepat kalau berada di APO Jayapura,"
ujarnya singkat.
Disinggung soal mobil pemadam yang terbatas dan terkesan sudah tua, Terry juga
menjawabnya dengan singkat. "Sudah tahu baru tanya lagi, tanya saja pada rumput
yang bergoyang," ujarnya singkat lagi.
Wakil Ketua Komisi B Muhammad Darwis Massi, SE juga mengaku cukup menyangkan
dengan pemadam kebarakan yang sering kali terlambat datang ke lokasi kejadian
setiap kali terjadi kebakaran. "Setiap kali terjadi kebakaran pasti mobil
kebakaran yang bermasalah tersebut, sudah terbatas jumlahnya dan tua, juga
lambat datang di lokasi. Ini yang perlu menjadi perhatian serius Pemerintah
Kota Jayapura," tegasnya via telepon seluler kemarin.
Anggota Dewan dari PKS Kota Jayapura ini juga mempertanyakan anggaran pengadaan
mobil kebakaran sebesar Rp 2 miliar yang terkesan lambat direalisasikan.
Termasuk penempatan mobil kebaran yang dipusatkan hanya di Jayapura.
"Mestinya mobil pemadam kebakaran ini ditambah dan itu anggaranya sudah ada.
Kemudian untuk wilayah Abepura dan Kotaraja juga harus ada supaya kalau ada
kebakaran bisa cepat tertangani," tandas Massi.(cak/it
++++
CENDRAWASIH POS
Sabtu, 14 Oktober 2006
Puncak Jaya Rusuh
*Kantor DPRD Hangus, Kantor Bupati dan 40-an Bangunan Dirusak
JAYAPURA-Kerusuhan yang disertai pengrusakan, Jumat (13/10) kemarin terjadi di
ibukota Kabupaten Puncak Jaya, Mulia. Kantor DPRD hangus dibakar, kantor bupati
serta perkantoran pemerinta lainnya dirusak. Bahkan puluhan bangunan milik
swasta dan masyarakat ikut jadi korban.
Amuk massa itu terjadi diduga akibat pembagian dana kompensasi Bahan Bakar
Minyak (BBM) berupa dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang tidak merata,
sehingga memicu kecemburuan, karena masih banyak warga yang belum terima dana
tersebut.
Kerusuhan itu mulai terjadi sekitar pukul 10.30 WIT. Kantor DPRD Puncak Jaya
hangus terbakar. Berikutnya kantor bupati, sejumlah kantor dinas, kantor
distrik, kantor pos, rumah dinas, rumah warga, hingga rumah makan dan
lain-lainnya, mengalami rusak berat.
Bukan hanya itu, kerusuhan ini juga mengakibatkan 3 anggota polisi mengalami
luka-luka, 4 warga mengalami luka tembak, dua warga lagi luka-luka serta
seorang PNS tewas-tetapi kematiannya diduga kuat akibat over dosis.
Dari data yang diperoleh dari Polda Papua menyebutkan, tiga anggota polisi yang
mengalami luka-luka itu adalah AKP Slamet Haryono (Luka di Kaki Kanan Akibat
Lemparan Batu), Ipda Hans Fairaaf (Luka di Kaki Kanan Akibat Lemparan Batu) dan
Bripda Yusuf Toding (Luka di Kaki Kiri Akibat Lemparan Batu).
Sedangkan warga yang mengalami luka-luka antara lain, Mondip Tabuni (Luka
Tembak), Lele Telenggen (Luka Tembak), Eterina Telenggen (Luka Tembak di Kaki
Kanan), Yondiron Wanimbo (Luka Tembak) dan Mekiton Wenda (Terkena Lemparan Batu
dari Massa).
Adapun warga yang meninggal adalah Libius Tabuni (PNS). Saat kejadian, ia
diduga dalam keadaan mabuk obat Dextro Metropam dan ikut bergabung dengan massa
lari naik tanjakan, sehingga diduga akibat over dosis ia meninggal saat berada
di tengah massa.
Kepala Bidang Hubungan Masayarakat (Kabidhumas) Polda Papua, Kombes Pol. Drs.
Kartono Wangsadisastra saat ditanya wartawan menjelaskan, penyebab kerusuhan
diduga gara-gara pembagian dana BLT. ''Dimana masih ada masyarakat yang belum
kebagian, sehingga memicu kecemburuan. Mungkin akibat hal itu ada yang merasa
kecewa atau bagaimana, sehingga terjadilah kerusuhan itu," katanya.
Terkait warga yang meninggal itu, ia menegaskan bahwa yang bersangkutan bukan
karena terkena tembakan aparat, tetapi diduga kuat akibat over dosis obat.
"Diduga karena kondisinya sudah dalam keadaan mabuk, sehingga di tengah kondisi
yang panas dan mungkin saling berdesak-desakan, sehingga ia jatuh dan
terinjak-injak warga yang lainnya," tuturnya.
Kerusuhan yang terjadi secara spontan itu diduga bermula dari lapangan GIDI
Mulia, yang mana massa yang tidak puas dengan pembagian dana kompensasi BMM
atau BLT itu saling lempar antar masyarakat sendiri yang kemudian berbuntut
pada pengrusakan kantor DPRD, kantor pemerintah dan rumah-rumah warga serta
sejumlah toko.
Menurut Kabidhumas, meski aparat Polres Persiapan Puncak Jaya melakukan
antisipasi terhadap aksi kebrutalan massa yang diperkirakan mencapai ribuan
orang itu, namun aksi tersebut susah dibendung. ''Saking banyaknya massa dan
sudah beringas, maka aparat kuwalahan dan nanti setelah sekitar pukul 15.00
WIT, situasi baru mulai terkendali,''paparnya.
Terkait jumlah kerugian material, belum bisa dipastikan, karena masih dalam
pendataan. Namun data awal menyebutkan bahwa kasus kerusuhan ini mengakibatkan
kerugian sekitar Rp 30 miliar.
Sementara terkait dugaan adanya provokator dalam aksi kerusuhan tersebut,
polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. Termasuk mengumpulkan
beberapa barang bukti.
Sementara untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Polda Papua akan
mengirimkan tim dan sejumlah pasukan ke Puncak Jaya untuk memback up Polres
Persiapan Puncak Jaya dalam pemulihan situasi di Mulia Puncak Jaya. Kabarnya,
hingga tadi malam kondisinya sudah kondusif, meskipun juga menjadi sepi.(fu
++++
CENDRAWASIH POSSabtu, 14 Oktober 2006
NAMA-NAMA KORBAN
*POLISI
1. AKP Slamet Haryono (Luka di Kaki Kanan Akibat Lemparan
Batu).
2. Ipda Hans Fairaaf (Luka di Kaki Kanan Akibat Lemparan
Batu).
3. Bripda Yusuf Toding (Luka di Kaki Kiri Akibat Lemparan
Batu).
WARGA
1. Mondip Tabuni (Luka Tembak).
2. Lele Telenggen (Luka Tembak).
3. Eterina Telenggen (Luka Tembak di Kaki Kanan).
4. Yondiron Wanimbo (Luka Tembak)
5. Mekiton Wenda (Terkena Lemparan Batu dari Massa).
6. Libius Tabuni/PNS (Meninggal Diduga Akibat Overdosis)
Dextro Metropam
BANGUNAN YANG DIRUSAK
1. Kantor DPRD Puncak Jaya (Hangus Dibakar).
2. Kantor Bupati (Rusak Berat dan Dibakar, Namun Berhasil
Dipadamkan).
3. Kantor Dinas Pendidikan dan Pengajaran.
4. Kantor Dinas Pekerjaan Umum.
5. Kantor Dinas Pendapatan Daerah.
6. Kantor Statistik (Dibakar, Namun Berhasil Dipadamkan).
7. Mes Keuangan Pemda Puncak Jaya.
8. Kantor Distrik Mulia (Rusak Berat).
9. Rumah Kadistrik Mulia (Rusak Berat).
10. Kantor Pos Mulia (Rusak Berat).
11. Puskesmas Mulia (Rusak Ringan).
12. Seluruh Kios-Kios di sepanjang Jalan di Pasar Inpres
Mulia.
13. Rumah Makan Parahyangan.
14. Rumah Makan Mutiara.
15. Rumah Makan Puja Salera.
16. Perumahan Dinas Kesehatan (Rumah Dokter).
17. Perumahan DPRD sebanyak 17 Unit.
18. APMS ACP Mulia.
19. APMS ACP Bustomi.
20. SD Inpres Mulia.
21. Perumahan di sepanjang Jalan Papua, baik sebelah kanan
maupun kiri.
22. Kantor PDIP.
23. Sekretariat Golkar.
24. Rumah Tingkat Yohanes Paliling.
25. Konter HP (Dirusak dan dijarah).
26. Bengkel Ardi.
27. Kios Padang.
28. Mobil Dinas PU (Kaca Hancur).
29. Rumah Kasubag Anggaran.
30. Rumah Kasubag Pemerintahan.
31. Rumah Kabid Kepangkatan.
32. Rumah Dinas Kepala BKD.(*)
All Rights Reserved 2004. http://www.cenderawasihpos.com Design by Tim
Kreatif Cepos
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/