REFLEKSI: Bencana silih berganti, belum lagi dihitung peningkatan angka kemiskinan diantara penduduk di Indonesia. Bagi para ahli ilmu surgawi gurun pasir dikatakan bahwa semua hal buruk adalah perbuatan sang iblis bin seytan, pendapat demikian dikontra oleh pakar Kaligot University yang mengatakan bahwa adalah kutukan penguasa Kerajaan Langit Biru. Sayangnya kontra argumen ini tidak dijelaskan lebih lanjut mengapa ada kutukan demikian yang silih berganti.
KOMPAS Minggu, 15 Oktober 2006 Letupan Lumpur Membesar Rel Kereta Api Surabaya-Porong Semakin Terancam Surabaya, Kompas - Aktivitas letupan lumpur panas yang asalnya hanya berupa gelembung di Desa Jatirejo, Kabupaten Sidoarjo, sekarang membesar. Letupan itu berubah menjadi semburan lumpur setinggi kira 50 sentimeter. Semburan tersebut berlangsung terus-menerus. Diameter semburan sekitar 0,5 meter. Sebulan lalu, letupan kedua itu baru setinggi 20-30 sentimeter. Semburan kedua ini letaknya sekitar satu kilometer sebelah selatan kepundan utama. Semburan kedua ini berada di tengah pepohonan di areal yang dulunya padat permukiman. Hampir sama dengan kepundan utama yang diameternya sekitar 30 meter, semburan kedua ini juga menyemburkan asap tipis. Semburan terlihat setiap dua-tiga detik. Sementara itu, bau menyengat seperti yang terasa di sekitar Desa Siring tidak terlalu terasa di tempat tersebut. Terkait semburan lumpur sejauh 800 meter dari kepundan semburan lumpur panas di Desa Siring ini, anggota Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Soffian Hadi, Sabtu (14/10), mengatakan, baru akan melihat perkembangannya hari ini. Menurut dia, semburan kedua ini pasti berkorelasi dengan semburan pertama di Desa Siring bila dilihat dari pola dan jenis semburannya. Secara terpisah, Ketua Pusat Studi Bencana Institut Teknologi Sepuluh Nopember Amin Widodo mengatakan hal senada. "Desakan dari bawah akan menimbulkan retakan yang melingkari kawah yang ada dan diperkirakan akan membuat tanah akhirnya ambles," ujar Amin Widodo. Semburan ini pun sangat mungkin membesar. Bila memang berkorelasi, Amin berpendapat debit lumpur panas yang keluar kemungkinan akan terbagi antara kawah lama dan semburan baru. Sementara itu, Soffian tidak meyakini semburan akan terbagi. Pasalnya, sejauh ini kecenderungan semburan di kawah utama semakin besar. Jika awalnya semburan lumpur hanya 50.000 meter kubik per hari, kini sudah mencapai 126.000 meter kubik per hari. Jadi, kata Soffian, kalaupun berkorelasi, semburan di kawah pertama tidak berkurang. Untuk mengantisipasi semburan kedua ini membesar, menurut Amin, setidaknya lokasi diisolasi guna mencegah H2S yang keluar. Sejauh ini, sudah tidak ada penduduk tinggal di Desa Jatirejo karena semua rumah terendam hingga mencapai atap. Tinggal beberapa rumah saja yang masih terlihat puncak atapnya, sebagian telah terendam total. Secara terpisah, juru bicara Tim Nasional Penanggulangan Lumpur di Sidoarjo Rudy Novrianto mengatakan, semburan itu bekas semburan lama yang pernah mati dan hidup kembali. Sampel lumpur yang keluar dari lokasi itu saat ini masih diteliti. Mengenai pengeboran miring yang dilakukan, Rudy mengatakan, untuk pengeboran miring pertama di Desa Jatirejo sudah mencapai 3.200 kaki dan sudah mulai mengebor miring. Ancam rel Air lumpur yang merembes dari tanggul lumpur panas yang berbatasan dengan rel kereta semakin mengancam rel kereta yang menghubungkan Surabaya dengan Porong. Sabtu kemarin, air lumpur hanya sekitar 20 sentimeter dari rel. Bila rel tergenang air lumpur dan tidak dapat difungsikan, sebanyak 44 rangkaian kereta akan terhambat, termasuk yang mengangkut bahan bakar minyak dari Pertamina untuk daerah Malang, Banyuwangi, dan sekitarnya. Menteri Perhubungan Hatta Rajasa, sebelum meninjau tanggul dan rembesan air lumpur di sekitar Desa Jatirejo, Sabtu siang, mengatakan, satu-satunya alternatif bila rel tidak berfungsi adalah menggunakan jalur memutar. Kereta harus melewati Mojokerto, Kediri, Blitar, baru ke Malang dan Banyuwangi. Jalur memutar ini berarti penambahan waktu tempuh empat jam. Pasokan bahan bakar minyak pasti akan terlambat. Di forum lain, proses pemberkasan kasus dugaan kejahatan lingkungan terus dilakukan. Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Herman Suryadi Sumawiredja mengatakan, terdapat beberapa penambahan saksi yang akan dimintai keterangan. Kepala Kepolisian Daerah menjelaskan, sebelumnya pihak kepolisian berharap pada keberhasilan snubbing unit dan side tracking. Bila kedua langkah itu berhasil, penyidik akan memperoleh pembuktian faktual (factual approving). Caranya, dengan menyuntikkan suatu material dari bawah mata bor yang tertinggal. (INA [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
