http://www.equator-news.com/berita/index.asp?Berita=Utama&id=55703
Sabtu, 21 Oktober 2006 Teleconference Wapres Putus PLN Ingkar Janji, DPRD Dukung Class Action Oleh: Hairul Mikrad,- Pontianak,-Janji PLN untuk tidak memadamkan aliran listrik di pertengahan Ramadan dan menjelang lebaran dinilai isapan jempol belaka. Ketua DPRD Provinsi tagih janji dan mendukung gerakan class action. DPRD Provinsi Kalbar akan mengevaluasi dan menyelidiki apa yang terjadi sebenarnya di perusahaan milik negara sehingga byar pet tak berkesudahan. Terutama di Kalbar. Kemarin, sejumlah kawasan di Kota Pontianak dan sekitarnya masih byar pet. Bahkan pada acara Syukuran HUT Partai Golkar ke-42 di Gedung Zamrud Khatulistiwa juga padam. Pada saat pemadaman terjadi, DPD Golkar Kalbar sedang menunggu giliran ber-teleconference dengan Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga Wakil Presiden RI, HM Jusuf Kalla. Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar Kalbar, Ir H Zulfadhli beserta jajaran pengurus dan anggota DPRD Provinsi dari Kalbar, anggota DPR RI, Hj Asiah Salekan, tokoh masyarakat, kader Golkar dan santri dari lima Pondok Pesantren sedang menyaksikan teleconference DPD Partai Golkar Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Provinsi Kepulauan Riau, Provinsi Sumatera Selatan, Provinsi Banten dan Jawa Timur. Ratusan pasang mata pemirsa menyimak dialog Wapres yang riang menyapa serta berdiskusi hal-hal aktual di masing-masing provinsi. Harap-harap menyaksikan teleconference antara Wapres dengan fungsionaris DPD Golkar Kalbar pupus gara-gara listrik seketika padam dan baru hidup setelah usai salat Magrib. Kasif sudah. Telat! Semua menggerutu. Kecewa berat. Sebenarnya masalah listrik berhasil diantisipasi panitia dengan menggunakan genset, namun acara teleconference sudah tidak bisa dilakukan lagi. Banyak piranti jadi rintangan. "Saya kecewa dengan pihak PLN. Saya sendiri yang memimpin rombongan DPRD Kalbar sidak ke PLN beberapa waktu lalu dan pihak manajemen menjanjikan tidak ada pemadaman lagi setelah pertengahan puasa dan menjelang lebaran. Tetapi sampai saat ini masih ada pemadaman, berarti PLN ingkar janji dan hanya memberikan janji kosong," tegas Ketua DPRD Kalbar, Ir H Zulfadhli. Apa pun konsekuensinya, kata Zulfadhli, pihak PLN seharusnya sudah selesai melakukan perbaikan mesin terutama yang ada di PLTD Sungai Raya. "DPRD akan mengevaluasi kinerja PLN wilayah Kalbar dan akan sampai tahap menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi di manajemen perusahaan tersebut," tukasnya. Bila sampai hari ini, kata Zulfadhli, perbaikan mesin yang rusak belum selesai, tentu ada persoalan lain di tubuh PLN. "Kita juga akan mendukung bila masyarakat melakukan class action," tegasnya. Class action adalah upaya sekelompok orang menggugat lembaga akibat kepentingan publik terganggu. Kasus PLN memenuhi syarat untuk itu. Berkarya Buat Bangsa Ke depan, masyarakat akan lebih menuntut peran-peran yang dilakukan partai politik dan Partai Golkar akan lebih berbuat banyak untuk kepentingan rakyat sehingga bisa lebih berkarya bagi bangsa. Pernyataan ini ditegaskan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Kalbar, Ir H Zulfadhli dalam syukuran HUT Partai Golkar ke 42 di Gedung Zamrud Jalan A Yani, Jumat (20/10) sore kemarin. Lebih lanjut dikatakan Zulfadhli, Golkar dengan kiprah dan peran kader yang duduk di legislatif serta eksekutif maupun sebagai pengusaha sudah berperan mempercepat pembangunan di Kalbar. "Namun semua itu sangat tergantung pada pimpinan eksekutif yang memegang kendali, Golkar sebagai mitra dan mengawasi jalannya pembangunan. Saat ini yang perlu ditangani di Kalbar yaitu meningkatkan kualitas SDM yang masih rendah dan masih perlu terobosan-terobosan serta lompatan-lompatan besar sehingga Kalbar bangkit mengejar ketertinggalannya," ucapnya. Zulfadhli juga mengingatkan, dengan HUT Golkar ini, agar dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi dan intropeksi diri. "Kita sudah bisa melewati dan lolos dari tantangan berat dan sampai sampai saat ini Partai Golkar masih menjadi pilihan rakyat untuk menyampaikan aspirasi. Kita harus berbuat langsung kepada rakyat, bila partai tidak peduli dan dekat, maka rakyat akan menjadikannya sebagai pilihan karena masyarakat sudah jenuh dengan wacana-wacana yang dikembangkan tanpa jelas hasilnya," tegas Zulfadhli. * [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
