http://www.hariansib.com/content/view/15551/9/
Kalla: Presiden Tengah Lakukan Evaluasi Kinerja Kabinet
Written by Redaksi
22 Oktober 2006 jam 22:53
Jakarta (SIB)
Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan, selain penghargaan, teguran dan
peringatan,............ boleh jadi hasil evaluasi bisa berarti pergantian
menteri.
Diakuinya, saat ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tengah melakukan
evaluasi kinerja Kabinet Indonesia Bersatu. Namun, hingga tepat dua tahun
kabinet Jumat kemarin, hasil evaluasi belum diberitahukan kepada
menteri-menteri yang bersangkutan.
"Evaluasi dilakukan untuk mendapat penghargaan maupun teguran dan
peringatan. Tapi, evaluasi juga boleh diartikan berakibat pergantian menteri.
Tapi, saat ini belum keluar hasil evaluasi presiden. Itu hak prerogatif
presiden," kata Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jumat.
Terkait desakan agar presiden memilih menteri-menteri berdasar keahlian
(zaken kabinet), Kalla menilai usul tersebut sudah tidak sesuai dengan sistem
politik pascareformasi. Pasalnya, saat ini tidak lagi dibutuhkan kabinet yang
kuat, tapi legislatif dan pemerintah daerah yang kuat. "Lagi pula, kabinet
hasil koalisi tidak berarti menteri-menterinya tidak ahli," tegasnya.
Ketua Umum Partai Golkar itu mengatakan, sistem politik pascareformasi
tidak lagi dikendalikan eksekutif. Sebab, pemerintah telah berbagi kekuasaan
dalam pengambilan keputusan dan tata kelola pemerintahan dengan DPR.
"DPR sekarang ini lebih efektif di banding pemerintah. Misalnya, soal
bujet, dulu cukup Bappenas dan Depkeu sudah selesai, DPR tinggal cap. Sekarang
butuh pembicaraan panjang dengan DPR sebelum bisa dilaksanakan," terang Kalla.
Selain itu, sebagian kewenangan eksekutif kini juga sudah didelegasikan
kepada pemerintah daerah. Akibatnya, tidak seluruh kebijakan pemerintah pusat
dapat dilaksanakan di daerah.
DIUSULKAN CALON MENTERI
Isu reshuffle kabinet bergulir kencang. Jumat, bekas Ketua MPR Amien Rais
memunculkan lima bibit unggul yang bisa mengisi pemerintahan.
Mereka adalah Din Syamsuddin (Muhammadiyah), Pramono Anung (PDIP),
Dradjat Wibowo (PAN), Faisal Basri, dan Hidayat Nurwahid (PKS).
"Saya melihat di berbagai kelompok ada yang menjadi harapan, seperti Din
Syamsuddin, dari PDIP ada Pramono Anung, ekonomi Drajad Wibowo, Faisal Basri,
dari PKS ada Hidayat Nurwahid. Saya kira kalau teman-teman yang muda-muda
kemudian menyusun program penyelamatan bangsa, masih ada harapan," katanya
menjawab pertanyaan soal reshuffle seusai buka puasa bersama pimpinan parpol
dan yatim piatu di Kantor DPP Partai Persatuan Daerah (PPD), Jakarta, kemarin.
Pendiri PAN itu mengusulkan perlunya dilakukan persemaian bibit-bibit
unggul terdiri dari berbagai kalangan dan profesi memperbaiki kondisi bangsa
yang masih memprihatinkan. Pasalnya, dia mengaku pesimis situasi bangsa
bertambah baik tiga tahun ke depan, tanpa dilandasi komitmen seratus persen
memperbaikinya.
"Reshuffle terserah Pak Yudhoyono," tandas Amien Rais.
Ketika ditanya kok rajin menyambangi acara partai-partai apakah sebagai
ancang-ancang maju Pilpres 2009, Amien tidak membantah atau membenarkan.
"Saya memang suka silahturahmi, di undang kemana-mana akan datang, bila
sehat. Kalau soal 2009 masih jauh, belum ada seberkas pikiran, masih jauh
sekali. Sekarang yang penting, pemerintah sekarang kita dorong lebih bagus
lagi, sambil kalau bisa cari bibit unggul susun pemerintahan nasional yang
lebih jitu," kelitnya.
Di tempat yang sama, Ketua Umum DPP PPD Oesman Sapta menilai, desakan
melakukan reshuffle kabinet yang belakangan santer sepenuhnya menjadi wewenang
prerogatif presiden. "Biarkan yang ngurus kabinet. Kalau memang itu, sudah
saatnya dan menurut aturan main memang pantas, kenapa tidak. Kecuali kalau
presiden tidak mau menggunakan haknya," katanya. (RM/e)
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/