> "jasadlelaki" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> jadi gimana pula dengan seseorang yang bermerek muslim tapi 
> sebenarnya tak ada yang ia percayai kecuali amrik doang?
> si jasad.
> 


Yang memakai merek muslim itu Yusuf Randi, dia membutuhkan mereka
Muslim untuk menipu Muslim, pura2 percaya Islam.

Kalo saya tidak perlu pakai merek muslim, apalagi saya tidak pernah
memasang mereka muslim pada diri saya.  Saya itu sejak lahir sudah
muslim bukan kemauan saya, bukan juga pilihan saya, mungkin bisa
dikatakan sebagai kecelakaan.  Dengan kata lain, saya lahir sudah
diberi merek oleh orang tua saya sebagai muslim.  Hal ini merupakana
pemaksaan dan pelanggaran HAM.  Tapi setelah saya dewasa ternyata
setelah berdabat dan bertengkar dengan orang tua, beliau bisa menerima
dan menghargai pendirian saya.  Namun beliau tetap menganggap diri
saya Islam, dan saya juga tidak masalah kalo dianggap Islam maupun
melakukan semua tradisi Islam.  Tapi saya sama sekali tidak percaya. 
Sama seperti halnya, jutaan orang berpartisipasi dalam penyembahan
dewa2 Olympus dalam acara Olympic Games.  Namun penyembahan itu
hanyalah ceremonial yang bukan kepercayaan.  Demikianlah, kita sudah
menjadi peserta Olympiade meskipun tak percaya dewa2nya.  Apa bedanya
dengan agama2 lainnya ?????  Saya tetap boleh berpuasa, tetap
berlebaran, tetap shalat kalo ada saat2 yang memang membutuhkannya,
semua itu sama sekali tidak perlu saya tentang atau menolaknya !!! 
Tetapi kalo disuruh bakar Gereja, bakar mesjid Ahmadiah, sorry ya,
bukan hanya saya enggak mau ikutan, bahkan saya MENGUTUKNYA
SE-BIADAB2NYA MESKIPUN PERBUATAN ITU PERINTAH ALQURAN.

Demikianlah, orang yang ketinggalan zaman, dan tak berpendidikan belum
bisa memahami arti sebuah agama.  Agama itu merupakan budaya, yang
artinya boleh anda percaya, dan bebas untuk enggak percaya.  Tidak
bisa dianggap bahwa anda Islam karena percaya Allah, ternyata umat
Ahmadiah tidak dianggap Islam meskipun mereka juga percaya Allah yang
sama.  Begitulah contohnya, anda tak perlu mempermasalahkan pandangan
saya ini, apalagi saya menyatakannya dengan kejujuran sejati BAHWA
SAYA TAK PERCAYA ALLAH KARENA SAYA BERHASIL MEMBUKTIKAN SECARA PASTI
BAHWA ALLAH ITU TERBUAT DARI DZAT ANGAN2.  Justru orang2 kayak Jusuf
Randy ini yang sangat jahat, dia menipu umat Islam dengan memanfaatkan
kebodohannya untuk dikeruk keuntungan ber-macam2, mulai dari banyak
isteri, hingga mengeruk uang korupsi melalui organisasi Cendekiawan
Muslim yang tidak cendekia itu.

Cukup anda memahami bahwa Allah itu hanyalah angan2, tapi kalo anda
mau percaya saya tidak keberatan, namun ingat, kalo kepercayaan itu
akhirnya menuju kepada bakar2an dan jarah2an, harus anda akui hal itu
salah, kalo saja mereka memahami agama sebagai angan2, maka hal2 yang
buruk tak akan terjadi.  Saya bukan melarang anda percaya, tapi
berusaha mencegah bakar2an yang melanggar HAM itu.

Ny. Muslim binti Muskitawati.












> --- In [email protected], "Hafsah Salim" <muskitawati@> wrote:
> >
> > Jusuf Randy Petualang Yang di Uber2 Koruptor !!!
> > 
> > Sewaktu saya ke Indonesia dulu, saya memang membaca banyak kasus Jusuf
> > Randy.  Memang sejak pertama dia masuk, saya sudah merasa kalo orang
> > ini adalah penipu.  Dan hal ini saya sampaikan kepada teman2 saya para
> > pakar komputer di Indonesia.  Memang tidak ada satupun pakar Komputer
> > di Indonesia yang menganggap Jusuf Randy sebagai ahli komputer.  Dia
> > menjadi besar bukan atas hasil kemampuannya, melainkan ada tangan2
> > kuat yang tak terlihat yang membantunya.  Antara lain belakangan
> > ketahuan bahwa orang2 gelap yang dibelakang dirinya adalah Habibie,
> > Tutut, dan Sudomo.
> > 
> > Mungkin ada diantara para pembaca merasa heran, kenapa Jusuf Randy
> > bisa terperangkap dipenjara sementara backingnya adalah orang2 top
> > superkuat di Indonesia, jawabnya adalah terbongkarnya kasus pemasukan
> > barang2 dan mesin2 pesanan pemerintah ke Indonesia yang kesemuanya
> > bekas dari Jerman namun dinyatakan sebagai barang baru.  Kasus ini
> > tergolong korupsi, apalagi menyangkut Sudomo, Tutut dan Habibie. 
> > Banyak tudingan yang mengarah otaknya adalah ketiga orang ini dan
> > Jusuf Randi hanyalah wayangnya saja.  Itulah sebabnya, untuk bisa
> > menggusur ketiga orang kuat ini, maka sengaja kesalahan2 Jusuf Randy
> > di ekspose besar2an agar bisa dijadikan saksi yang buka mulut
> > menyebutkan atau melibatkan ketiga orang ini.
> > 
> > Demikianlah saya berpendapat ketiga pejabat atas inilah yang kemudian
> > mengusahakan keluarnya Jusuf Randy untuk jadi tahanan luar agar bisa
> > dibunuh diluar agar urusannya tidak lagi dibicarakan sehingga perkara
> > korupsi ini tertutup rapat.  Membunuh saksi bukan hal yang baru di
> > Indonesia.  Demikianlah, anggapan saya waktu itu Jusuf Randy yang
> > dikabarkan melarikan diri ke Singapore hanyalah issue yang sengaja
> > disebarkan ketiga orang kuat ini untuk mengecoh masyarakat karena
> > Jusuf Randy kemungkinan besar sudah mati tanpa kuburannya.  Namun kalo
> > ada orang dimilist yang mengaku dirinya sebagai Jusuf Randy, tentu
> > saja sangat meragukan, apalagi ceritanya mengenai dirinya banyak
> > sekali yang tidak cocok dengan apa yang disebarkan oleh koran2 yang
> > berasal dari bekas teman2nya di Jerman.  Namun saya sendiri tidak
> > mengesampingkan kalo dia berhasil menyelamatkan dirinya dan memahami
> > dirinya dalam bahaya karena bekas backingnya berusaha memang membunuh
> > dirinya untuk tentunya menyelamatkan diri sendiri.
> > 
> > Jusuf Randy bukanlah seorang yang cerdas, dia jualan tempe kepada
> > orang2 Indonesia yang sedang belajar di Jerman, sehingga tidak aneh
> > kalo dia banyak berkenalan dengan orang2 Indonesia yang akhirnya jadi
> > pejabat2 tinggi seperti Habibie.  Atas bantuan Habibie dan banyak
> > rekan2nya bekas mahasiswa Jerman itulah akhirnya Jusuf Randy berhasil
> > masuk ke Indonesia dengan memalsukan berbagai surat2.
> > 
> > Karena melihat kesederhanaan Jusuf Randy inilah kemungkinan besar
> > Habibie dan banyak rekan2nya di Cendekiawan Muslim menganggapnya tepat
> > orang ini untuk dijadikan kambing hitam.  Akhirnya Jusuf Randy di make
> > up sebagai ahli komputer yang bermodal mendirikan yayasan LPKIA yang
> > biayanya tidak seberapa.  Demikianlah semua barang2 rongsokan akhirnya
> > masuk sebagai pesanan pemerintah, tentu keuntungannya semua diraup
> > oleh ketiga orang kuat ini yaitu Habibie, Sudomo, maupun Tutut.
> > 
> > Contohnya saja, Tutut memasukkan komputer bekas bobrok ke PolRi untuk
> > memproses STNK dan SIM.  Habibie memasukkan mesin2 fotocopy warna
> > maupun berbagai mesin lainnya yang kesemuanya bekas tapi dinyatakan
> > baru dengan harga berlipat kali.  Sudomo tidak ketinggalan juga
> > memasukkan komputer untuk DKI Jaya yang memproses KTP.  Semua nya
> > dimasukkan melalui LPKIA dimana Jusuf Randy sebagai koordinator
> > penanggung jawabnya.  Entah, apakah Jusuf Randy sendiri tahu kalo
> > semuanya itu mesin2 bekas, mungkin dia juga tahu tetapi tutup mulut
> > karena kebagian juga duitnya.  Yang penting, sebelum Jusuf Randy
> > banyak buka mulut, dia harus dihilangkan dari muka bumi Indonesia. 
> > Entah apakah dia dibunuh ataupun melarikan diri, tak ada yang bisa
> > mengkonfirmasinya, bahkan isteri2nya juga tidak berani memastikannya.
> >  Sehingga bukanlah hal yang tidak mungkin orang yang mengaku sebagai
> > Jusuf Randy yang banyak menulis di millist hanyalah orang2 kelompok
> > yang ingin memberi kesan bahwa Jusuf Randy masih hidup.
> > 
> > Namun saya tidak mengesampingkan bahwa Jusuf Randy tidak dibunuh
> > dengan pertimbangan dia adalah warganegara Jerman sehingga kalo sampai
> > dia terbunuh, maka hubungan Indonesia-Jerman bisa terpengaruh dimana
> > hal ini akan menyangkut posisi Habibie di Jerman sendiri.  Karena yang
> > menjadi warganegara Jerman bukanlah hanya Jusuf Randy, tetapi juga
> > Habibie.  Apalagi di Jerman juga Habibie tersangkut penipuan yang
> > melibatkan seorang petinggi Jerman sehingga posisi Habibie memang
> > sangat rentan untuk cari gara2 dengan pemerintah Jerman.  Hal inilah
> > yang kemungkinan besar bisa menyelamatkan Jusuf Randy dari pembunuhan
> > rahasia yang biasa dilakukan penguasa waktu itu hingga saat kini
> > seperti yang dialami Munir.
> > 
> > Terbongkarnya permainan Jusuf Randy dimulai dari dirinya dikuntit oleh
> > seorang petugas kelurahan yang sakit hati karena merasa jasanya
> > membuatkan KTP palsu itu tidak dibayar sebagaimana telah dijanjikan
> > oleh Jusuf Randy.  Dari hal ini bisa kita gambarkan bahwa Jusuf Randy
> > yang katanya pendiri LPKIA ternyata tak punya banyak uang, dan uang di
> > LPKIA kemungkinan besar tidak masuk kekantongnya melainkan kepada
> > ketiga otak yang menjadi backingnya.  Berbagai yayasan yang didirikan
> > Yusuf Randy juga sama, hanyalah kamuflase dan sama sekali bukan
> > miliknya melainkan milik keluarga cendana untuk mengalirkan uang
> > korupsi yang disumbangkan keberbagai yayasan yang kemudian baru
> > ditransfer ke bank account di luar negeri atas nama pribadi.
> > 
> > Setelah dikuntit, sipetugas kelurahan keheranan, Jusuf Randy yang
> > di-koran2 terkenal sebagai seorang muslim yang saleh, ternyata di hari
> > minggu dia secara sembunyi2 beribadah di Gereja.  Karena penasaran,
> > maka si petugas ikut masuk ke Gereja dan menyelidiki apa yang
> > dikerjakan didalam gereja.  Si petugas sangat terkejut, ternyata Jusuf
> > Randy adalah seorang umat Gereja yang banyak sekali menyumbang kepada
> > Gereja ini.  Namun di hari Jum'at, Jusuf secara demostratif melakukan
> > shalat Jum'at dengan banyak sekali rekan2nya dari Cendekiawan Muslim.
> > 
> > Demikianlah, si petugas kelurahan melaporkannya kepada polisi semua
> > yang disaksikannya, dan petugas polisi melakukan penyidikan diam2
> > karena menyangkut orang2 penting dibelakang Jusuf Randy.  Setelah
> > semuanya jelas, bahwa Jusuf Randy adalah keturunan Cina yang melakukan
> > pemalsuan KTP dan Pasport, maka pihak kepolisian pertama adalah
> > menangkap lurah yang mengeluarkan KTP maupun beberapa orang immigrasi
> > yang terlibat.  Dari hal inilah perkaranya kemudian dikembangkan
> > hingga masuknya mesin2 bekas yang dibeli dengan harga baru oleh
> > pemerintah dimana Jusuf Randy akhirnya dijadikan tertuduh penipu,
> > penyelundup, dan koruptor.  Tujuannya jelas, mau mengarahkan
> > permasalahannya kepada ketiga backingnya yaitu Sudomo, Tutut, maupun
> > Habibie.  Namun semuanya diselesaikan dengan hilangnya Jusuf Randy
> > secara ajaib, dan Sudomo, Tutut, maupun Habibie terbebas dari tuduhan,
> > se-olah2 kesemuanya merupakan tanggung jawab Jusuf Randy seorang diri.
> > 
> > Ini hanyalah contoh bagaimana penipuan kelas rendah yang menyangkut
> > harga2 atau nilai2 uang yang tinggi yang dilakukan oleh keluarga
> > pejabat yang paling tinggi.  Ini cuma sebagian kecil dari korupsi yang
> > sekian besar yang melibatkan Habibie dan keluarga Cendana.  Dengan
> > selesainya kasus Jusuf Randy, maka LPKIA tidak lagi dibutuhkan,
> > Habibie dkk merambah lagi uang negara dengan cara2 yang lain termasuk
> > pabrik pesawat yang produknya semuanya bisa terbang untuk jatuh
> > mendadak hancur.  Tak satupun produksinya yang berhasil dijual
> > meskipun ada yang berhasil ditukar dengan beras ketan di Thailand.
> > 
> > Kesimpulannya, Jusuf Randy disesali kebodohannya oleh Habibie dkk
> > karena tidak mampu mengorbankan kepercayaannya.  Manusia ini hidup
> > penuh dengan diselimuti kepercayaan Kristen agamanya sendiri, namun
> > dia juga ingin hidup kaya raya dengan ber-pura2 beragama Islam.  Dan
> > umat Islam di Indonesia sangat bangga memiliki seorang genius
> > Internasional yang beragama Islam, kebanggaan umat Islam inilah yang
> > sebelumnya bisa menyelamatkan permainan sandiwara Jusuf Randy.  Umat
> > Islam kehilangan icon kebanggaannya, karena yang dibanggakan sebagai
> > seorang Genius beragama Islam sesungguhnya orang Kristen yang dipaksa
> > dipoles oleh Habibie dkk menjadi se-olah2 umat Islam agar segala
> > permainan mengeruk uang negara bisa telaksana mulus.
> > 
> > Kasus Jusuf Randy mau dipandang dari sudut manapun tak bisa terlepas
> > dari kenyataan bahwa melibatkan agama kedalam urusan negara menjadi
> > penyebab utama kebobolan negara yang dilakukan pejabat2nya.  Jusuf
> > Randy yang tidak pernah belajar Komputer bisa menjadi Raja Komputer di
> > Indonesia, dan hal ini hanya mungkin atas berkat Allah dan Islam. 
> > Sebuah kebanggaan umat Islam yang memalukan yang berakhir dengan
> > kebencian dan dendam sehingga keselamatan Jusuf Randy menjadi
> taruhannya.
> > 
> > SiRaja Komputer yang genius kebanggaan umat Islam di Indonesia
> > sekarang menjadi pengabar Injil diantara orang2 Indonesia di Jerman. 
> > Pengalamannya patut dibanggakan meskipun memalukan umat Islam.  Bukan
> > tidak mungkin semua yang dikabarkan genius yang beragama Islam di
> > Indonesia ternyata beragama Kristen seperti Jusuf Randy.  Karena
> > kenyataannya, seorang yang diracuni dogma Islam tidak pernah bisa jadi
> > genius karena dogma Islam pada hakekatnya merusak kemampuan otak untuk
> > berlogika.
> > 
> > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> >
>





Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke