RASA TAKUT DAN KEJAHATAN Agama Kristen, Islam, Hindu dll mengajarkan hendaknya kamu TAKUT akan Allah atau Dewa-dewa atau Tuhan, takut akan orang tua. Dan ini semua diamini dan diterima dengan baik oleh semua pengikut agama. Menurut saya mengajarkan RASA TAKUT itu tidak benar, menghambat kreatifitas seseorang. Jika saya takut akan bapak dibalik rasa takut tadi ada rasa tersembunyi untuk tidak suka bertemu dan berkomunikasi dengan bapak lebih merasa aman dan relax jika bertemu ibu karena tidak ada rasa takut. Begitupun takut akan guru, kiai, pastor, atasa, tentara dan yang lain akan menggiring seseorang hilang daya kreatifnya, munculnya penghormatan palsu, laporan yang ABS dsb. Bahkan bisa berbuat diluar nalar dari akal sehat, semakin tinggi rasa takut yang dimiliki seseorang semakin tidak rasional tindakan yang akan dimunculkannya. Ambil contoh, ketika saya masih kecil memecahkan gelas ayah, dimana figur ayah sangat ditakuti dikeluarga kami, saya mengancam adik saya jangan sampai memberitahukan kepada siapapun. Institusi TNI begitu takut dengan Munir. Maka TNI bertindak diluar akal sehat, TNI lebih dikendalikan rasa takutnya daripada mencari jalan keluar yang tepat. Suharto takut tergusur dari kursi kepresidenan maka dia lebih senang membuat negara kukut asal tampuk kekuasaannya tidak jatuh. Karena seseorang takut miskin, maka mereka menipu dan korup. Orang yang tidak takut miskin akan kerja keras, jujur dan kreatif untuk mengatasi ketidak cukupannya. Teman kantor saya tidak maju-maju dalam menjalankan program-program komputer yang ada karena takut mencoba-coba segala fasilitas yang ada di dalamnya. Ketakutan menghambat kemajuan berpikir. Demikian juga jika Takut akan Allah Swt atau Tuhan atau Dewa. Dan agama mengajarkan kita agar takut akan Allah Swt atau Tuhan? Apakah hal itu tidak baik? Seseorang kiai, pastor, biku mengajarkan para pengikutnya agar takut terhadap neraka, patuhilah perintah Tuhanmu maka kamu akan mendapat 72 bidadari di surga, kamu akan muksa dst. Kesalahan agama-agama karena mengajarkan ketakutan, ketakutan akan memunculkan kejahatan. Dalam abad pertengahan kekristenan begitu takut akan kemajuan ilmu pengetahuan, sehingga gereja bertindak irasional. Banyak ilmuwan sejati disiksa bahkan sampai mati karena takut kewibawaan otoritas agama direndahkan karena pada saat itu agama telah DITUHANKAN. Syeh Siti Jenar konon menurut legenda juga dibunuh oleh 9 wali yang lain karena dia paling pintar dan dianggap mengajarkan Islam dengan tidak benar, kurang lebih seperti Ahmadiyah atau pengikut Mirza Gulam Ahmad dari Pakistan itu. Disini agama telah menjadi TUHAN bagi orang beragama. Karena apa? Ya karena ketakutan tadi. Banyak pengikut Islam saat ini begitu keras dan kaku karena takut dengan budaya barat, takut aturan- aturannya tidak laku di dunia internasional, takut umatnya keluar dari Islam maka gereja-gereja dibakar, IMB dipersulit. Demikian juga dunia barat takut akan orang muslim sehingga arus imigran muslim harus dihambat, Turki susah menjadi anggota Uni Eropa secara penuh. Islam dalam sejarahnya sungguh berdarah-darah, saling membantai dan membunuh. Karena TAKUT diungkap pelaku yang sebenarnya siapa maka perlu kambing hitam ORANG YAHUDI dan ini tetap berlaku sampai sekarang karena TAKUT tidak mentaati Al Qur'an yang mengatakan demikian. Darah Yahudi memang sah untuk dituangkan. Orang kristen takut tidak menuruti omongan Yesus "Baptislah semua bangsa atas namaku..." mereka bertindak agresip masuk ke kalangan orang lain iman dengan tidak ragu-ragu menyodorkan iman kristen yang dianggap 100% lebih benar. Karena saking takutnya dengan kata TUHAN atau ALLAH, maka yang terjadi adalah orang-orang baik bisa saja dikorbankan demi kata-kata tersebut. Tak ubahnya agama kafir masa lalu yang harus mengorban perawan di depan dewa mereka. Dalam memahami Allah atau Tuhan justru kata-kata itu sendirilah yang menghambat pemahaman orang-orang akan Allah. Ambil saja analogi begini, saya pergi ke LA dan begitu keluar dari air port LAX ada tulisan Selamat Datang di Los Angeles. Kemudian saya pulang kampung dan bercerita bahwa ada tulisan bagus terbuat dari kuningan besar menyala Selamat Datang di Los Angeles. Akhirnya semua orang di kampung saya bercerita bahwa Los Angeles adalah tulisan kuning keemasan dengan ucapan Selamat Datang di Los Angeles dan seolah-olah mereka itu benar-benar pernah ke LA. Padahal Los Angeles sendiri jauh sekali kenyataannya dari yang orang-orang di kampung terangkan yang didapat dari keterangan saya. Jika mereka benar-benar melihat Los Angeles baru dia mengerti bahwa apa yang dia terangkan secara panjang lebar itu TIDAK COCOK SAMASEKALI. Orang kristen mengklaim hanya orang kristen yang masuk surga, Islam, Hindu, Budha, dll juga akan mengklaim bahwa surga hanya untuk kelompoknya saja. Bagaimana seumpama nanti sdr. Riki ada di surga karena menghayati islamnya secara kafah dan ternyata ketemu Ny. Mus yang islamnya dianggap amburadul atau ternyata di surga Ba'asyir ketemu Paus Yohanes Paulus. Apakah Ba'asyir dan sdr. Riki akan mencak-mencak kepada Tuhan untuk pindah dari surga karena nggak betah tinggal bersama orang kafir ada di situ? Tuhan akan bertanya: "Pindah kemana? Inilah satu-satunya tempat yang paling baik yang bisa aku buat kalian semuanya!! Terorist Muslim itu juga produk dari ketakutan yang dijejalkan melalui agama sehingga mereka mampu bertindak yang bagi orang lain tidak masuk akal. Maka dunia barat mengajarkan ketidak takutan, anak- anak belajar agama juga tidak boleh ditakut-takuti oleh yang namanya Tuhan. Mereka diajar memahami Allah Swt benar-benar Bismillah hirrachman nirrachim (maha belas kasih) tidak boleh ditakuti-takuti. Jika anda jeli mengikuti perjalanan Paus Yohanes Paulus II beberapa kali pesan pertamanya adalah "Jangan Takut" dan saya rasa itu benar. Ketakutan Islam pada komunis sebelum th. 1965 di Indonesia dimanfaatkan oleh TNI untuk menggasak PKI, sehingga NU dan Ansor bertindak diluar nalar mampu membunuhi ratusan atau bahkan jutaan orang tanpa ada perasaan kasihan atau salah. Sedangkan mereka yang dibunuh tidak mengerti apa-apa hanya sebaian kecil aja yang mengerti. PKI Kejam! Memfitnah lebih kejam dari pada pembunuhan! Begitu slogan-slogan yang tertulis. Siapakah sebenarnya yang kejam? Yang membunuh atau yang dibunuh? Siapa memfitnah siapa atau siap yang mudah difitnah? Begitulah jika agama mengajarkan ketakutan. Ini hanya pemikiran saya atas dasar "othak-athik mathuk" (dicocok-cocokan). Wasallam' H Asmara Hardi [EMAIL PROTECTED]
Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
