saya pernah bergabung di usa seperti yang anda sebut itu, justru
sikap-sikap dalam menghargai pendapat orang lain amat kontradiksi
dengan sikap anda yang istilah kasarnya "mentaik-taikkan" sesama(anda
kan senang dengan istilah "taik2an begini" ini terpaksa saya buat
sebagai contohnya).

di usa kalau kita memberikan gagasan2 walau terlihat remeh sekalipun
mereka selalu sambut dengan tepuk tangan meriah, karna dengan cara ini
orang tsb semakin PEDE. namun bukan berarti kalau mereka jadi PEDE
lantas meremehkan pihak yang lain, karna dengan meningkatnya tingkat
ke PEDEan mereka maka hal ini akan mengurangi rasa minder yang bisa
mengakibatkan kemerosotan. anda hanya memiliki ilmu ke PEDEan dan ke
GE-ERan saja, sementara ilmu menhargai pendapat orang lain nonsense
sama sekali. dan di bumi ini tak ada satu pun manusia yang sempurna.

dalam penilaian saya selama ini, sebagian besar tulisan-tulisan anda
bukanlah merupakan kritik yang membangun, namun merupakan kritikan2
yang membuat mental sebuah bangsa semakin merosot dan amburadul. dan
anda terlalu cepat melangkah ke tangga ke 10 sementara tangga2 yang ke
2 sampai ke 8 anda langkahi.

ibarat mendidik seorang anak yang lamban berpikir, anda termasuk orang
tua yang tidak sabaran, galak dan memojokkan anak yang kurang lancar
semakin jatuh terperosok ke jurang kemerosotan yang membuat anak itu
tak akan pernah mencapai tahap2 perkembangan yang lebih maju.

kelihatannya anda tidak menguasai ilmu mental psikologi. rasa2nya
belum pernah saya temukan di usa type seorang pendidik yang memiliki
karakteristik seperti anda. sebagai seorang yang mengaku staff
pengajar di salah satu universitas yang cukup outstanding di dunia
ini, segala perilaku anda selama ini sungguh2 di luar konteks dari
sistem international education science. 

si jasad.



 --- In [email protected], "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> > "jasadlelaki" <jasadlelaki@> wrote:
> > masalahnya mus, bahwa si ucup itu low profile, sementara anda itu
> > sebaliknya. dia itu ibarat padi yang berisi, sementara anda ibarat
> > tong kosong yang membisingkan bukan lagi nyaring. 
> > si jasad.
> > 
> 
> 
> Ooooh..... itu pepatah Jawa zaman dulu yang dizaman sekarang menjadi
> penyebab utama pengangguran besar2an, itulah pepatah yang menyesatkan
> yang membuat bangsa jadi terkebelakang !!!  Akibatnya tidak ada dunia
> professional yang bersedia menggunakan tenaga2 dari Indonesia !!!
> 
> Dulu dikatakan, "padi makin tunduk, berarti makin berisi"
> Artinya, orang pandai selalu rendah hati, tak mau membanggakan
> kepandaiannya, bahkan harus menyembunyikan kepandaiannya ber-pura2
> bodoh, ber-pura2 tidak pandai.
> 
> Namun di Zaman sekarang, masyarakat Indonesia sudah jelas bodoh
> semuanya, dan untuk supaya tidak dianggap bodoh, mereka ber-pura2
> bodoh agar dikira pandai, dikira berisi, meskipun se-benar2nya bodoh,
> dan tidak berisi sama sekali.  Demikianlah, banyak perusahaan2 asing
> akhirnya cabut karena merasa terlalu banyak penipuan karena Direktur
> Kepegawaian yang bertugas menerima tenaga2 wajib orang Indonesia yang
> menguasai budaya diatas tentang pura2 bodoh, akibatnya kepala bagian
> kepegawaian menerima pegawai yang seharusnya professional selalu
> mempercayai mereka yang rendah hati, yang suka menyatakan dirinya
> bodoh, dan selalu menyembunyikan kepandaiannya. Padahal orang ini
> benar2 bodoh yang ber-pura2 bodoh.
> 
> Demikianlah, kalo anda pernah kuliah di Amerika, maka anda selalu
> diwajibkan untuk menghadiri seminar "Career Center" dan disini anda
> wajib untuk membuat resume dimana isinya harus menonjolkan,
> membanggakan kepandaian2 anda agar terlihat lebih daripada yang
> sebenarnya.  Oleh karena itu, orang2 Indonesia yang budayanya
> menggunakan pepatah diatas, tidak akan pernah memenangkan pekerjaan,
> dan hal ini sama yang dialami oleh pemerintah RI sekarang dimana semua
> investor cabut karena kualitas pegawainya dinilai sangat rendah, lebih
> rendah daripada kebodohan yang ditonjolkan sehingga pepatah yang
> berlaku seharusnya sbb:
> 
> "padi semakin kosong semakin tunduk karena lebih berat kulitnya
> katimbang isinya"
> 
> Dulu, memang harus "ber-pura2lah bodoh agar dikira pandai".
> Sekarang, mereka yang "ber-pura2 bodoh, pasti memang lebih bodoh
> daripada pura2 yang di-tunjukkannya".
> 
> Seorang ahli dengan pengalaman dan pengetahuannya yang tinggi selalu
> dibicarakan banyak perusahaan yang berusaha menarik dirinya dengan
> gaji yang lebih tinggi tentunya.  Demikianlah seorang professional
> bukanlah tong kosong atau tong yang berisi, melainkan seorang yang
> namanya nyaring dipanggil kesana kemari.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> > 
> >  --- In [email protected], "Hafsah Salim" <muskitawati@> wrote:
> > >
> > > Profile Mang Ucup identik dengan Tawangalun
> > > 
> > > Memang Mang Ucup tak pernah menyangkal dirinya adalah Jusup Randy,
> > > bahkan tulisan2nya yang terakhir malah mengaku dirinya memang Jusuf
> > > Randy dengan melampirkan Wikipedia membanggakan bahwa namanya
> > > tercantum disana.
> > > 
> > > Namun kalo anda teliti semua tulisan2 Mang Ucup itu sangatlah
dangkal
> > > tak ada terlihat kemampuan menganalisa sebuah permasalahan yang
paling
> > > sederhana sekalipun.  Padahal sebagai seorang yang pernah belajar
> > > komputer, paling sedikit harus memiliki daya berpikir logis,
rasional
> > > maupun tajam.  Semua tulisan2nya se-mata2 mengagulkan dirinya dengan
> > > cara cerita2 konyol, banyol2an kelas orang yang kurang pendidikan.
> > > 
> > > Demikianlah dari karakter tulisan2nya, Mang Ucup bisa di identik-kan
> > > dengan Tawangalun.  Ke-dua2nya diracuni dogma agamanya masing2
dimana
> > > Mang Ucup mempromosikan Kristen, dan Tawangalun mempromosikan
Islam. 
> > > Keduanya berusaha mengulas masalah dengan logika yang sangat
dangkal.
> > >  Dan keduanya merupakan Chauvinistik, yang satu ke Cina dan yang
lain
> > > ke Arab.
> > > 
> > > Tawangalun adalah wn Indonesia, sedangkan Mang Ucup warganegara
> > > Jerman, namun ada pembaca yang menyatakan dia tinggal di Belanda. 
> > > Jadi Mang Ucup lebih kompleks karena dia lahir di Indonesia, jadi wn
> > > Jerman, tapi tinggal di Belanda, dan kebanggaannya adalah Negara
Cina.
> > >  Dilain pihak, Tawangalun adalah wni yang tinggal maupun besar di
> > > Indonesia, tapi kebanggaannya adalah menjadi orang Arab.  Tawangalun
> > > merasa dirinya pendakwah, sedangkan Mang Ucup menganggap dirinya
> > > penginjil.  Keduanya sama2 berusaha mempromosikan website
masing2 yang
> > > isinya membanggakan dirinya.  Keduanya sama2 diracuni kepercayaan
> > > agamanya, semua tulisan2 yang tak terkait agama sekalipun oleh
> > > keduanya dimanfaatkan untuk tidak lupa mempromosikan agamanya.
> > > 
> > > Ny. Muslim binti Muskitawati.
> > >
> >
>





Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke