REFLEKSI: Presiden jual jamu Nyonya - Meneer? 

HARIAN ANALISA
Edisi Jumat, 3 November 2006 

Presiden: 
Masa Depan Indonesia Ada di Daerah 

Jakarta, (Analisa) 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, masa depan Indonesia ada di 
daerah, karenanya kemampuan pemerintah dan masyarakat lokal untuk bersinergi 
serta berkolaborasi dengan investor, akan mengubah masa depan bangsa. 

"Sebuah negara tak akan berkembang kecuali daerah-daerahnya berkembang. 
Investor harus bertemu dan bekerjasama dengan potensi lokal di daerah. Ini 
saatnya membangun Indonesia yang baru," kata Presiden di hadapan sekitar 400 
pengusaha dari berbagai negara dan para gubernur, bupati, walikota di 
Indonesia, saat membuka Indonesian Regional Investment Forum (IRIF) 2006, di 
Jakarta, Kamis. 

Kepala negara meminta para kepala daerah dan pengusaha, agar menganggap 
masyarakat lokal sebagai bagian penting dari pertumbuhan, tidak malah 
mermarginalisasikannya. 

"Ini adalah deal baru kita pascakrisis. Menjadi negara yang kuat secara ekonomi 
dan juga demokratis," tegas presiden pada acara yang diselenggarakan Dewan 
Perwakilan Daerah (DPD). 

Acara pembukaan forum dua hari ini dihadiri Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita, 
Menko Polhukam Widodo AS, Menko Ekuin Boediono, Menkeu Sri Mulyani, Mendag Mari 
Pangestu, serta Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. 

Dikatakan, setelah mengalami pukulan hebat pascakrisis ekonomi 1997, Indonesia 
saat ini mengalami kebangkitan ekonomi. 

"Pertumbuhan ekonomi tahun ini sekitar enam persen, dengan angka inflasi di 
bawah tujuh persen. Tahun lalu, pendapatan per kapita mencapai 1.300 dolar AS, 
dan diharapkan akhir 2006 menjadi 1.500 dolar AS, sedangkan nilai tukar rupiah 
stabil di angka Rp9.200 per dolar AS, sementara pasar bursa kita masuk tiga 
besar di Asia," ungkap presiden bangga. 

KOMPETISI JUAL DAERAH 

Presiden juga berharap, pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung dapat 
meningkatkan kepercayaan dunia usaha. 

"Desentralisasi bukan membuat lebih banyak korupsi, tapi bagaimana sistem lokal 
bisa menjadi transparan," tegas presiden. 

Karena itu, kepada para kepala daerah diminta dapat menumbuhkan semangat 
kompetisi dalam menjual potensinya masing-masing. 

"Investor tidak akan mengetuk pintu seperti penjual buku. Ingatlah, pemodal itu 
punya banyak pilihan. Karena itu, tanamkan bahwa Anda tak hanya bersaing dengan 
daerah-daerah lain di Indonesia, tapi juga dengan provinsi-provinsi di negara 
lain," kata presiden. 

Dari pihak DPD diperoleh keterangan, IRIF 2006 ini diikuti lebih 400 investor 
dari 20 negara. 

"Mereka akan bertemu dengan pimpinan daerah dari 16 provinsi yang menawarkan 
sekitar 50 proyek. Forum ini merupakan kegiatan terbaik untuk promosi dan 
investasi ke daerah-daerah, supaya dapat menemukan mitra bisnisnya," kata 
Anggota PAH III DPD RI Bidang APBN, Edwin Kawilarang. (An


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke