http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/deti\k.read/tahun/2006/bulan/11/tgl/03/time/071322/idnews/703456/idkanal/10


Tertipu Rp 7,4 Miliar, Anggota FPI Yogya Geruduk Kantor Valas
Bagus Kurniawan - detikcom


Yogyakarta - Ternyata pengurus Front Pembela Islam (FPI) tak luput juga dari 
penipuan. Kali ini nasib apes dialami Wakil Ketua FPI DIY-Jateng Muhammad Medy 
Romansyah. Ia tertipu Rp 7,4 miliar oleh sebuah kantor perdagangan valas PT 
Panca Dana Mas Futures di Yogyakarta.

Karena sudah dirugikan miliaran, Selasa (31/10/2006) puluhan anggota FPI 
DIY-Jateng menggeruduk kantor perdagangan valas di Wisma Hartono, Jalan 
Sudirman, Yogyakarta.

Massa yang datang mengenakan atribut FPI dengan pakaian baju koko putih-putih, 
bersorban serta pada bagian belakang bertuliskan FPI Jawa Tengah-DIY.

Saat datang di kantor PT Panca Dana Mas Futures di lantai 4 Wisma Hartono, 
kehadiran massa sempat membuat bingung para pengunjung gedung tersebut.Sebab, 
di lantai 1 hingga 3 digunakan untuk resto fastfood dan perdagangan handphone. 
Pimpinan cabang PT Panca Dana Mas Futures, Siska Budiyarti, tidak ada di tempat 
dengan alasan tidak diketahui. Mereka hanya ditemui dua orang karyawannya.

Muhammad Medy Romansyah yang mengaku menjadi korban penipuan ini menuturkan, 
sekitar 6 bulan lalu istrinya tertarik untuk menginvestasikan uang di PT Panca 
Dana Mas Futures.

Mula-mula dia menyetor uang Rp 100 juta. Kemudian Rp 900 juta dan beberapa kali 
ratusan juga hingga mencapai mininal Rp 7,4 miliar.

Enam bulan setelah mencapai kesepakatan, ketika hendak menarik uang lagi, 
betapa kagetnya Medy karena uang miliknya tinggal Rp 30 juta.

Keluarga Medy sempat shock dan sempat menanyakan ke kantor cabang PT Panca di 
Yogya, tetapi tidak ada jawaban yang memuaskan. Ia sempat
mendatangi kantor pusat di Bandung yang terletak di Wisma Lippo, Jalan Gatot 
Subroto. Namun, dua orang komisaris utama bernama Robin Sitaba dan Iwan Wahyudi 
sudah kabur dan tidak diketahui keberadaanya.

"Karena hari ini kami tidak ketemu pimpinan cabang, besok kami akan laporkan ke 
Polda karena ini jelas-jelas penipuan. Kami juga sudah melapor kepada Habib 
Rizieq mengenai kasus ini, karena ada anggota FPI Bandung juga tertipu," 
jelasnya.
(jon/nrl)

++++


http://www.detiknews.com/indexfr.php?url=http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/11/tgl/03/time/071322/idnews/703456/idkanal/10
 


PT Panca Danamas Bantah Menipu Pengurus FPI
M. Rizal Maslan - detikcom

 Jakarta - PT Panca Danamas Futures membatah tudingan pihaknya melakukan 
penipuan terhadap nasabahnya sebesar Rp 7,4 miliar. Bantahan ini disampaikan 
perusahaan valas atas tudingan Front Pembela Islam (FPI) DIY-Jateng yang 
mendatangi kantor cabangnya di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

"Klien kami sama sekali tidak melakukan tindak pidana penipuan sebagaimana yang 
dituduhkan. Yang terjadi adalah adanya "hubungan khusus pribadi" dalam 
transaksi valuta asing antara Anna Susiawaty dengan oknum perusahaan di luar 
sepengathuan klien kami atau pimpinan perusahaan," kata kuasa hukum PT Panca 
Danamas Futures, Hamdan Zoelva seperti rilis yang diterima detikcom, Jumat 
(3/11/2006).

Zoelva menyatakan, nasabah PT Panca Danamas Futures adalah Anna Susiawaty, 
bukan Muhammad Meiby Rusmansyah (bukan Medy, red) yang menjabat Wakil Ketua FPI 
DIY-Jateng. "Ini penting kami sampaikan mengingat telah terjadi disinformasi di 
media massa yang seolah-olah terjadi penipuan terhadap nasabah klien kami yang 
bernama M Meiby Rusmansyah yang mengaku sebagai Wakil Ketua FPI DIY-Jateng," 
jelasnya.

Menurut Zoelva, kebiasaan yang berlaku dalam transaksi perdagangan berjangka 
komoditi, khususnya valas, maka menjadi pengetahuan umum transaksi itu memiliki 
resiko untung rugi. Untuk itu, PT Panca Danamas Futures tidak benar telah 
melakukan penipuan terhadap Anna Susiawaty, apalagi Muhammad Meiby Rusmasyah 
yang bukan nasabah perusahaan tersebut. 

Fakta yang ada sesuai bukti-bukti yang dimiliki PT Panca Danamas Futures, 
transaksi yang dijalankan oleh Anna Susiawaty sebasar Rp 7,4 miliar tidak 
benar. Sehingga menurut Zoelva, patut diduga transaksi tersebut transaksi 
palsu. 

Transaksi palsu ini bisa terjadi karena adanya hubungan pribadi antara oknum 
karyawanm PT Panca Danamas Futures dengan Anna Susiawaty. "Kasus ini sudah 
dilakukan proses hukum oleh pihak yang berwajib," imbuh Zoelva.

Seperti diketahui, Selasa (31/10/2006) lalu, puluhan anggota FPI DIY-Jateng 
menggruduk kantor perdagangan valas PT Panca Danamas Futures di Wisma Hartono, 
Jalan Sudirman, Yogyakarta. Mereka datang untuk meminta pertanggungjawaban 
perusahaan teresebut yang dituding telah melakukan penipuan terhadap Wakil 
Ketua FPI DIY-Jateng Muhammad Meiby Rumansyah sebesar Rp 7,4 miliar. (zal/ahm)

Baca juga: 


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke