Sedikitnya 38 SMA Dapat "Voucher" Bantuan dari DPR 

Jakarta, Kompas - Pendistribusian voucher bantuan pendidikan ke sekolah-sekolah 
makin terkuak. Kendati sejumlah anggota Komisi X DPR sudah membantah, dokumen 
yang diperoleh Kompas menunjukkan, sedikitnya ada 38 sekolah menengah atas yang 
menerima voucher dari DPR pada tahun 2006. 

Dari data itu, ada 37 sekolah yang mendapat mendapat Rp 50 juta, satu sekolah 
lagi Rp 75 juta. Total nilainya Rp 1,925 miliar. 

SMAN 7 Cirebon, misalnya, telah menerima voucher Rp 50 juta dari DPR. "Waktu 
itu yang menyerahkan Pak Qomar, anggota Komisi X Fraksi Partai Demokrat," kata 
Kepala Sekolah SMAN 7 Cirebon, Wirsad Yuniuswoyo kepada Kompas, Senin (6/11). 

Wakil Kepala Sekolah SMAN 7 Najimudin mengaku tidak tahu mengapa sekolahnya 
terpilih sebagai satu-satunya SMA di Kotamadya Cirebon yang mendapat voucher. 
Dia menduga dipilih acak karena tiba-tiba ada faksimile masuk ke sekolah dari 
Sekretariat Komisi X DPR. Dua hari kemudian, Qomar datang dan menyerahkan 
voucher itu. 

Menurut Wirsad, uang itu sudah dicairkan dan dipakai untuk membeli komputer 
note book (Rp 15 juta); buku pelajaran (Rp 10 juta); referensi guru IPA/Ekonomi 
(Rp 3 juta); handycam (Rp 4 juta); pelatihan; serta pengadaan ruang belajar. 

Di Makassar, beberapa sekolah menengah umum juga mengakui telah menerima 
voucher serupa September lalu, yang diantar sendiri oleh anggota DPR. 

Di SMUN 16, misalnya, voucher Rp 50 juta diberikan oleh anggota DPR dari Fraksi 
Partai Golkar, Anwar Arifin. Voucher itu sudah dicairkan dan dipakai untuk 
membangun satu ruang kelas dan renovasi ruang-ruang kelas. "Besarnya jauh dari 
kebutuhan kami," ujar Jamruddin Jamruddin, Bendahara SMUN 16, seraya 
menunjukkan kondisi sekolah yang sudah rusak parah. 

Sementara itu, SMU Makassar Raya menerima voucher Rp 50 juta dari anggota DPR 
asal Sulsel. Dana itu, menurut Helmi, salah satu guru, dipakai untuk mengganti 
plafon yang bocor serta membangun pagar tembok. 

Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Elviana 
mengakui, Komisi X banyak membagi-bagi voucher ke sekolah. Perkiraannya, 
jumlahnya malah lebih dari 38 SMA. Dia sendiri mengaku mendapat 8 voucher. 

Dia justru heran kalau ada anggota Komisi X mencoba menutup-nutupi. Menurut 
Elviana, yang harus dipertanyakan adalah langkah politik Mendiknas Bambang 
Soedibyo yang membagi-bagi voucher kepada anggota DPR di luar komisi X yang tak 
ada kaitan dengan bidang pendidikan. 

"Mengapa Ketua DPR Agung Laksono juga dapat dan apa benar Dede Yusuf (Anggota 
Komisi V F-PAN) juga pernah dapat 15 lembar," katanya. 

Mendiknas juga pernah menyerahkan voucher Rp 864 juta kepada Gubernur Jambi 
Zulkifli Nurdin yang juga Ketua DPW PAN. Staf Khusus Mendiknas Teguh Juwarno 
ketika dikonfirmasi soal kritik DPR itu menyatakan akan mengecek hal itu kepada 
pihak-pihak terkait. (Ren/sut) 

Sumber: Kompas - Selasa, 07 November 2006 

++++++++++

Untuk berita aktual seputar pemberantasan korupsi dan tata kelola
pemerintahan yang baik (good governance) klik
http://www.transparansi.or.id/?pilih=berita

Untuk Indonesia yang lebih baik, klik
http://www.transparansi.or.id/

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke