Cendekiawan Muslim Bukanlah Ilmuwan Melainkan Agamawan!

Cendikiawan Muslim bukanlah scientist melainkan ulama yang mencatut
nama science untuk menipu umatnya agar bisa mempertahankan iman
kepercayaan baik dalam menyebarkan agamanya maupun meningkatkan
keimanannya sehubungan begitu luasnya penemuan2 ilmu pengetahuan yang
sama sekali bertentangan dengan ajaran2 agama Islam maupun agama lainnya.

Demikianlah ilmu pengetahuan merupakan ancaman bagi perkembangan agama
Islam dan agama2 lainnya.  Wajar kalo para ulama baik Islam maupun
Kristen berusaha menyusup dan mencatut nama science untuk menopang
kebohongan kepercayaan mereka.

Pada dasarnya, ilmu pengetahuan sama sekali netral bukan milik agama
atau pun kepercayaan manapun juga, sehingga kalo ada ilmuwan yang
dengan secara langsung atau tidak langsugn mempropagandakan dakwah
agama apapun juga, maka mereka itu bukanlah ilmuwan melainkan agamawan
yang sangat tidak etis, tidak jujur, dan amoral.

Karena pada dasarnya ilmu pengetahuan berlandaskan observasi,
analisis, maupun experiment dimana kesemua kegiatan ini harus terlepas
dari subjectivitas persepsi perasaan, kepercayaan, maupun angan2 para
penelitinya.  Penelitian Psikology membuktikan, bahwa sebuah kursi
bisa terlihat seperti macan kalo seseorang dihipnose, kesemuanya itu
hanyalah karena persepsi indera yang bisa berubah akibat brainwash
kepercayaan.  Hal inilah yang dilakukan oleh ideologi komunis.

Dibawah ini satu contoh bagus dari seorang Cendekiawan Muslim yang
merupakan anggauta scientist Indonesia dibawah ahli Indonesia yang
bernama Prof. Dr. Habibie, anda bisa menyaksikannya betapa absurdnya
orang ini bisa menjadi seorang scientist di Indonesia yang bahkan
dasar2 science yang paling dasar sekalipun tersesat beliau
memahaminya.  Wajar ya, kalo produksi pesawatnya berhasil selesai,
bisa terbang kemudian jatuh tanpa mengerti sebab2nya kecuali kemauan
Allah, tapi agar kelihatan scientifik, kata2 Allah itu diganti dengan
"cuaca", semua pesawat Habibie jatuh karena "cuaca"

Silahkan pembaca menikmati bagaimana parahnya pendidikan di Indonesia,
dan lebih mengenal kayak apa yang namanya scientist di Indonesia yang
untuk ukuran Amerika hanya tergolong supir taksi.


> Lusy Anita <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Sekarang saya mengajak anda untuk berdiskusi secara
> "pure science" tanpa prejudice2 apapun yang akan
> membatasi pikiran kita.
> Dalam sejarah, umat manusia pernah mengakui

Sorry, baru satu kalimat anda sudah nyeleweng, SEJARAH BUKANLAH PURE
SCIENCE MELAINKAN SOSIAL SCIENCE YANG SAMA SEKALI TIDAK PURE ATAU
BUKAN SCIENCE SEBENARNYA.


   
>   1. Apakah alam semesta mempunyai batas/garis tepi


Jawabannya ada dalam teori Einstein, bahwa alam semesta tidak pernah
ada, yang ada cuma kekosongan yang kosong.
Kata2 alam semesta hanyalah kosa kata dalam kepercayaan agama.  Dalam
penggunaannya bisa juga menjadi simbol hal2 yang tidak bisa disebutkannya.


  
>   2. Kalau alam semesta mempunyai garis tepi,
> bagaimana bentuk ruang dari alam semesta tsb dan apa
> yang terdapat diluar garis tepi alam semesta tsb ?


Seperti yang diterangkan Einstein, yang namanya kosong tidak ada
tepinya, tidak ada batasnya, dan alam semesta itu kosong sehingga tak
cocok dinamakan alam semesta.  Jadi enggak ada pendapat adanya sesuatu
diluar garis tepi, wong garisnya saja enggak ada, apa yang anda
omongin????




>   3. Kalau alam semesta tidak mempunyai garis tepi,
> bagaimana caranya untuk mendefinisikan bentuk ruang
> angkasa karena kalau dikatakan bulat pasti punya
> garis tepi dengan cara melihat secara vertikal
> sesuai sumbu absis ( sumbu Y ) ?


Sesuatu yang kosong tidak ada batasnya, namun kalo anda menyebut
ruang, maka tentu RUANG MEMILIKI BATAS.  Namun Einstein bertanya,
RUANG KOSONG ITU DIMANA BATASNYA???

Kalo kosong itu tak ada batasnya, dan ruang itu ada batasnya, maka
apakah ruang kosong itu ada atau pernah ada, dan kalo ada dimana
batasnya???

Semuanya ini adalah inti daripada teori einstein yang bisa anda baca
sendiri teorinya.  Karena dari sinilah lahir pemahaman bahwa segala
yang kosong tidak ada batasnya, dan kita sebagai manusialah yang
menciptakan batas2nya, yaitu waktu atau dimensi waktu.  Jadi segala
yang kosong bisa kita jadikan ruang setelah kita batasi waktu sehingga
ruang kosong itu punya batas2nya yang dinamakan waktu, dan karena
ruang itu memiliki bentuk, maka waktu itu dinamakan DIMENSI WAKTU.

Dari sinilah kita bisa memahami, kalo Tuhan itu ada diluar dimensi
waktu, ARTINYA TUHAN ITU TIDAK PERNAH ADA, dan kalo Tuhan itu ada
dalam dimensi waktu satu saat, MAKA ITULAH BUKTI BAHWA TUHAN ITU
ADALAH KITA YANG MENCIPTAKANNYA KARENA DIMENSI WAKTU ITU SENDIRI
ADALAH CIPTAAN MANUSIA DIMANA DILUAR SANA ATAU DILUAR DIMENSI WAKTU
TIDAK ADA LAGI WAKTU KARENA KOSONG ITU TAK ADA APA2 NYA TERMASUK TIDAK
ADA WAKTU.



>    
>   4. Kita mengatakan batas bawah adalah pusat bumi
> karena kita mengambil bumi sebagai referensi tempat
> berpijak. Dimana letak batas bawah jika kita berada
> di ruang angkasa ?
> 



Sorry, saya engga akan menjawabnya, karena tidak pernah ada science
menganggap bumi sebagai pusat atau punya pusat.  Semua itu adalah
kepercayaan agama yang sudah tidak dianut dunia science yang
melepaskan diri dari kepercayaan agama.







>   5. Setiap bahasa memiliki kosa kata ruh/roh/nyawa
> atau yang dapat diartikan sebagai ruh/roh/nyawa.


Kosa kata itu berasal dari ajaran agama dulu dan tidak digunakan dalam
science.  Baca saja kitab suci untuk itu.





> Menurut anda ruh/roh/nyawa itu ada atau tidak ?



Science tidak mengenal ruh/roh/nyawa, karena apapun kata yang anda
tanyakan harus lebih dulu jelas definisinya, kata ruh/roh/nyawa, tak
ada definisinya, jadi jangan dianggap ada.  Karena hal ini memang
bukan realitas melainkan kepercayaan.


> Kalau tidak ada, kenapa setiap bahasa memiliki kosa
> kata tsb ? Tentunya setiap kosa kata dibuat manusia
> untuk menyebutkan sesuatu, kalau sesuatu tsb tidak
> ada buat apa manusia membuat kosa kata yang tidak
> punya arti apa2.
> 


Masalalu kita memang dari kepercayaan, silahkan baca filosofi mengenai
Mythos -----> Logos.




>   6. Soal matematika. Sebuah variable bebas bila
> dibagi dengan nol menghasilkan "tidak didefinisikan"


Siapa yang bilang tak terdefinisikan ???  Anda belajar science di
Indonesia, jadi salah melulu, karena science di Indonesia bukanlah
science murni melainkan science yang digunakan untuk memperkuat
keimanan yang sama sekali bukan science melainkan dakwah propaganda agama.



> sedangkan variable bebas jika dikalikan nol hasilnya
> nol ( a/0 = "tidak didefinisikan" sedangkan a x 0 =
> 0). Jika kita mengambil formula a = b x c maka a/b =
> c, sedangkan bila b = 0 maka formula tsb tidak
> berlaku. Kenapa ?
> 



Sekali lagi, kalo pengertian dasarnya sudah salah, lanjutnya juga
enggak mungkin benar, jadi pertanyaan anda itu tak ada jawabnya karena
memang pertanyaan itu tidak pernah ada.  Sama saja kalo saya tanyakan
kepada anda, kenapa warna merah itu berasal dari widrtw....???

Jelas anda tidak bisa menjawabnya, karena definisi widrtw aja saya
sendiri enggak tahu !!!  Lalu gimana mau menjawabnya???  Apalagi warna
merah katanya dari situ !!!  Edan bukan???  begitulah pertanyaan anda
sama edannya.  Padahal sudah saya katakan, angka 0 itu tetap ada
definisinya hingga dibagi dengan 0 juga tetap ada definisinya. 
Seperti pertanyaan Einstein "ruang kosong itu kosong enggak??".  Dia
memulai definisi bahwa kosong itu tak ada batasnya, tapi semua benda
yang ada harus mengambil tempat dalam ruang.  Karena benda itu sendiri
merupakan ruang, maka ruang kosong itu ada atau enggak ???  Semua ini
contoh bahwa segalanya hanya bisa anda permasalahkan kalo ada
definisinya yang jelas.





>   7. Masih soal matematika. Kenapa manusia membuat
> angka nol padahal angka nol tidak terdapat dalam
> lambang angka romawi maupun angka arab. 


Siapa bilang angka nol enggak ada lambangnya ????





> nol dipakai untuk lambang sesuatu yang tidak ada ?
> Kalau itu merupakan suatu kesepakatan, kenapa
> manusia bersepakat membuat sebuah lambang yang
> sebenarnya tidak punya arti apa2 contohnya pada
> formula a = b x c maka a/b = c 


Semuanya merupakan kesepakatan, dan siapa bilang nol tak punya arti
apa2???  Pahami perkataan kosong yang ada dalam teori Einstein diatas.


>   Ketujuh pertanyaan saya sangat scientific, harap
> anda jawab satu-persatu secara scientific pula.
> 


Sama sekali bukan pertanyaan scientifik melainkan pertanyaan2 umum
dari umat yang diracuni dogma agamanya yang tak mampu memahami
science.  Karena semua paham dunia science, tak mungkin melahirkan
pertanyaan2 stupid diatas.  Itulah sudah saya katakan sebelumnya,
Cendikiawan Muslim bukanlah scientist, melainkan hanya ulama yang
mencatut nama science untuk tujuan penyebaran agamanya.

Semua jawaban saya adalah DASAR2 SCIENCE YANG MURNI YANG TIDAK PERNAH
DIAJARKAN DI INDONESIA KARENA ALASAN MERUSAK KEIMANAN.  Agama justru
merusak kemampuan berpikir logis, karena itulah ajaran agama dilarang
untuk diajarkan disemua sekolah publik.

Ny. Muslim binti Muskitawati.









Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke