http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=159740
KINERJA PEMERINTAHAN
Segera Lakukan Reshuffle Kabinet
Sabtu, 11 November 2006
JAKARTA (Suara Karya): Presiden Yudhoyono diharapkan segera melakukan
reshuffle (perombakan) kabinet, jangan menunda-nunda hingga tahun depan.
Lemahnya kinerja kabinet hanya bisa diatasi dengan reshuffle, bukan "tambal
sulam" , apalagi dengan sekedar membentuk unit kerja presiden.
"Semakin cepat reshuffle dilakukan, semakin baik bagi perubahan dan
perbaikan kinerja kabinet," kata pengamat politik Indra J Piliang kepada Suara
Karya di Jakarta, Jumat kemarin. Pendapat senada juga disampaikan pengamat
ekonomi Revrisond Baswir.
Mereka berdua diminta komentar berkaitan dengan pernyataan Ketua Umum DPP
Partai Amanat Nasional (PAN) Soetrisno Bachir kepada wartawan usai bertemu
Presiden di Istana Negara, Jakarta, Jumat siang. Menurut Soetrisno, kemungkinan
besar Presiden Yudhoyono melakukan reshuffle kabinet pada Maret 2007,
bertepatan dengan dua setengah tahun masa pemerintahan SBY-JK.
"Kinerja sejumlah menteri memang buruk. Tapi UKP3R tak bisa banyak
diharapkan. Apalagi lembaga ini semula diproyeksikan hanya untuk menutupi
kelemahan tim ekonomi," kata Indra.
Dia menilai wajar reaksi Presiden Yudhoyono atas kelemahan tim ekonomi
kabinet dengan membentuk UKP3R. "Tapi lebih realistis lagi kalau yang dilakukan
adalah merombak kabinet," ujar Indra.
Andai jadi dilakukan reshuffle, Indra mengaku tak setuju bila Presiden
kemudian membentuk kabinet ahli atau zaken kabinet. "Zaken kabinet itu utopis.
Padahal sistem pemerintahan kita abu-abu karena mencampuradukkan sistem
presidensial dan parlementer sekaligus. Karena itu, yang ideal adalah tetap
kabinet koalisi dengan komposisi 51 persen menteri dari kalangan profesional
atau ahli dan sisanya, 49 persen, diisi oleh tokoh parpol atau figur yang
memiliki afiliasi dengan partai," katanya.
Indra juga mengingatkan, agar dalam merombak kabinet, Presiden membuat
kontrak politik dengan menteri-menteri untuk membangun koalisi permanen atau
setengah permanen. "Untuk menciptakan pemerintahan yang efektif, Presiden
bagaimana pun harus berkoalisi dengan partai-partai besar," tuturnya.
Sementara itu, Revrisond Baswir mengatakan, reshuffle kabinet sudah
mendesak untuk dilakukan. "Tidak usah membuat pertimbangan terlalu lama karena
kondisi riil di masyarakat membutuhkan menteri yang mampu mengatasi persoalan,"
ujarnya.
Namun Sony, panggilan akrab Revrisond, mengingatkan, setelah melakukan
penggantian menteri, Presiden harus melakukan reorientasi kebijakan
pemerintahan yang selama ini pro-ekonomi neoliberal. "Dalam reshuffle pertama,
tahun lalu, Presiden hanya mengganti orang, belum memperbaiki program,"
ujarnya.
Menurut Sony, kalau Presiden hanya mengganti orang per orang di kabinet
tanpa mengubah kebijakan menjadi prorakyat, penolakan terhadap figur menteri
dan terhadap kabinet sendiri akan semakin menguat. (Yudhiarma
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/