Einstein Menghindari Religiositas Tanpa Menentangnya !!! Menentang ajaran agama mayoritas sangatlah fatal, dan dapat anda saksikan di Indonesia, meskipun tidak menentang Agama mayoritas, namun Agama mayoritas berusaha memusnahkan agama minoritas dengan berbagai cara2 seperti teror bomb, bakar gereja/mesjid, menjarah harta benda umatnya, memperkosa amoy2 penyembah toapekong dewi kwan-im, dlsb. Bahkan hal inipun berlangsung dinegara Barat yang didominasi oleh agama Kristen/Katolik, dan kita sama2 bisa menyaksikan bagaimana umat Kristen saling bunuh dengan umat Katolik di Irlandia Utara. Oleh karena itu sangatlah bijaksana bagi kita ber-basa basi untuk menghormati agama yang kuat bahkan boleh juga pura2 percaya sekedar menghindari malapetaka yang siap mengubah hidup kita semua. Demikianlah kehidupan beragama dipenuhi dengan kebohongan, yaitu kebohongan kata2, kebohongan sikap, dan kebohongan berpihak.
Hidup Einstein memang dilingkungi oleh fundamentalisme agama baik Jews maupun katolik, namun Einstein selalu menghindari konflik kalo dihadapkan dengan pertanyaan mengenai kepercayaan agama manapun yang berusaha memancing pendapat2nya untuk tujuan kepentingan agama si penanya. Einstein tidak percaya religion, tapi tak pernah secara frontal menyatakannya, dia selalu mengkonversi kata2 religioun dengan kata "moral" atau kata "universe". Kehidupan dalam lingkungan agama penuh basa basi dan tidak bisa dijadikan landasan dalam menilai keyakinan siapapun juga. Namun kata2 "moral/universe" ini selalu diganti oleh berbagai aliran agama menjadi "religion". KARENA MEMANG EINSTEIN MENYATAKAN BAHWA PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN HARUS TERLEPAS DARI MORAL NAMUN APPLIKASI ILMU PENGETAHUAN HARUS DIIKAT DENGAN MORAL. Tidak pernah selama hidupnya Einstein mengucapkan kata2: "science tanpa agama akan lumpuh, dan sebaliknya agama tanpa science buta" Terlalu banyak kelompok agama yang berusaha memancing pernyataan Einstein untuk bisa digunakan untuk tujuan dakwah kepentingan agamanya masing2, dan hal ini bisa anda baca dari rujukan yang saya cantumkan dibawah ini, bagaimana Einstein menghindari dirinya dari pernyataan2 yang memancing kearah kepentingan masing2 agama tanpa harus menyinggung perasaan semua umat beragama: http://www.einsteinandreligion.com/spinoza2.html#god EINSTEIN'S VIEW OF GOD - AND SPINOZA'S >From a letter to Murray W. Gross, Apr. 26, 1947, Einstein Archive, reel 33-324, Jammer, p. 138 - 139: When question about God and religion on behalf of an aged Talmudic scholar, Einstein replied: It seems to me that the idea of a personal God is an anthropomorphic concept which I cannot take seriously. I feel also not able to imagine some will or goal outside the human sphere. My views are near to those of Spinoza: admiration for the beauty of and belief in the logical simplicity of the order and harmony which we can grasp humbly and only imperfectly. I believe that we have to content ourselves with our imperfect knowledge and understanding and treat values and moral obligations as a purely human problem the most important of all human problems. Catatan: anthromorphic concept of God atau yang oleh Einstein dikatakannya personal God, adalah concept dari semua agama baik Kristen, Jews, dan Islam dimana Tuhan dinyatakan maha pengasih, maha kuasa, maha adil dsb, dsb dimana kemahaannya itu terkait dalam bentuk perasaan manusia. Demikianlah, Sang Pencipta tidak punya perasaan apapun dan dia mencipta bukan untuk disembah seperti ajaran Islam tentang umat yang wajib menyembah Allah dan memusnahkan Yahudi. Alam semesta tercipta melalui berbagai kompleks2 yang rumit dalam waktu milyardan tahun lamanya dimana hingga detik ini proses penciptaan itu masih terus berlangsung dan dapat dibuktikan secara pasti melalui scientific observation. Hal ini sangat bertentangan dengan kepercayaan mengenai penciptaan oleh Tuhan secara sim salabim selesai dalam 7 hari 7 malam. Dibawah ini saya cantumkan pernyataan seorang umat Islam yang diracuni dogma kepercayaan Islamnya sehingga semua yang dibacanya bisa berubah menjadi se-olah2 sejalan seperti apa yang dipercayanya, sehingga untuk tujuan itu dia berusaha untuk menemukan rujukan2 yang bisa membenarkan kesalahan kepercayaannya, sayang rujukan itu bukan pernyataan Einstein melainkan pernyataan penulisnya yang juga sama diracuni agamanya : > "IrwanK juga" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > http://en.wikipedia.org/wiki/Albert_Einstein > *I do not think that it is necessarily the case that science and > religion are natural opposites. * *In fact, **I think that there is > a very close connection between the two. Further, I think that * > *science without **religion is lame and, conversely, that religion > without science is blind. * > *Both are important and should work hand-in-hand. > *[40]<http://en.wikipedia.org/wiki/Albert_Einstein#_note-38> > Sekali lagi saya katakan, bahwa Einstein adalah Atheist, dia menyatakan hal2 yang menyangkut hubungan ilmu pengentahuan dan moral bukan menyangkut religion. Masalah pernyataan Einstein yang disebarkan di Indonesia juga dilakukan oleh beberapa aliran Kristen, jadi kalo anda mau merujuk kepada sumber2 seperti Wikipedia, sama sekali tidak menjadikan yang salah jadi benar. Saya berani menyatakan ketidak benaran ini karena saya tahu siapa Einstein. Jadi kebenaran yang paling rendah nilai kebenarannya adalah dengan rujukan karena untuk autobiography einstein, maka Wikipedia bukanlah rujukan. Bahkan, kalopun anda mau memperhatikan apa yang ditulis di Wikipedia itu, sama sekali bukan pernyataan Einstein, melainkan pernyataan penulis yang menginterpretasikannya yang didasari kepercayaannya. Itulah sebabnya, dalam pernyataan yang anda kutib diatas, pada bagian akhirnya diberi nomor 40 dalam tanda square brace, sebagai rujukan darimana pernyataan tsb dikutib dari penulis: Peter A. Bucky, et. al., The Private Albert Einstein (Kansas City, 1992), p. 85. jadi bukan kata2 Einstein yang sebenarnya. Setiap aliran agama diseluruh dunia berusaha menggunakan atau memanfaatkan nama Einstein, penemuan Einstein, maupun pendapat2 pribadi Einstein untuk ditafsirkan demi keuntungan kepercayaan aliran mereka. Einstein dijadikan promosi dakwah berbagai agama, dan yang paling getol justru agama Islam. Sekali lagi, rujukan yang anda cantumkan diatas sama sekali bukan kata2 Einstein, juga bukan pendapat Einstein melainkan pendapat penulis nya tentang masalah pribadi Einstein. Kata2 yang sama juga bisa anda temukan banyak sekali dalam buku2 Islam di Indonesia, namun bukan berarti Einstein menyatakan hal itu ataupun juga bukan berarti Einstein beragama Islam, semua itu hanyalah dakwah umat masing2 agama untuk memanfaatkan keterkenalan Einstein demi keuntungan perkembangan agama mereka. Einstein mengakhiri hidupnya dipenjara, karena dia telah ditangkap dan dipenjarakan oleh pemerintah Amerika Serikat setelah Perang Dunia kedua usai. Einstein dituduh Anggauta KOMUNIS Russia yang terlibat dalam pembunuhan scientist lain yang menjadi koleganya. Namun sebelum vonis pengadilan jatuh, Einstein telah ditemukan mati dipenjara. Demikian terkenalnya nama Einstein, dan begitu banyaknya pengagum Einstein diseluruh dunia, akhirnya Pemerinta Amerika merehabilitasi nama Einstein karena vonis pengadilan yang menyatakan Einstein bersalah belum ada keputusannya sehingga dengan matinya Einstein, vonis itu tidak bisa lagi diputuskan. Apakah Einstein memang sengaja dibunuh dipenjara agar ketenarannya tidak dimanfaatkan pihak Russia tentu saya tidak tahu. Namun dengan keputusan Amerika merehabilitasi nama baik Einstein, Amerika mengambil manfaatnya yang lebih banyak karena Einstein merupakan warganegara Amerika pelarian dari Jerman. Saya pribadi tidak menyalahkan kalo nama Einstein mau dimanfaatkan untuk mendorong semangat belajar setiap orang, namun kalo nama Einstein digunakan untuk tujuan mempropagandakan Agama satu dan mencemohkan yang lain, jelas hal ini "Unethical dan Amoral", dan hal inilah yang paling banyak dipraktekan oleh semua aliran agama Islam, apalagi jelas2 Einstein berasal dari keluarga Yahudi yang pernah sekolah di SD katolik, dimana kesemuanya itu sama sekali tidak ada kaitannya setitikpun dengan Agama Islam seperti yang banyak didakwahkan oleh ulama2 di Indonesia. Sementara Umat Islam membanggakan Einstein yang hidup dalam lingkungan Yahudi karena dia orang Yahudi aseli, tapi dilain pihak ulama2 Islam juga mengajak umatnya untuk menegakkan Syariat Islam yang memusnahkan Yahudi. Hal2 seperti inilah yang saya katakan bahwa ULAMA2 ISLAM AMORAL DAN UNETHICAL. Ny. Muslim binti Muskitawati. Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
