Yth Muskitawati, Anda tidak sadar telah melanggar hak orang lain, orang lain berhak menyembah siapapun, seluruh negara di dunia memberikan hak beragama kepada setiap warga negaranya.
Tetapi selama ini anda telah melecehkan apa yang disembah oleh orang beragama. Untungnya secara pengecut anda hanya melanggar hak orang lain melalui Internet, kalau secara langsung saya yakin anda sudah dihukum. Scientist yang tidak beragama sangat lah kecil jumlahnya, cendekiawan muslim adalah scientist di bidang mereka masing masing, dalam agama mereka tergabung dalam cendekiawan muslim tapi dalam keseharian mereka adalah profesional seperti Dokter, Praktisi hukum, Para peneliti di bidang nya dll. Termasuk saya yang mendalami agama Islam dan mengamalkannya, tapi dalam keseharian saya juga seorang pekerja bidang fiisika di perusahaan saya, dan juga kimia. Dan banyak lagi Scientist scientis yang murni menekuni bidang mereka dari orang beragama. Anda hanya seorang sceintist umum yang menekuni kepercayaan orang lain. Bukan scientist yang menekuni bidang yang bermanfaat untuk orang lain. Saya melihat melalui tulisan anda, tidak ada kedamaian dalam diri anda, setiap hari anda menulis tentang islam sehingga tulisan anda mengundang kecaman dan peperangan dari Orang Lain. Apa yang anda promosikan justru mengundang peperangan dari pihak lain. Anda bukanlah dari Hak Asasi manusia, karena justru mereka memberikan hak asasi beragama kepada orang lain. Anda adalah salah satu orang yang dapat menyebabakan peperangan di muka bumi, karena sikap pelecahan anda yang anda lakukan terhadap orang beragama. Negara pun akan menghukum anda karena anda telah melanggar hak orang beragama, untungnya anda pengecut. ----- Original Message ---- From: Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Sunday, November 12, 2006 5:22:23 AM Subject: [proletar] Amalkanlah Kebaikan Tanpa Perlu Menyembah Siapapun !!! Amalkanlah Kebaikan Tanpa Perlu Menyembah Siapapun !!! Kebaikan adalah milik dan didambakan oleh kita semua tanpa membedakan agamanya. Karena itu, kebaikan harus diamalkan bukan harus menyembah sumber yang mengajar kebaikan itu. Apapun yang anda sembah, tidak akan ada yang berubah menjadi baik, namun tanpa menyembah apapun, kalo kita semua ber-sama2 mengamalkan kebaikan maka kebaikan akan muncul menjadi milik kita bersama. Kebaikan bukan monopoli Allah, bukan monopoli agama, dan bukan monopoli satu dua orang saja, melainkan merupakan kegiatan massal ber-sama2. Satu orang saja yang berbuat tidak baik, maka seluruh uamt manusia menderita kesengsaraan dan penderitaan yang merupakan hal yang sangat tidak baik. > In Politikus_RI@ yahoogroups. com, "ridhuanmha" <[EMAIL PROTECTED] .> wrote: > > Saya mau nanya nih Nyonya Muslim yg tidak muslim, apakah Anda > mempercayai hari pembalasan, hari saat kita bertemu dengan Tuhan. Janganlah mempercayai pembalasan, karena semua perbuatan baik atau jahat sama sekali tidak perlu dibalas. Ada atau tidak ada Tuhan, tidak menjadikan anda berdosa karena menolak menyembahnya. Tuhan tidak perlu disembah, dan Tuhan tidak perlu kebaikan, lebih dari itu Tuhan tidak pernah mengajarkan kebaikan2. Kebaikan adalah milik umat manusia kita bersama tanpa membedakan agamanya, karena hanya manusia sajalah yang menginginkan kebaikan bukan Tuhan. Kebaikan hanya bisa dipraktekan secara bersama bukan oleh satu atau dua orang. Jadi Tuhan yang tunggal tidak bisa mempraktekan kebaikannya kepada Tuhan lainnya, sedangkan kita manusia bukan berasal dari dunia yang sama dengan dunia Tuhan sehingga tak mungkin Tuhan bisa memberi kepada kita kebaikan2 dari dunia yang berbeda. Balas membalas hanyalah paham orang2 yang tidak baik, oleh karena itu tidaklah etis dan sangat amoral untuk mengancam siapapun dengan hari pembalasan. Selama kita berbuat baik tak perlu takut pembalasan, dan tak perlu takut dihukum karena menolak menyembah mereka yang katanya mengajarkan kebaikan itu. Kita bisa mempraktekan hal2 yang baik tanpa perlu menyembah siapapunjuga. > Apa pertanggungjawaban anda atas segala kelakuan Anda yg gila > ini.Scientiest itu tidak seperti anda baik dalam ucapan maupun dalam > tulisannya. Anda lebih mirip seseorang yg diliputi dendam kesumat > kepada agama Islam yg mungkin dilatari oleh tujuan2 tertentu. > Tidakkah Anda memperhatikan perubahan diri Anda dari anak-anak > menjadi remaja kemudian menjadi tua dan akan mati juga, ini semua > adalah sunalullah (hukum Allah) yg anda tidak bisa berlepas diri > darinya.Anda tidak mempercayai Tuhan (tidak beriman) tetapi Anda > hidup dibumi Tuhan yg tidak anda percayai itu, Anda bernafas dengan > oxygen ciptaan Allah, Tidak ada satupun tulisan ataupun perbuatan saya yang tidak baik, apalagi saya justru bertugas menegakkan HAM dan Demokrasi yang didambakan semua umat manusia apapun agamanya. Kenapa saya harus dianggap gila ??? Tidak ada satupun Scientist yang percaya AlQuran meskipun beragama Islam, contohnya diri saya, meskipun saya beragama Islam saya tidak percaya AlQuran. Sama halnya dengan pemenang hadiah Nobel Prof.Dr. Abdus Salam yang juga Islam tanpa perlu percaya AlQuran. Apalagi, kenyataannya Prof.Dr. Abdus Salam lahir dari keluarga yang turun temurun sangat fanatik dalam Agama Islam Ahmadiah yang diharamkan oleh Islam MUI. Prof.Dr. Abdus Salam adalah figur seorang scientist tulen dan dia bukan hasil produksi ajaran Islam Ahmadiah ataupun Islam MUI. Dirinya dan hasil penemuannya milik semua umat manusia bukan cuma milik segelintir umat Islam seperti yang sering dipropagandakan oleh umat Islam dari sekte Ahmadiah. Tak satupun yang bisa menyangkal bahwa Prof.Dr.Abdus Salam menjadi besar dengan hasil temuannya disebabkan latar belakang pendidikan beliau yang berorientasi ke Barat yang bebas dari pengaruh agama manapun juga. Jadi sangatlah unethical dan amoral kalo ada yang masih berusaha memanfaatkan netralitas beliau untuk dijadikan propaganda agamanya. Dunia ini milik kita bersama, bukan milik Allah, karena Allah tidak hidup didunia ini tapi didunia yang berbeda, sehingga Allah tak butuh dunia kita tetapi kita inilah yang membutuhkan dunia untuk kehidupan yang damai, aman, dan adil dengan cara kita sendiri yang mengamalkannya tanpa bantuan Allah. Kita tak perlu menyembah Allah hanya karena ingin membangun sorga didunia ini. Jadi saya sama sekali tidak perlu takut dihukum Allah karena menolak menyembahnya, dan menolak mempercayainya. Tidak menyembah dan tidak percaya bukanlah kejahatan seperti membakar gereja/mesjid, maupun menjarah umat agama lainnya. Dengan menyembah Allah sekalipun, anda tidak akan mampu membangun sorga didunia dengan cara memperkosa amoy2 yang menyembah dewi kwan-im, ataupun dengan cara membomb tempat pelacuran. KITA HANYA BISA MEMBANGUN SORGA DIDUNIA INI DENGAN MENGAMALKAN AJARAN2 BAIK DARIMANAPUN DATANGNYA TANPA PERLU MENYEMBAH SIAPAPUN JUGA. KEBAIKAN ADALAH HASIL DARI PENGAMALAN BUKAN DARI PENYEMBAHAN. > Anda minum air ciptaan Allah, Anda makan dari rezeki yg dilimpahkan > Allah kepada anda. Bertobatlah wahai Nyonya sebelum terlambat. Siapa > yg bisa menjamin umur kita sampai bulan depan. Banyak dalam sejarah > orang yg seperti anda ini akhir hidupnya sangat menyedihkan (su'ul > khotimah).Coba Anda merenung. > Saya tak perlu bertobat kepada siapapun juga, kenapa harus bertobat??? Kejahatan apa yang saya lakukan sehingga harus bertobat? Tidak percaya Allah dan tidak menyembah Allah bukanlah kejahatan, dan bertobat itu bukan jalan menjadikan yang jahat menjadi baik, karena kalo kita ingin menjadikan mereka yang jahat menjadi baik, janganlah dipaksa bertobat, tapi melalui pendidikan yang baik maka penjahat akan menjadi baik. Kenyataannya, menyembah Allah terbukti lebih banyak menjadikan para penyembahnya melakukan teror2 terkutuk yang tidak bisa kita anggap baik. DEMIKIANLAH, PERBUATAN BAIK HANYA BISA KITA AMALKAN KEPADA SESAMA MANUSIA BUKAN DENGAN MENYEMBAH ALLAH. Sekali lagi, Dunia dan Alam semesta milik kita bersama sebagai penghuninya, bukan milik Allah, Tuhan, Dewa2, ataupun setan2. Oleh karena itu membangun sorga yang baik didunia membutuhkan pengabdian para penghuninya bukan menyembah angan2 Allah, Tuhan, Dewa2 ataupun setan2. HANYA ALLAH YANG AMORAL SAJA YANG MENGHUKUM UMATNYA HANYA KARENA UMATNYA MENOLAK MENYEMBAH DIRINYA. Itulah sebabnya, saya selalu mempromosikan tentang Hak Azasi Manusia yang universal dimana TIDAK SEORANGPUN BOLEH DIHUKUM HANYA KARENA BEDA KEPERCAYAAN ATAU BEDA PENDAPATNYA, ATAU KARENA MENOLAK MENYEMBAH APAPUN JUGA. Seseorang harus dihukum kalo melanggar hak orang lainnya, bukan dihukum karena menolak menyembah Allah. Ny. Muslim binti Muskitawati. <!-- #ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial,helvetica,clean,sans-serif;} #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;} #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial,helvetica,clean,sans-serif;} #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;} #ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;} #ygrp-text{ font-family:Georgia; } #ygrp-text p{ margin:0 0 1em 0; } #ygrp-tpmsgs{ font-family:Arial; clear:both; } #ygrp-vitnav{ padding-top:10px; font-family:Verdana; font-size:77%; margin:0; } #ygrp-vitnav a{ padding:0 1px; } #ygrp-actbar{ clear:both; margin:25px 0; white-space:nowrap; color:#666; text-align:right; } #ygrp-actbar .left{ float:left; white-space:nowrap; } .bld{font-weight:bold;} #ygrp-grft{ font-family:Verdana; font-size:77%; padding:15px 0; } #ygrp-ft{ font-family:verdana; font-size:77%; border-top:1px solid #666; padding:5px 0; } #ygrp-mlmsg #logo{ padding-bottom:10px; } #ygrp-vital{ background-color:#e0ecee; margin-bottom:20px; padding:2px 0 8px 8px; } #ygrp-vital #vithd{ font-size:77%; font-family:Verdana; font-weight:bold; color:#333; text-transform:uppercase; } #ygrp-vital ul{ padding:0; margin:2px 0; } #ygrp-vital ul li{ list-style-type:none; clear:both; border:1px solid #e0ecee; } #ygrp-vital ul li .ct{ font-weight:bold; color:#ff7900; float:right; width:2em; text-align:right; padding-right:.5em; } #ygrp-vital ul li .cat{ font-weight:bold; } #ygrp-vital a { text-decoration:none; } #ygrp-vital a:hover{ text-decoration:underline; } #ygrp-sponsor #hd{ color:#999; font-size:77%; } #ygrp-sponsor #ov{ padding:6px 13px; background-color:#e0ecee; margin-bottom:20px; } #ygrp-sponsor #ov ul{ padding:0 0 0 8px; margin:0; } #ygrp-sponsor #ov li{ list-style-type:square; padding:6px 0; font-size:77%; } #ygrp-sponsor #ov li a{ text-decoration:none; font-size:130%; } #ygrp-sponsor #nc { background-color:#eee; margin-bottom:20px; padding:0 8px; } #ygrp-sponsor .ad{ padding:8px 0; } #ygrp-sponsor .ad #hd1{ font-family:Arial; font-weight:bold; color:#628c2a; font-size:100%; line-height:122%; } #ygrp-sponsor .ad a{ text-decoration:none; } #ygrp-sponsor .ad a:hover{ text-decoration:underline; } #ygrp-sponsor .ad p{ margin:0; } o {font-size:0;} .MsoNormal { margin:0 0 0 0; } #ygrp-text tt{ font-size:120%; } blockquote{margin:0 0 0 4px;} .replbq {margin:4;} --> [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
