Kunjungan Bush Membangun Harapan Rakyat dan Pasar !

> Satrio Arismunandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bahkan mantan wakil presiden, Hamzah Haz, ketua MPR RI, serta 
> sejumlah elite DPR , termasuk sebagian besar tokoh ormas Islam 
> lainnya sangat keberatan dengan kedatangan Bush. Apalagi, pengamanan 
> terhadap Bush tampak berlebihan. 



Mantan wapres Hamzah Haz, Ktua MPR RI, dan sejumlah elite DPR,
termasuk tokoh ormas Islam, kesemuanya ini sama sekali tidak mewakili
jabatan apapun juga kecuali mewakili ormas Islam atau agama Islamnya
saja sebagai kepercayaannya, mereka tidak mewakili jabatan
pemerintahan meskipun anda menyebutkan jabatan2nya dulu yang pernah
dijabatnya.

Hal ini mudah kita pahami, bahwa Rakyat yang sekarang telah memilih
SBY dan mempercayakan nasib dan keselamatan mereka kepada pemimpin
yang dipilihnya.  Sedangkan nama2 yang anda disebut diatas bukan
pilihan rakyat, mereka cukup mewakili pribadi, ormas atau agamanya
saja.  Karena pemerintah yang melaksanakan roda pemerintahan adalah
badan executive yang berwenang dimana presiden adalah pimpinan yang
tertinggi.

Masalah pengamanan terhadap tamu agung, wajar dilakukan sebagai
tanggung jawab SBY yang mengundang beliau Mr.Bush.  Namun apakah
berlebihan atau kurang, hal ini penilaiannya tak bisa dilakukan oleh
bekas wartawan yang telah dipecat karena tak punya kualitas
kewartawanannya, atau bekas wapres yang sudah ditendang rakyat karena
tak mampu menunjukkan kemampuannya sewaktu bertugas, jadi yang berhak
menilai masalah security adalah pemimpin security itu sendiri yang
dalam hal ini Mabes ABRI.



> Jika kita mau jujur, kedatangan Bush ke kota hujan ini terasa amat 
> merepotkan. Lingkungan Istana Bogor yang menjadi lokasi kunjungan 
> Bush, misalnya, berubah super sibuk.



Waaah....  kalo kita juga jujur, masalah repot itu bukan urusan yang
cuma nonton, selama mereka masih mau repot untuk menyambut tamunya
yang bukan tamu anda, kenapa harus disalahkan?  Repot atau tidak sama
sekali bukan urusan tamunya, tapi urusan tuan rumah yang
mengundangnya.  Ibarat seorang wanita gadis yang mengundang pacarnya
untuk diperkenalkan kepada orang tuanya, tentu gadis ini bersedia
untuk repot untuk menampilkan rasa simpati dihati orang tuanya dan
juga memperbesar rasa cinta dari pacarnya selain sigadis itu juga
bermaksud menunjukkan rasa cintanya kepada pacarnya itu.  Itu khan
cuma option yang menjadi hak si gadis itu, dan dalam hal kunjungan
Bush, SBY sendiri wajar kalo berskipa seperti sang gadis agar bisa
cepat selekasnya bisa ber-sama2 hidup menghadapi tantangan yang datang
dari terorisme secara ber-sama2, bahu membahu saling mempercayainya.







> Daun 10 bunga teratai raksasa Victoria Amazone berukuran satu meter 
> yang sangat langka pun terpaksa dibabat. Wajar, jika DPP PDI 
> Perjuangan sampai berkirim surat protes keras kepada Presiden SBY 
> karena mengorbankan konservasi lingkungan hanya demi kepentingan 
> politik.
>  



Saya berani pastikan berita diatas ini fitnah, karena bekas seorang
wartawan yang gagal, satu2 kepandaiannya memang cuma fitnah.  Hal ini
mudah dibuktikan bahwa kalo memang benar bahwa Tanaman Langka dirusak,
maka jangan tulis surat protes kepada SBY tapi kepada lembaga ilmu
pengetahuan di Amerika, PBB, maupun ratu Inggris yang telah memberi
sumbangan jutaan dollar hanya untuk mengkonvervasi semua tanaman2
langka di kebon raya, dan Megawati pasti tahu apa yang harus
dilakukannya kalo memang kejadian ini benar, dan saya jamin SBY
langsung bisa dipecat jadi presiden, bahkan pres. Bush juga akan marah
sekali.  Jadi, kalo cuma 10 bunga teratai yang sudah mati, memang
tidak baik didiamkan, harus dibuang, karena selama ini di Istana bogor
banyak bunga2 yang sudah layu membusuk didiamkan saja tanpa dipotong
untuk dibuang ketempat pembuangan agar tidak merusak keindahannya. 
Dan dalam kasus ini memang tak perlu dilaporkan PBB ataupun ke Ratu
Inggris, cukup  dilaporkan ke media2 gosip untuk mempolitisir hal2
yang bukan politik dalam tujuan politik.



> Misi rahasia
> Pertanyaan besar yang layak diajukan adalah: untuk apa Bush ke 
> Indonesia? Selama ini pemerintahan SBY selalu menegaskan pada 
> pembahasan enam hal. Yakni, investasi AS di Indonesia yang kini 
> meliputi 205 proyek, utamanya bidang energi; keamanan suplai energi; 
> pendidikan; kesehatan; sistim peringatan dini; dan teknologi 
> informasi. Tetapi, dalam hemat penulis, Presiden Bush sebenarnya 
> tengah membawa setumpuk misi rahasia sebagai berikut:





Waah.... kalo masalah misi rahasia, tak mungkin dibicarakan di Istana
Bogor, biasanya, SBY sendiri yang dipanggil kepala CIA ke Washington
untuk dibicarakannya disebuah tempat yang juga dirahasiakan, bukan
dipanggil Bush ke gedung putih, apalagi Bush-nya yang punya missi
diundang SBY, khan enggak masuk akal jadinya.  Misi Rahasia tetap saja
mungkin, tetapi karena ternyata anda tahu rahasianya, maka jelas misi
yang anda bilang rahasia ini tidak atau bukan lagi rahasia, karena
yang dinamakan rahasia itu artinya tidak boleh ada yang tahu, termasuk
anda wartawan yang sudah dipecat tak mungkin bisa tahu.  Jadi
kesimpulannya, kalau anda tahu rahasia itu, maka rahasia itu sudah
bukan lagi dinamakan rahasia.  Juga kalo rahasia itu untuk
membicarakan pembasmian terorisme, juga bukan rahasia, justru harus
diberitakan keseluruh dunia.





>  
> Proaktif menjegal Cina
> Kedua, containment of China (membendung pengaruh Cina). Kunjungan 
> Presiden SBY ke Cina 27-31 Oktober 2006 tentu saja meresahkan AS. 
> Bagi Indonesia, penandatanganan kontrak kerja sama energi 
> Jakarta-Beijing senilai 4 miliar dolar AS (Rp 38,6 triliun) jelas 
> menguntungkan. 



Anda ini memang wartawan dungu yang pantes dipecat.  Kalo bush mau
menjegal Cina-sih enggak usah berkunjung ke Bogor, cukup memerintahkan
semua investor Amerika, Jepang, Eropah, dan Taiwan untuk mencabut
Investasinya di China.  75% investor di China adalah milik Taiwan, 20%
milik pengusaha Amerika, hanya 5% saja sisanya merupakan investasi
Eropah maupun lokal China.

Dizaman perang VietNam, semua investasi Amerika dititipkan di Jepang,
dan Jepang menginvestasikannya lagi ke negara2 Asia Tenggara termasuk
Indonesia.  Namun setelah berakhirnya perang VietNam, China ibaratnya
sudah milik Amerika atau boleh anda anggap merupakan jajahan Amerika
melalui agen2 atau kaki tangannya yang sama2 orang Cina untudk
didudukkan dalam semua posisi pemerintahan China.  Demikianlah operasi
revolusi kebudayaan maupun penjagalan besar2an di Tien An Men,
hanyalah sebagian kecil daripada operasi besar menyingkirkan
pendukung2 dan simpatisan Komunis kepada pemimpin2nya yang lama.  Dan
keberhasilan Amerika mengambil alih China juga merupakan pengabdian
kecil dari pak Harto yang berhasil menggusur Antek China di Indonesia
dulu yaitu Bung Karno dengan begundal2nya yang komunis.

Demikianlah, berakhirnya perang VietNam disertai keberhasilan Amerika
mendapatkan China, mendorong semua pengusaha2 Amerika memindahkan
investasinya dari Jepang dan Asia Tenggara yang berakibat Ekonomi
Jepang bangkrut kolapse, dan karena Asia Tenggara juga merupakan
bagian dari hegemoni ekonomi Jepang, wajar kalo Asia Tenggara juga
mengalami kehancuran ekonomi yang sama seperti yang dialami Jepang,
namun Indonesia, kehancurannya lebih fatal karena juga ditambah hal2
yang bersifat budaya, yaitu Islam dan Korupsi.  Jadi wajar, dengan
berjalannya waktu, mereka semua yang jatuh dalam krisis berhasil
recovery kecuali Indonesia yang terus makin parah hingga detik ini,
sehingga kesediaan kunjungan pres.Bush memenuhi undangan SBY, benar2
momentnya bisa di-analogikan sebagai seorang gadis yang mengundang
pacarnya untuk diperkenalkan kepada orang tuannya, dengan harapan2
yang lebih bersifat mimpi seorang wanita pelacur yang dilamar pangeran
katimbang sebuah kenyataan.  Namun dalam kesusahan bangsa Indonesia
seperti sekarang, memang lebih mudah bermimpi Indah katimbang
merenungkan kenyataan2 yang tidak mampu kita menemukan pemecahannya
meskipun telah ber-puluh tahun bangsa dan pemimpinnya bershalat 5
waktu sehari disertai bertahajut setiap malamnya.







> Itu belum termasuk kesepakatan Presiden SBY dan Presiden Cina, Hu 
> Jintao, untuk menaikkan volume perdagangan RI-Cina sampai 20 miliar 
> dolar AS di tahun 2008 mendatang. Pertumbuhan ekonomi negeri tirai 
> bambu sebesar 9,1 persen tak diragukan mencemaskan AS.



Aaaah..... kita sebaiknya jangan memperbincangkan malah kesepakatan,
karena sudah ada ratusan kesepakatan yang telah berhasil ditanda
tangani SBY dalam safarinya keseluruh dunia bersama team ekonominya
yang paling canggih dalam sejarah Indonesia beberapa tahun yang lalu,
termasuk kesepakatan dengan China, baik itu dizaman Gus Dur, Megawati,
maupun SBY.  Namun tidak ada satupun kesepakatan itu bisa jalan,
karena memang kesalahannya di Indonesia sendiri yang tidak siap
menindak lanjut kesepakatan2 itu, lalu anda masih mau mengharapkan
kesepakatan apalagi kalo kesepakatan2 yang sebelumnya saja terbukti
tidak bisa jalan ????  Volume perdagangan Cina-Indonesia meningkat,
tapi yang meningkat itu hanyalah kebutuhan dalam negeri Indonesia
untuk mengimpor barang2 murah dari China, sebaliknya China sedikit
sekali membeli apapun yang diproduksi Indonesia.  Kekayaan Alam China
sudah jelas melebih Indonesia, ditambah lagi semua produksi Indonesia,
juga dimiliki China, bahkan pabrik2 produksi di Indonesia sendiri juga
semuanya menggunakan mesin2 China, lalu apanya yang bisa diharapkan
dari China untuk membeli produksi Indonesia.  Satu yang saya pastikan,
bahwa China tak akan berani membeli pesawat terbang produksi Indonesia
yang diciptakan oleh ahli Indonesia Prof. Habibie, karena pesawat itu
benar2 design Allah melalui AlQuran, hingga setiap penumpang yang
diangkut pesawat tsb benar2 menuju kesorga atau keneraka dan tidak
pernah lagi kembali kebumi kecuali rangka pesawatnya saja dengan
beserta mayat2 tanya jiwa lagi yang mendarat dibumi, sedangkan
nyawannya sudah jadi tamu sorga atau neraka.  Saya yakin, orang2 China
itu lebih berambisi menciptakan negerinya sendiri jadi sorga katimbang
numpang sorga ciptaan Allah yang angan2nya kompolit tertulis dalam
AlQuran.



> SBY tak lagi merasa memiliki harga diri dan wibawa, maka sejarah 
> akan mencatat bahwa negeri ini memang tidak berdaulat (sovereign) 
> dan yang lebih menyedihkan lagi tentunya 'miskin pemimpin yang 
> tangguh'. 


Harga diri dan kedaualatan apalagi yang masih tersisa pada diri anda
kalo profesi anda sebagai wartawan sudah dipecat ???  Demikianlah,
harga diri, kedaualatan dan wibawa SBY bukan terletak daripada menolak
kunjugan Bush yang sudah diundangnya, melainkan justru menunjukkan
betapa meriahnya sambutan kepada Bush berhasil dilakukannya meskipun
di demo segelintir umat Allah yang belum pernah berjumpa dengan
Allahnya.  Kedaulatan, wibawa, dan harga diri Suharto, justru
ditunjukkan dengan menjagal lebih dari 10 juta orang yang bangsanya
sendiri bukan bangsa lain, dan hal ini bukan tidak mungkin juga
menjadi kebanggaan dan harga diri SBY, apabila pelaku2 demo yang
terdiri dari berbagai utusan2 Allah selalu berusaha menganggu
pengamanan terhadap kunjungan tamu agung ini.


> Menurut penulis dan juga mungkin Anda, Presiden SBY, juga para 
> pemimpin setelahnya, seyogianya 'mampu' bersikap tegas seperti 
> almarhum Soekarno yang berani berteriak 'Amerika kita seterika, 
> Inggris kita linggis'. Semoga!


Pantes, anda itu dipecat, luar biasa dungunya, tidak pernah ada orang
yang sebodoh apapun mau meniru kegagalan orang lain.  Sukarno adalah
seorang presiden yang gagal, sehabis berkoar "seterika Amerika, dan
linggis Inggris", selanjutnya dia sendiri yang diseterika Suharto anak
muridnya sendiri, dan dilinggis oleh kelompok Muslim untuk menggali
lubang kuburannya dikota kafir Blitar.  Saya yakin SBTY tidak mungkin
sedungu anda untuk meniru kegagalan Bung Karno, paling sedikit dia
akan meniru keberhasilan Suharto untuk menyeterika syuhada2 terorist.

Ny. Muslim binti Muskitawati








Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke