Terus terang ini aku copy dari millist lain, isi suratnya cukup menarik sekedar
untuk nambah ramainya millist kita ini. Dia tulis emailnya ke Saul (mungkin
sekali nama samaran dan ngakunya sih saul ini muslim). Suatu persahabatan yang
baik saya kira, seperti persahabatan Ahmad Wahib (Pergolakan Pemikiran Islam)
dg beberapa romo katolik dan aktivis katolik.
------------------
Salam damai kembali unt Sdr. Saul,
Selamat datang di PonRen, mudah-mudahan Sdr, Saul mendapat banyak teman baik di
forum ini spt yg saya alami.
Saya bersekolah di sekolah Katholik dari TK sampai kuliah, tentu bukan di
sekolah yang sama terus. Anehnya selalu saja saya mendapat paling tidak satu
sahabat muslim diantara sahabat-sahabat saya di sekolah manapun. Mungkin krn
saya dibesarkan di kota kecil (dari TK-SMA) shg community-nya lebih ramah dan
tulus. Kalau th. baru Imlek, banyak kenalan keluarga saya yg Muslim datang
berkunjung, lalu kalau Lebaran, kami keliling balik mengunjungi mrk. Dan ini
berlangsung bertahun-tahun lho, sampai kami sekeluarga pindah ke Jkt.
Saya baru ketemu orang-orang muslim yg galak, beringas dan mengerikan waktu sdh
pindah ke Jkt. Mungkin krn tekanan hidup di Jkt membuat orang stress jd
otomatis mudah meluap kemarahannya. Tapi yg jelas saya merasa sangat tdk nyaman
kalau hrs datang ke RT, RW, Kelurahan, Kecamatan, dsb... pandangan org-org di
tempat-tempat itu spt mau menelan saya. Saya baru merasakan ke-minoritasan saya
stl pindah ke Jkt, sdh kulit kuning, mata sipit eh... agama Katholik lagi.
Ada satu pengalaman yg sangat tdk enak yg ingin saya sharing-kan disini.
Begini: saya ikut organisasi Katholik yg salah satu tugas rutinnya adl
mengunjungi orang di tahanan/penjara. Waktu itu saya & dua teman mengunjungi
sailor orang Filipina (Katholik) yg tertangkap di perairan Indonesia. Krn hanya
saya yg cukup PD bhs Inggrisnya jadi hanya saya yg bisa menghibur org itu.
Selama saya bicara, ditunggui oleh polisi. Tau-tau ditengah-tengah saya bicara
dng tahanan itu, si polisi memotong saya dengan kasar. Terus dia bilang bhw
ajaran agama saya salah, terus dia counter semua yg saya sdh bicarakan dng
ayat-ayat dari agama Islam. Terus dng nada garang, dia suruh saya bilang ke
tahanan itu bhw ajaran Islam adalah....bla..bla..bla (dia suruh saya
terjemahkan ke org itu). Jangan tanya bagaimana perasaan saya wkt itu, kesal
dan takut jadi satu. Untung wkt itu kami bertiga, dua cewek dan satu cowok. Yg
cowok langsung bilang: maaf pak, kita gak bisa lama-lama nih, masih perlu ke
tempat lain lagi. Mungkin lain kali lagi ya, Pak. Aduu....hhh, leganya! Nah,
itu tadi contoh pengalaman jelek saya.
Skrg setelah pindah ke Australia, saya gak pernah terlibat dlm satu percakapan
apapun dengan org muslim disini. Kalau lagi nunggu anak-anak di sekolah, saya
bisa duduk berdampingan dengan ibu orang Arab tanpa saling menyapa. Kenapa
begitu? Saya juga gak tau. Mungkin si ibu itu punya sikap berhati-hati spt
saya?? Gak tau deh! Saya mau menyapa duluan ada rasa..... 'ntar dijawab gak ya,
kalau enggak kan malu.' Dan mungkin si ibu juga begitu. Resultnya: kita jadi
kayak dua orang bisu yg sama-sama lagi nunggu anak. Ha...ha...ha...Nah... kalau
ini pengalaman konyol.
Fransisca Mei Lan
________________________________________________________
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!
http://id.yahoo.com/
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/