KOMPAS Sabtu, 18 November 2006 Demokrasi Perpolitikan Indonesia Kehilangan Etika
Jakarta, Kompas - Kecenderungan partai politik mengejar kekuasaan sesaat dan desakan memperjuangkan kepentingan tertentu membuat mereka lupa pada tujuan etis politik, yaitu membangun kesejahteraan bersama. Meskipun telah terjadi transisi sistem kekuasaan politik yang didominasi militer menjadi sistem politik yang didominasi partai politik, ternyata tidak banyak perubahan dalam proses berdemokrasi di Indonesia. Hal itu mengemuka dalam diskusi bertema "Memecah Konflik dan Peran Partai dalam Sistem Presidensil" yang diselenggarakan Perhimpunan Pendidikan Demokrasi, Kamis (16/11) di Jakarta. Hadir dalam diskusi itu antara lain advokat Todung Mulya Lubis dan peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Ikrar Nusa Bhakti, serta A Rahman Tolleng dari Perhimpunan Pendidikan Demokrasi. Dalam diskusi terungkap, partai cenderung memikirkan diri mereka sendiri, sementara rakyat ditinggalkan. Rakyat yang merupakan konstituen partai hanya ditempatkan sebagai pembenar atas kerja politik partai. Ada kekhawatiran dunia politik hanya dikendalikan mekanisme dagang dan pertukaran semata. Kondisi itu menyebabkan politik yang merupakan sarana menyejahterakan dan berpihak pada kepentingan umum terabaikan dan kehilangan maknanya. Kondisi itu, tutur Todung Mulya Lubis, misalnya, diindikasikan dengan konflik antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Jusuf Kalla berkaitan dengan pembentukan Unit Kerja Presiden untuk Pengelolaan Program dan Reformasi. "Presiden semestinya tidak perlu risau dan sebaliknya apa sebenarnya kewenangan Wapres menolak UKP3R," tutur Lubis. Lebih jauh, ketidaksetujuan itu kemudian berkembang menjadi dorongan pencabutan dukungan Partai Golkar pada pemerintahan. Menurut Mulya, sikap ketidaksetujuan itu emosional. Bagi Mulya, kondisi itu sebenarnya ironis. Banyak partai politik di Indonesia, tidak hanya Golkar, ingin menjadi bagian dari pemerintahan sekaligus menjadi oposisi. "Ambisi mereka terhadap kekuasaan menjadi kasatmata," ujarnya. (JOS) [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
