Yg di khawatirkan kepemilikan tanah/bangunan tidak memiliki surat/sertifikat 
tanah, karena pada umum nya masyarakat pedesaan hanya cukup memiliki letters 
C/B sejenis dengan tanah girik, sehingga dalam hal ini Lapindo bisa berkelit 
dari pembayaran ganti untung.

Dari informasi media massa hal ini juga sudah akan diantisipasi oleh Bupati, 
semoga saja pembuatan akte tanah/sertifikatnya tidak dibuat ber tele-tele 
oleh BPN.

Eniwe, Nyak Mus tolong orat-oret mengenai Amerika Selatan dong, dimana di 
sonoh sudah mulai pada pindah ke jalur kiri, dan berani melawan polisi dunia 
si amerika bloon.

sur.
----- Original Message ----- 
From: "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]>


> Lapindo Setuju Bayar & Rakyat Syukuran Bergembira !!!!
>
> Berita terakhir menyatakan bahwa Lapindo akhirnya setuju dengan
> tuntutan masyarakat yang dirugikan untuk membayar ganti rugi harga
> tanah seperti yang dituntut masyarakat.
>
> Masyarakat bergembira, semua mengadakan syukuran dan Bupati dipuja
> puji sebagai pahlawan......  namun benarkah ini semua ???  Hanya
> hitungan matematika saja yang bisa menjawabnya !!!
>
> Pada kenyataannya tidak ada satupun perusahaan didunia ini yang mampu
> membayar ganti rugi lebih besar dari keuntungan proyek yang
> digarapnya.  Kalo saja kita hitung biaya explorasi yang dikeluarkan
> oleh Lapindo ini hingga sekarang belum ada hasilnya, malah merugi
> akibat explorasinya gagal menghasilkan keuntungan akibat kesalahan2
> teknis yang dilakukannya sehingga terjadi malapetaka meluapnya lumpur
> kepermukaan yang menghanyutkan semua rumah dan harta benda penduduk
> yang tinggal diatasnya.
>
> Lalu darimana Lapindo bisa membayar ganti rugi ini sementara mereka
> sendiri tidak berhasil menghasilkan uang untuk proyek yang digarapnya
> ini???  Inilah cara gali lubang tutup lubang yang memang sudah populer
> dilakukan oleh pengusaha2 petualang yang biasa bekerja sama dengan
> para koruptor2 penguasa negara ini.  Sebelum mereka bisa berjanji
> setuju membayar ganti rugi itu, mereka sudah membahasnya dengan para
> pejabat2 korup itu sendiri.  Mereka adalah pengusaha yang mencari
> untung, sedangkan pejabat tamak yang korup adalah manusia biasa yang
> mencari nafkah yang lebih diluar gajinya.  Kedua jenis manusia ini
> ketemu dalam kepentingan yang sama dan juga merasa senasib karena
> dituntut rakyatnya.  Demikianlah, si pejabat korup punya vested untuk
> mempertahankan jabatannya, sebaliknya si pengusaha petualang punya
> vested meluaskan usahanya.  Maka dengan adanya tuntutan rakyat untuk
> membayar ganti rugi, maka oleh si pengusaha tuntutan ini merupakan
> pressure yang bisa dimanfaatkannya untuk menekan sang pejabat korup.
> Si pejabat korup yang vested interest ini memanfaatkan pressure ini
> juga untuk menggali proyek2 korup lainnya.  Demikianlah gagal disatu
> tempat Lapindo memaksakan lagi proyek dilain tempat untuk bisa
> membayar uang yang dijanjikannya itu kepada masyarakat.  Dengan cara2
> inilah, kegagalan Lapindo ini malah merupakan rezeki dalam mendapatkan
> sumber2 lain dimana oleh para pejabat korup dijadikan alasan untuk
> kembali mengulangi pemberian izin yang salah ini untuk kesekian
> kalinya.  Kegagalan2 sebelumnya ditutupi, yang tidak berhasil ditutupi
> diselesaikan dengan janji2, dan untuk memenuhi janji2 itu sang
> pengusaha petualang menuntut konsesi2 baru untuk kembali digarap.
>
> Pertanyaan muncul, apakah Lapindo sanggup benar2 membayar ganti rugi
> seperti yang dijanjikannya ini???  Jawabannya hanya bisa dipastikan
> setelah 3 tahun yang akan datang, karena memproses ini dan itu perlu
> satu tahun dan janji pembayaran adalah 2 tahun setelah itu.  Jadi masa
> tenggang 3 tahun ini tepat sama seperti jatuhnya waktu pemilu yang
> akan datang.  Jadi masalah pembayaran itu bisa ditunda atau dibatalkan
> karena semua itu tergantung kambing hitam yang akan dijadikan alasan
> nantinya.  Kalo berdasarkan sejarah sih, hampir tak mungkinlah janji
> ini akan ditepati, dan kasihan masyarakat yang sekarang keluar biaya
> untuk syukuran karena termakan oleh janji bohong ini.
>
> Kebiasaan pemerintah mengundurkan masalah agar tenang sekarang ribut
> lagi nantinya, bukan hal yang asing karena hal seperti inilah yang
> merupakan keahlian khusus pejabat2 korup ini.  Kalo saja para pembaca
> menggali semua masalah permainan antara pengusaha dan pejabat2 korup
> di RI ini, mulai dari lubang minyak gas terbesar didunia yang ada di
> Aceh hingga tambang emas terbesar didunia yang ada di IrJa.....cara
> kerjanya sama yaitu buat janji, mengulur waktu, kemudian cari kambing
> hitam baru, ganti nama usahanya, mutasi pejabat2nya, selesailah sudah
> permasalahannya.  Nasib rakyat cukup dihibur dengan doa bahwa semua
> memang nasib yang sudah tertulis.  Apalagi mayoritas adalah Islam yang
> wajib percaya nasib yang katanya telah ditetapkan Allah.
>
> Ny. Muslim binti Muskitawati.



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke