http://www.media-indonesia.com/berita.asp?id=118629
Kamis, 07 Desember 2006 22:55 WIB
HUMANIORA - Umum
100 Juta Penduduk Indonesia masih Miskin
JAKARTA--MIOL: Bank Dunia mencatat hampir 50% atau 100 juta penduduk
Indonesia saat ini berpenghasilan di bawah US$2 atau kurang dari Rp18.000 per
hari. Kondisi ini mencerminkan masih tingginya angka kemiskinan di Tanah Air.
Dalam laporan yang berjudul Making the New Indonesia Work for the Poor
yang diterbitkan Kamis (7/12), Bank Dunia menilai, meski telah mengalami
kemajuan dalam pertumbuhan ekonomi, saat ini hampir separuh warga Indonesia
terpaksa hidup miskin.
Menurut Bank Dunia, kondisi ini sudah terjadi sejak krisis moneter 1998
menghantam Indonesia. "Rahasia untuk mengurangi tingkat kemiskinan adalah
dengan membantu warga miskin agar bisa berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi
Indonesia," kata Country Director Bank Dunia untuk Indonesia Andrew Steer,
Kamis.
Berdasarkan kajian Bank Dunia, banyak warga di Indonesia terperangkap
dalam lingkaran kemiskinan secara turun-temurun. Warga miskin ini tidak mampu
memberikan pendidikan yang baik kepada anak-anaknya, sehingga generasi
berikutnya juga tidak bisa keluar dari kemiskinan.
"Saat ini, orang miskin tidak memiliki akses yang memungkinkan mereka
untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi. Dan 40% dari mereka, tidak
dapat menyediakan pendidikan menengah sehingga kemiskinan diwariskan kepada
generasi berikutnya," lanjut Steer.
Selain itu, Bank Dunia juga mencatat sebagian besar rakyat Indonesia yang
taraf hidupnya sedikit di atas garis kemiskinan, rawan jatuh kembali ke dalam
kemiskinan.
Bank Dunia berpendapat luasnya wilayah Indonesia justru menciptakan
perbedaan pendapatan antarwilayah yang sangat besar, yaitu warga di satu
wilayah telah mencapai taraf hidup negara maju, sedangkan warga di wilayah lain
malah berada di bawah rata-rata negara berkembang.
Bank Dunia memberikan tiga rekomendasi agar bisa mengurangi tingkat
kemiskinan, yaitu meningkatkan infrastruktur yang bisa mendukung revitalisasi
pertanian, menciptakan jaringan kerja untuk memungkinkan warga miskin
mendapatkan kemudahan akses ke perdagangan, dan yang terakhir adalah
menyediakan kredit mikro bagi masyarakat miskin.
Steer mengungkapkan Bank Dunia akan mengalokasikan dana sebesar US$1
miliar dalam bentuk hibah dan pinjaman untuk program mengatasi kemiskinan. Dana
sebesar itu rencananya akan digunakan untuk pendidikan, dan pembangunan
infrastruktur desa tertinggal.
Sementara itu, Menko Perekonomian Boediono dalam Konferensi Nasional
Penanggulangan Kemiskinan di Jakarta, kemarin, menegaskan pemerintah akan
mengarahkan pertumbuhan ekonomi sekecil apa pun untuk mengurangi kemiskinan di
Tanah Air.
Sedangkan Menko Kesra Aburizal Bakrie mengungkapkan selama 2006 ini angka
kemiskinan kembali meningkat menjadi 17,8% setelah penurunan sejak krisis tahun
1998. "Tantangan dalam jangka pendek adalah membalikkan tren tersebut guna
mengejar sasaran penurunan kemiskinan hingga 8,5% pada 2009," katanya.
(AN/AFP/OL-01
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/