http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2006/12/11/brk,20061211-89313,id.html

Panglima TNI : Bentrok TNI-Polri, Masalah Serius
Senin, 11 Desember 2006 | 22:32 WIB 



TEMPO Interaktif, Jakarta:Panglima TNI Marsekal (TNI) Djoko Suyanto menegaskan 
bahwa bentrok anggota TNI dan anggota polisi di di Atambua, Kebupaten Belu, 
Nusa Tenggara Timur Minggu (10/12) pagi merupakan masalah serius.

"Oh ini serius. Ini masalah kedisiplinan. Masalah kontrol pada masyarakat. 
Aparat kan tidak boleh seperti itu," ujar dia di Istana Negara, Senin (11/12) 
usai acara laporan hasil lomba tembak AARM ke-16 di Hanoy, Vietnam.

Pernyataan ini berbeda dengan pernyataan Kepala Kepolisian RI, Jenderal Sutanto 
yang mengatakan kasus itu sama dengan kasus anak muda lainnya.

"Penyebabnya macam-macam. Ada rebutan pacar, masalah singgungan, senggolan 
motor bisa terjadi. Sama dengan anak muda yang lainnya di lapangan itu," ujar 
Sutanto sambil tertawa-tawa usai acara pembukaan rapat kerja nasional, 
pengawasan intern pemerintah, Senin (11/12).

Djoko Suyanto menegaskan bahwa darah muda yang mudah tersinggung tidak tepat 
dijadikan alasan terjadinya bentrok itu. "Termasuk aparat saya sendiri. Ini 
soal disiplin, dia harus patuh apa yang disampaikan atasannya."

Namun, ia menolak jika ini dikaitkan dengan semangat membela korps. "Kasus itu 
lebih pada pertemanan atau senasib. Jiwa korps itu kan institusi TNI. Ini lebih 
ke arah kelompok."

Ia memastikan ada disiplin militer setiap ada pelanggaran. "Harus diberikan 
pemahaman yang benar mengenai posisi TNI dan Polri yang harus jadi contoh di 
tengah masyarakat. Tidak boleh berbuat seenaknya."

Ia mengakui sedang ada upaya damai dengan polisi. "Kesepakatan lama TNI-Polri 
akan dilaksanakan masing-masing. Saya dan kapolri mendisiplinkan anggota 
masing-masing."

Minggu pagi lalu, situasi kemanan di Atambua mencekam menyusul bentrokan antara 
Anggota Kepolisian Resor Belu dan anggota TNI Angkatan Darat Unit 744 yang 
menjaga perbatasan Indonesia dan Timor Leste.

Bentrokan dipicu salah satu anggota TNI Angkatan Darat yang sedang mabuk hingga 
mengakibatkan Praka Andik Hidiharta tewas tertembak. Adapun korban luka-luka 
yakni Sertu Heri dan Prada Bambang.

Dalam insiden ini Markas Polres Belu, Rumah Dinas Kepala Polres dan Wakil 
Kepala Polres Belu dihancurkan. Begitu pula Kantor Telkom Atambua juga menjadi 
sasaran amuk. "Batalyon 744 tidak dipindahkan. Itu kan yon organik yang berada 
di wilayah itu,"ujar dia.

Badriah 


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke