Sebetulnya saya punya ide-ide yg lebih konkret, tetapi kalau dipaparkan secara 
njelimet mungkin akan cendrung tekhnis sekali, jadinya saya lebih dulu 
menggugah garis besarnya yaitu sistem pendidikan duduk nongkrong yg 
dikembangkan dep Pendidikan-lah sebab NOMER SATU dari segala hal yg terjadi di 
bumi nusantara ini.. sistem duduk 4-5 jam ini hanya menghasilkan 
manusia-manusia duduk dan pencari kedudukan, juga manusia-manusia nongkrong 
dipenggir jalan, nongkrong diperapatan, disudut-sudut gang, diberbagai tempat 
hiburan dan otomatis manusia-manusia ini akan cendrung rentan kriminal, 
bermasalah dan mengancam stabilitas sosial dll...
   
  Padahal yg kita perlukan adlah sistem pendidikan yg membikin kita-kita jadi 
punya semangat untuk menggerakkan tangan, kaki, urat dan otot untuk bisa 
merealisasikan apa yg telah diketahui oleh otak dan pemikiran kita.. semstinya 
kita dididik untuk mampu dan punya spirit untuk merealisasikan dan mewujudkan 
apa yg jadi tujuan, visi dan misi yg tertuang diatas kertas.. tetapi pada 
kenyataaannya apa yg tertulis dikertas kerja tidak sesuai dgn kenyataannya dan 
malahan tidak terealisasikan.. kesalahannya bukan di manajemen, tetapi di pola 
mental kita yg hanya ingin lebih banyak duduk daripada bergerak, berdiri, 
beraktifitas, bergerilya dan berupaya dgn kedua tangan kakinya..., dan ini 
tersebab sistem duduk nongkrong yg kita dilatih sejak SD, SMP, juga SMA dn 
perguruan tinggi supaya menjadi anak manis yg betah duduk diam menjadi 
pendengar yg baik plus nilai yg baik diatas kertas...
   
   
  saya hakul yakin dgn pendidikan ketrampilan khusus dan cukup dgn pendidikan 
baca tulis semasa SD yg 6tahun, yg saya kira membaca tulis akan mampu 
dilakukan, seterusnya di SMP dan SMA mulai dididik dgn berbagai keahlian 
lapangan, ketrampilan spesifik, kemampuan olah gerak, olah raga, seni dan 
pemahaman sistematika berfikir, mungkin bangsa ini tidak akan tertinggal jauh 
dibanding bangsa lain yg terus menerus mencipta, berbuat, beraktivitas melayari 
laut, mengukur tinggi gunung, menuruni lembah, mengarungi ruang angkasa, 
meneliti hutan, laut, tanah, bumi, meneliti alam, menggali perut bumi dan 
menemukan berbagai hal untuk dijadikan pengetahuan baru...
   
  SAYANG SEKALI, SISTEM PENDIDIKAN DUDUK NONGKRONG HINGGA SAAT INI MASIH JADI 
FAFORIT DEP PENDIDIKAN, DAN HASILNYA ADALAH BANGSA YG MENUNGGU BELAS KASIHAN 
INVESTOR DAN BANGSA LAIN UNTUK BERSEDIA MENANAMKAN UANG, MODAL DAN 
TEKHNOLOGINYA UNTUK SUPAYA KITA BISA MENDAPATKAN KERJA...  dan kita meratap 
ratap membujuk investor asing supaya kita bisa diberi kerja, dikasih uang saku 
untuk bisa makan 3 kali sehari.. padahal ini akibat sistem duduk nongkrong yg 
dikembangbiakkan oleh Dp Pendidikan ... hasilnya pengangguran mewabah akibat 
dari bangsa ini tidak mampu menciptakan pekerjaan sendiri...
   
   
  Sang
   
  Bunderan mangga , Indramayu
   
   
   
   
  

vincentliong <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
  Vincent Liong answer:

Ide dari bung Sangkala sudah lumayan, cukup senada dengan perjuangan
kami di Kompatiologi sampai hari ini, hanya proses pemikiran bung
Sangkala belum menemukan titik pencerahan yang kongkrit masih terlalu
ideal.

Bilamana saya menanyakan:
* Bukankahpendidikan keterampilan khusus yang spesifik tidak berbeda
dengan paradigma pendidikan duduk nongkrong dimana yang dipelajari
adalah output yang diempiriskan. Tetap tidak mengenai logic sistem
kerja dasarnya dimana yang terpenting bukan kebenaran output tetapi
kebenaran / kedetailan dalam proses.
* Bilamana yang diajari di bangku sekolah tidak ada guna samasekali
maka bagaimana anda bisa baca tulis, bagaimana tahu bahasa & aturam
main yang digunakan dalam dunia kerja yang lain bidang lain bahasa &
aturan main-nya.

Ada orang yang tidak sekolah tetapi bisa menjadi pengusaha sukses, ada
yang tidak. Ada yang bersekolah dan menjadi pengusaha sukses tetapi
ada juga yang tidak. Nah, semua ini bersumber dari bagaimana orang tsb
menyikapi apa yang dihadapi dan dimilikinya. Oleh karena itu
kompatiologi coba memetakan ke dasar sampai bagian terkecil, yang
paling sederhana yaitu pada sistem pengambilan keputusan.
* Bilamana individu mengkondisikan bahwa apa yang dipetakan (objective
tanpa judgement) samadengan apa yang dijudgement (subjective) dimana
menghasilkan konsekwensi kondisi kemampuan di dunia nyata samadengan
kemampuan berdasarkan standart tingkat kemampuan sesuai ijasah maka
hasilnya juga bersifat samadengan.
* Bilamana individu mengkondisikan bahwa apa yang dipetakan (objective
tanpa judgement) TIDAK samadengan apa yang dijudgement (subjective)
dimana menghasilkan konsekwensi kondisi kemampuan di dunia nyata TIDAK
samadengan kemampuan berdasarkan standart tingkat kemampuan sesuai
ijasah maka hasilnya juga bersifat TIDAK samadengan.

Permasalahannya anda pun masih berprinsip yang bersifat samadengan.
Ini tampak dari cara anda menjawab yang cenderung seperti orang merasa
kena tipu.

Seorang ahli psikologi kepribadian yang ahli berkata bahwa bilamana
seseorang ingin mempelajari kepribadian maka perlu belajar psikologi
kepribadian ala "Paradigma Pendidikan Duduk Nongkrong" bukan untuk
menggunakan hasil pembelajaran sebagai pegangan satu-satunya,
melainkan sekedar tahu bahasa dan aturan main yang bisa dipakai untuk
mengkomunikasikan dengan orang lain.

Anda bisa baca tulisan saya yang menjabarkan sistemnya di:
Subject: FUZZY LOGIC DAN KOMPATIOLOGI
e-link: http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/18683

ttd,
Vincent Liong




At: http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/message/18944
"sangkakala ." wrote:

Saya lebih cenderung pada pendidikan ketrampilan dan keahlian khusus
yg spesifik dibanding ketrampilan menulis, mencatat dan menghafal yg
nota bene hampir semua yg diingat dalam memori setelah dia lulus,
malahan hilang sama sekali dan diganti dgn selembar ijazah berisi
daftar nilai-nilai test tertulisnya..

padahal realitas adalah hampir 90% yg diajarkan di bangku sekolah
tidak ada gunanya bagi si pelajar setamat dia sekolah..

Kegagalan dunia pendidikan menangkap realitas permasalahan adalah
tercermin dari tingkat daya saing dan tingkat produktifitas yg rendah,
bahkan untuk kawasan asia tenggara lebih rendah lagi dari Vietnam..

Salah satu sebab utama adalah sistem pendidikan duduk 4-5 jam sehari
yg bikin pelajar kita hanya mengimpikan mendapat kursi kerja selepas
dia sekolah maupun kuliah..

Padahal problema utama adalah bahwa rakyat dididik dibangku sekolah
hanya datang, duduk dan mencatat sambil pasang dua telinga menangkap
apa yg diterangkan guru maupun dosen.. Ini yg bikin produktivitas dan
daya saing bangsa ini teramat memprihatinkan.. kita hanya ditempa
untuk betah duduk menghadap guru dan papan tulis...

Hasilnya adalah ketidakmampuan menjalankan rencana, schedule,
rancangan kerja dan program-program lapangan dgn berbagai kegiatan yg
butuh keringat dan tenaga.. juga kelemahan mentality dimana kemalasan
begitu mewabah tersebab sistem duduk yg dikembangkan Departemen
Pendidikan yg dungu!!!...

kemalasan adalah akibat dari tidakadanya aktivitas fisik berkarya dgn
kedua tangannya, tidak adanya karya kreatif, tidak adanya kurikulum
pendidikan aktivitas ketrampilan khusus terkecuali aktivitas duduk,
mencatat, membaca, menulis dan berhitung...

Akibat paling parah adalah bangsa yg gemar korupsi dibelakang meja
sambil sibuk rebutan kursi basah dan berharap mendapat kenaikan
jabatan tanpa perlu peras keringat..

pola mental ini teramat fatalistik, merata dan membudaya dikalangan
pejabat-pejabat kita.. hal ini jelas-jelas adalah tersebab sistem
duduk nongkrong dibelakang meja sambil duduk manis pasang telinga
mendengar kicauan guru dan dosennya...

Birokrat kita tidak mampu menjalankan berbagai program karya nyata,
mereka hanya bisa berwacana, berdiskusi, berdebat dan berorasi tapi
ketika diminta untuk turun tangan langsung mereka akan delegasikan
tugas itu pada bawahan yg juga sama seperti mereka yaitu
bawahan-bawahan nongkrong.. hasilnya manajemen yg impoten dan sibuk
berwacana juga rapat tanpa hasil yg nyata..

maka perlu perobahan revolusioner besar-besaran... Sistem duduk dan
rapalan-rapalan plus test tertulis demi selembar ijazah diganti dgn
sistem keahlian dan ketrampilan khusus berdasar kebutuhan sebuah
wilayah, apa itu perikanan, elektronik, permesinan, informatika,
biotekhnik, pertanian, perkebunan,pertambangan, lingkungan, perkotaan,
sampah, robotika,arkeologi dan sebagainya dimana kita amat sangat
butuh berbagai tenaga ahli dibidang-bidang spesialisasi berbagai bidang..

Dan sekarang yg dibudidayakan dan dikembangbiakkan oleh Departemen
pendidikan yg dungu adalah jutaan ahli-ahli nongkrong, ahli debat,
ahli wacana, ahli janji-janji politik, ahli konsep, ahli teriak-teriak
sep mahasiswa-mahasiswa calon-calon pegawai nongkrong, ahli rengek sep
MPR/DPR merengek-rengek minta kenaikan gaji,tunjangan,bonus dan
termasuk disini ahli hafalan-hafalan bak ensiklopedia berjalan plus
ahli tafsir khayal dan mimpi alias dukun ramal yg laris manis...
IRONI!!!!!


Sang

Bunderan mangga, Indramayu



 
---------------------------------
Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke