http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2007010401531115
Kamis, 4 Januari 2007
BURAS
ealitas Negeri Kartun!
H.Bambang Eka Wijata:
"TAK sadar gaeknya, yang ditonton film kartun!" entak Umar.
"Justru lewat film kartun aku baru bisa memahami realitas, terutama
realitas negeri kita!" timpal Amir. "Ayo saksikan, setiap plot berujung
bencana, kecelakaan atau paling mujur konyol! Itu bukan saja akibat kelalaian,
tapi tak kepalang juga kesengajaan atau malah jebakan! Yang paling licik akan
unggul dan menang atau mendapat keuntungan!"
"Film kartun itu beyond the logic!" tegas Umar. "Melampaui batas-batas
logika, serta mempermainkan akal sehat! Tom yang dijebak Jerry tergilas
buldoser sampai gepeng, masih bisa tegak kembali dengan tubuhnya yang pipih!
Artinya, yang tak masuk akal pun terjadi atau bisa dilakukan!"
"Seperti gambaran yang kubuat dan kau buat itulah realitas negeri
kartun!" timpal Amir. "Cuma warga negeri kartun yang naik haji dengan tulus
dilayani katering bodong hingga kelaparan 60 jam! Cuma dalam film kartun
kecelakaan atau bencana disusul bencana lain, disusul bencana lain lagi, tanpa
henti! Akibatnya, di negeri kartun bencana dan kecelakaan menjadi hal rutin
tanpa ada yang merasa perlu bertanggung jawab! Bahkan dalam film kartun,
bencana dan kecelakaan itulah esensi hiburannya!"
"Dalam film oke-oke saja!" entak Umar. "Tapi kalau dalam realitas hidup
manusia bencana dan kecelakaan yang bersambung dianggap sebagai soal rutin,
tanpa ada yang bsa dituntut tanggung jawabnya, mau jadi apa negeri itu?"
"Jadi negeri kartun!" jawab Amir. "Karena hanya dalam negeri kartun
logika dan moralitas simpang siur, semua sesukanya menggunakan logika sendiri
untuk memberi pembenaran moral atas perbuatannya! Seperti Tom dan Jerry yang
saling menjebak dan menyakiti dianggap wajar dan biasa saja sesuai dengan
alasan dan logika masing-masing!"
"Tapi tak segampang itu menjadikan film kartun sebagai realitas
masyarakat manusia!" timpal Umar.
"Yang terjadi sebaliknya!" tegas Amir. "Justru manusia yang menjalankan
hidupnya seperti film kartun dengan mendulang bencana, kecelakaan dan
kekonyolan menjadi realitas kehidupan mereka!"
"Tapi bagaimana mengatasinya?" kejar Umar.
"Harus tegas mengaktualisasikan diri sebagai manusia, yakni dalam setiap
kejadian ada yang bisa dituntut tanggung jawabnya!" jawab Amir. "Beda manusia
dan kartun pada soal tanggung jawab itu! Kartun tak bisa dituntut tanggung
jawabnya, sebaliknya manusia, tanggung jawabnya diatur dalam bingkai struktural
dan fungsional dirinya!"
"Mana ada orang mau memikul tanggung jawab atas bencana, kecelakaan dan
kekonyolan sekalipun itu dalam bingkai tanggung jawab struktural dan fungsional
dirinya!" timpal Umar.
"Maka itu realitas bencana, kecelakaan dan kekonyolan seperti dalam film
kartun terus berlangsung!" tegas Amir. "Karena hidup dijiwai seperti aktor
kartun, tanpa tanggung jawab!" ***
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/