REFLEKSI: Astagafirullah!  Rusaknya sekaligus di begitu banyak tempat? Ada apa? 
Dirusakan atau [a] rusak karena tenaga yang mengurus tidak cukup bermutu, [b] 
tidak punya duit untuk membeli spare-parts, [c]  alasan lain. Lantas untuk 
hubungan darurat apakah komunikasi radio sudah tidak lagi dipakai, karena rusak?


http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2007/01/06/brk,20070106-90736,id.html


Indonesia Tanpa Radar
Sabtu, 06 Januari 2007 | 02:48 WIB 



TEMPO Interaktif, Jakarta:Sudah dua bulan ini, Indonesia sama sekali tak bisa 
menangkap sinyal darurat yang terpancar dari pesawat atau kapal yang mengalami 
kecelakaan. Itu semua karena radar penangkap sinyal darurat (emergency locator 
beacon aircraft atau ELBA) di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, 
Tangerang, dan di Bandara Pattimura, Ambon, rusak.

"Radar yang berada di Ambon itu (malah) sudah rusak lebih dari setahun," kata 
Kepala Badan Search and Rescue Jakarta Dadang Arkuni kepada Tempo.

Radar penangkap sinyal darurat, atau yang biasa disebut penangkap sinyal 
emergency locator transmitter (ELT), yang ada di Jakarta bertugas memantau 
wilayah Indonesia bagian barat. Adapun radar di Ambon untuk memonitor wilayah 
Indonesia bagian timur.

Menurut Kepala Badan Search and Rescue Jakarta Dadang Arkuni, Indonesia 
memiliki radar ini sejak 1995. Itu pun berkat kebaikan hati pemerintah Kanada. 

Dengan demikian, setiap ada kecelakaan pesawat atau kapal laut, radar ini akan 
mendapat informasi tentang lokasi kecelakaan.

Namun, sejak radar di Cengkareng mengalami kerusakan, alat itu tak bisa lagi 
membaca koordinat lokasi kecelakaan. Radar masih tetap bisa menerima laporan 
kecelakaan dari alat yang sama milik Singapura, Australia, dan Thailand.

Dadang mengaku sudah melaporkan radar penangkap sinyal darurat yang mengalami 
kerusakan sejak dua bulan lalu itu ke kantor pusat Badan Search and Rescue 
Nasional. "Tapi belum juga diperbaiki karena biayanya mahal," kata Dadang tanpa 
memerinci besar ongkosnya.

Dia menambahkan, dengan menggunakan radar itu, Indonesia tergabung dalam sistem 
Cospas-Sarsat. Ini adalah sistem pencarian korban kecelakaan yang menggunakan 
bantuan 12 satelit, yang didirikan Kanada, Inggris, Amerika, dan Uni Soviet 
pada 1979. Konsorsium ini kini anggotanya terdiri atas puluhan negara.

Indonesia tergabung dalam satu wilayah bersama Singapura, Australia, dan 
Thailand, dengan Australia sebagai koordinator wilayah. Bila terjadi kecelakaan 
di wilayah empat negara ini, masing-masing radar akan menampilkan koordinat 
lokasi kecelakaan. Radar membaca kecelakaan berdasarkan sinyal ELT di pesawat 
yang muncul jika terjadi benturan. Sinyal yang keluar akan terbaca oleh radar 
dalam hitungan detik.

Menurut Dadang, Indonesia seharusnya memiliki cadangan radar. Tapi, karena alat 
ini memakai teknologi tinggi dan harganya mahal, pemerintah belum bisa 
menyediakan. Padahal alat ini penting untuk keselamatan.

Di tempat terpisah, kemarin Direktur Utama PT Angkasa Pura II Edie Haryoto 
menjelaskan sistem pengendalian lalu lintas udara di Soekarno-Hatta saat ini 
berfungsi dengan baik, termasuk pada hari hilangnya pesawat Adam Air Boeing 
737-400 dengan nomor penerbangan KI 574.

"Fasilitas pengendalian di FIR Jakarta termasuk modern dan berfungsi dengan 
prima," ujar Edie. Dia menambahkan, pada peristiwa kecelakaan Adam Air, 
fasilitas FIR Jakarta dapat merekam posisi terakhir pesawat. "Tapi sayangnya, 
posisi pesawat Adam Air saat itu bukan masuk dalam wilayah pengendalian FIR 
Jakarta." 

Pramono/Joniansyah/Harun Mahbub/Raden Rachmadi 




[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke