ANALISA
Edisi Selasa, 9 Januari 2007 

Semburan Baru di Sekitar Luapan Lumpur Terus Bermunculan 

Sidoarjo, (Analisa) 

Semburan baru yang diduga sebagai semburan gas di sekitar luapan lumpur panas 
Lapindo Brantas Inc terus bermunculan. Sejak Minggu (7/1) pagi, semburan liar 
kembali muncul di area persawahan Desa Pajarakan Kecamatan Jabon. 

Kali ini semburan liar ditemukan di areal persawahan Desa Pejarakan, Kecamatan 
Jabon. Lokasi semburan sendiri berada di tepi jalan desa di sekitar saluran 
pelimpah lumpur (Spillway) dan berjarak sekitar 1,5 km arah Selatan dari pusat 
semburan lumpur. 

Ketua Tim Monitoring dan Analisis Gas Berbahaya Fergaco Indonesia, Sutrisno di 
lokasi semburan, Senin (8/1) menyatakan, semburan itu tergolong semburan biasa, 
karena tidak disertai asap sebagaimana semburan lumpur utama yang berada di 
Desa Renokenongo. 

Di samping itu, air yang keluar dari dalam tanah juga tak terasa asin, bahkan 
bau gas yang sebelumnya sempat diisukan keluar dari dalam semburan juga tidak 
ada. 

"Ini semburan biasa, selain tidak ada gas, airnya juga tawar tidak asin seperti 
semburan utama," ungkapnya. 

Ia mengaku, semburan yang keluar ini mirip dengan sumber air sumur yang 
biasanya keluar dari dalam tanah. Meski tidak berbahaya, namun Fergaco memasang 
garis polisi serta rambu-rambu peringatan untuk menghalau warga mendekati 
lokasi kejadian. 

"Untuk sementara, kami belum menemukan gas berbahaya seperti H2S, hanya saja 
semburan ini harus tetap diwaspadai," imbuhnya. 

Meski tidak berbahaya, namun munculnya semburan baru ini sempat membuat warga 
sekitar panik, apalagi semburan sendiri berada tak jauh dari pemukiman warga. 

Warga pun hingga siang ini (8/1) masih terlihat berbondong-bondong mendekati 
lokasi untuk sekedar melihat bahkan mencoba merasakan keasinan air dengan cara 
menjilatnya. 

"Kami takut kalau semburan ini terus keluar dan bisa-bisa rumah kami akan 
terancam," uku Muslimin, warga Desa Pejarakan yang rumahnya berada tak jauh 
dari lokasi semburan. 

Ia berharap, Lapindo segera mengambil langkah antisipasi agar semburan itu 
tidak semakin meluas. Jika tidak bisa dihentikan, warga meminta agar segera 
dibuatkan kanal untuk mengalirkan air dari dalam tanah menuju saluran pelimpah 
(Spillway) yang memang tak jauh dari lokasi semburan. 

Juru bicara Timnas PSLS, Rudi Novrianto dikonfirmasi mengaku, memang beberapa 
semburan baru sering terjadi di sekitar semburan utama di Desa Renokeongo. Saat 
ini, semburan telah ada di Desa Siring, Desa Pajarakan dan Desa Mindi. 

Namun demikian, kata dia, semua itu bersifat kecil serta tidak berbahaya dan 
hingga kini masih terus dalam tahap pemantauan dari Timnas PSLS. 

"Timnas juga telah membuat tanda peringatan di sekitar lokasi seperti larangan 
untuk mendekat di sekitar lokasi dan larangan untuk merokok di sekitarnya," 
paparnya. 

Ia mengaku, semburan yang baru muncul itu intensitasnya tidak besar dan gas 
metana itu akan hilang dengan sendirinya, karena terbawa angin. 

"Jika semburan itu nanti membesar, maka kami akan menangani secara teknis," 
tambahnya. (Ant


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke