Paus Joan atau Yohana atau John Anglicus, atau disebut juga Paus Johanes VIII adalah seorang perempuan yang menjadi Paus dan paling sedikit diketahui dan sebagian orang menganggap hanya sebagai legenda saja. Menurut ahli sejarah, J.N.D. Kelly in his Oxford Dictionary of Popes, "was accepted without question in Catholic circles for centuries." Paus Joan memerintah pada tahun 885-887, diantara Paus Leo IV dan Paus Benediktus III.
Selama ratusan tahun, keberadaan Paus Joan diakui secara universal dan diterima sebagai sebuah kebenaran. Tetapi pada abad ke 17, Gereja Katolik mendapat serangan yang semakin gencar dari kaum Protestan yang pada saat itu bertambah kuat, sehingga Gereja Katolik mulai menjalankan upaya sistematis untuk menghancurkan berbagai catatan historis yang memalukan Gereja mengenai Paus Joan. Terhapusnya Paus Joan dari catatan gereja bukanlah hal yang mengejutkan. Pada rohaniawan Roma jaman dulu telah mengambil berbagai langkah serius untuk mengubur seluruh laporan tertulis mengenai hal yang memalukan tersebut. Malahan, mereka menganggap itu merupakan tugas suci mereka. Hincmar, seorang penulis kronik yang hidup pada jaman Joan, sering menghapus informasi dan tulisan yang dirasanya merugikan gereja. Teolog besar Alcuin pun melakukan upaya untuk menyembunyikan kebenaran. Didalam satu suratnya, beliau mengakui telah menghancurkan sebuah catatan mengenai tindak perzinaan dan jual beli jabatan gerejawi yang dilakukan oleh Paus Leo IV. Gereja Katolik menganggap isu Paus Joan adalah rekaan kaum Protestan yang ingin memaparkan kebusukan Gereja Katolik, tetapi sesungguhnya kisah Paus Joan pertama kali muncul ratusan tahun sebelum kelahiran Martin Luther King. Kisah Paus Joan bahkan diterima di dalam sejarah resmi yang menceritakan para Paus. Patungnya yang berada di Katedral Siena sampai tahun 1601, tiba-tiba mengalami 'metamorfosis' menjadi dada Paus Zakharia atas perintah Paus Clement VIII. Pada tahun 1276, setelah mengadakan penyelidikan dengan seksama dan cermat atas berbagai Kepausan, Paus Yohanes XX mengubah gelarnya menjadi Paus Yohanes XXI sebagai penghormatan kepada Paus Yohanes VIII. Setelah kasus Paus perempuan, Gereja Katolik melakukan upacara kursi pemeriksaan, yang merupakan bagian dari upacara penahbisan Kepausan dan dijalankan selama 600 tahun. Setiap Paus baru diwajibkan untuk duduk di kursi 'stella stercoreria', dengan bagian tengah yang berlubang seperti kursi toliet dimana alat kelamin Paus diperiksa untuk membuktikan bahwa dia seorang laki-laki. "Mas nobis nominus", "Calon kita adalah seorang laki-laki", barulah setelah itu diserahkan kunci St.Petrus. Gereja Katolik tidak mengingkari keberadaan kursi 'stella stercoreria' tersebut karena benda tersebut masih ada hingga saat ini. Hal yang lain adalah, prosesi Kepausan yang melintasi 'Via Sacra' (Jalan suci) selama berabad abad diubah. Via Sacra adalah jalan dimana Joan kabarnya melahirkan anaknya yang lahir dalam keadaan meninggal. Tidak lama setelah peristiwa tersebut prosesi Kepausan secara sengaja tidak melalui Via Sacra, karena rasa benci dan jijik atas kejadian itu. Pada tahu 1486, John Burcardt, Uskup Horta dan pembawa acara dalam upacara Kepausan selama lima Paus menuliskan, "Ketika berangkat maupun saat kembali, (Paus) melewati Coliseum dan jalan yang lurus dimana... John Anglicus melahirkan anaknya... Karena alasan ini... para Paus dan arak-arakannya, tidak pernah melalui jalan tersebut..." Hidup dimasa Jaman Kegelapan dimana adalah masa sulit bagi kaum perempuan kristen. Ini adalah jaman yang disebut 'misogynistic' atau jaman pembenci permpuan. Sehingga tidak mengherankan kalau ada kaum perempuan, seperti Paus Joan, yang memilih menyembunyikan identitas keperempuanan mereka. Selain Paus Joan, pada abad ke 3, Euginia putri Prefek Aleksandria masuk ke sebuah biara dengan menyamar sebagai laki-laki sampai akhirnya diangkat menjadi abbas. Pada abad ke 12, St. Hidegund, dengan menggunakan nama samaran Yosef, menjadi seorang biarawan di Pertapaan Schonau dan menjalani kehidupannya diantara para pertapa lainnya tanpa diketahui jenis kelaminnya hingga meninggal. Masih banyak lah perempuan yang menyembunyikan identitas mereka karena doktrin gereja yang menuliskan perempuan adalah iblis seperti dari tulisan St. Paulus dan Tertullianus,: "Dan tahukah kau bahwa kau ini adalah Hawa?... Kau lah gerbang Iblis, pengkhianat yang makan dari buah pohon terlarang dan manusia pertama yang melanggar Hukum Ilahi. Kaulah perempuan yang merayu Adam yang bahkan tidak berani didekati oleh Iblis.. karena kematian yang sudah selayaknya kau terima, Putra Tuhan pun harus ikut mati". ____________________________________________________________________________________ Cheap talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates. http://voice.yahoo.com Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
