REFLEKSI: Maling demikian ini bukan sembarang maling. Pasti ini maling 
terorgasasi yang selain berkebiasaan mencuri juga menghendaki agar kaum wanita 
tetap menjadi penjaga tungku dan kasur serta bantal guling setia.  

 Tidurkah kau, kekasihku?  Sang surya telah terbit, ayo bagun!

http://www.wahidinstitute.org/indonesia/content/view/330/54/



      Intimidasi     
      Habis Dibobol 'Maling', LSM Perempuan Disuruh Bertobat  


      Jakarta, wahidinstitute.org
      Intimidasi terhadap lembaga yang memperjuangkan hak-hak perempuan kembali 
terjadi. Kali ini menimpa lembaga riset Women Research Institute (WRI) yang 
berkantor di bilangan Kalibata, Jakarta.

      Melalui faksimil tertanggal 5 Januari 2007, lembaga yang fokus mengkaji 
isu kesetaraan jender, termasuk perda-perda Syariat Islam, ini diminta 
'bertobat' karena aktivitasnya dinilai telah menyimpang dari ajaran Islam. 

      "Maka sadarlah saudaraku.insyaflah.rubahlah sikap kalian. Kembalilah ke 
jalan Allah. Hiduplah dengan cara Islam, hargai dan sayangilah kaummu, terutama 
saudara seimanmu (kaum muslim dan muslimah), bergaullah dengan damai bersama 
mereka. Hiduplah berdampingan dengan orang yang seiman. Kalian muslimah, maka 
pilihlah pasangan hidupmu orang yang seiman dengan kalian yaitu seorang muslim. 
Karena perkawinan seorang muslim dengan orang Nashrani (= kafir) merupakan 
perbuatan perzinahan seumur hidup. Allah sangat membenci perkawinan tersebut 
dan Allah sangat murka dengan perkawinan tersebut. Oleh karenanya, Allah 
mengganjar orang (muslim) yang melakukan perzinahan dengan hukuman 40 tahun 
dosa tak terampuni," tulis pengirim ancaman itu, yang mengatasnamakan diri 
'Sobatmu di Lembaga Da'wah Islamiah'. (ancaman selengkapnya lihat di sini)

      Tak sampai di situ, pengirim ancaman juga mengingatkan kembali akan kasus 
pencurian yang menimpa lembaga itu pada empat bulan sebelumnya. "Masih segar 
dalam ingatan kita terjadinya musibah yang menimpa kantor kalian, pencurian di 
kantor kalian. Itu hanyalah cambuk kecil dari Allah swt atas sikap kalian 
selama ini. Itu belum seberapa. Tidak mustahil, Allah akan semakin murka 
melihat hamba-Nya sudah tidak lagi mengindahkan peringatan-Nya. Karena Allah 
Maha Besar, Maka Kuasa, dan Maha Memiliki alam semesta ini, dengan mudahnya 
Allah dapat memutarbalik keadaan kalian semua. Hanya dengan sekejap, jika Allah 
menghendaki kantor kalian akan musnah menjadi arang dan rata dengan tanah serta 
merta kalian kehilangan jabatan dan kekuasaan sekaligus. Atau kalian sendiri 
akan mendapat cobaan-cobaan, misalnya berupa serangan penyakit, 
hilangnya/matinya orang yang paling kalian cintai." 

      Empat bulan sebelum munculnya fax ancaman itu, tepatnya Minggu (3/9/2006) 
kantor WRI dibobol maling. "Barang-barang inventaris WRI yang terdiri 8 unit 
CPU, 1 monitor LCD dan 1 unit HP Nokia dicuri maling. Berkas-berkas penting 
lainnya juga diacak-acak," tulis pernyataan resmi WRI tertanggal 8 Januari 2007.

      Dari 9 unit CPU yang dimiliki WRI, si maling hanya menyisakan 1 unit CPU 
yang berfungsi sebagai komputer grafis. "Agak mengherankan, ternyata banyak 
barang yang lebih mahal tidak diambil pencuri 3 unit printer laser dan 1 unit 
printer warna dalam keadaan utuh. 10 monitor, mesin PABX, televisi, radio/tape 
compo dan semua barang yang berada di lemari keuangan (infocus, laptop dan 
camera digital) termasuk uang cash dan perhiasan lain tidak disentuh/ diambil," 
tulis WRI. 

      Sehari kemudian seluruh aktivis WRI, plus satu anggota badan pendiri 
memutuskan untuk segera melaporkan pencurian Polsek Pancoran. Laporan itu 
diterima kepolisian dengan nomor No. Pol.: LP/ 430/ IX/ 2006/ Sek. Pancoran. 
Pihak kepolisian, saat itu juga, mengirim empat reserse untuk memeriksa kantor 
WRI. 

      Menanggapi ancaman ini, sedikitnya 30 perwakilan lembaga yang peduli pada 
penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) dan kebebasan, melakukan rapat dan 
konsolidasi di Kantor Kontras Jakarta, Senin (8/01/2007). Mereka antara lain, 
Direktur WRI Sita Ari Purnami, Wakil Komnas HAM Zoemrotin K Susilo, mantan 
Sekjen Komnas HAM Asmara Nababan, perwakilan PBHI Johnson Panjaitan dan 
Direktur Eksekutif the WAHID Institute Ahmad Suaedy. Tampak juga perwakilan 
dari Imparsial, LBH Jakarta dan YLBHI. 

      Hasilnya, mereka sepakat untuk mendiskusikan dan mencari bukti lanjutan 
sebelum melaporkannya ke pihak kepolisian. "Misalnya adakah kaitan pencurian 
yang terjadi empat bulan sebelumnya dengan surat ancaman itu. Mungkin saja 
orangnya sama dan mungkin juga berbeda," kata Ahmad Suaedy. 

      "Yang jelas kita sepakat melaporkan kejadian ini selekasnya. Ini 
membahayakan masa depan demokrasi, karena mengancam kebebasan," sambungnya
     


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke