Refleksi: Saham perushaan boleh 100% dimiliki pihak asing, tetapi teknologi mau dikendalikan padahal sendiri memiliki mutu pendidikan yang rendah. Apakah ini suara bukan harimau ompong dan pincang? .
http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=163870 TRAGEDI ADAMAIR Bantuan Teknologi Asing Harus Dikendalikan RI Senin, 8 Januari 2007 JAKARTA (Suara Karya): Pemanfaatan teknologi asing seperti satelit keyhole (KH-satellite) milik National Security Agency (NSA) Amerika Serikat (AS), dalam pencarian pesawat Boeing 737-400 milik Maskapai AdamAir yang hilang sejak Senin (1/1), tetap harus di bawah kendali Pemerintah Indonesia. Markas Besar (Mabes) Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyatakan, mendukung kebijakan politik pemerintah untuk mengupayakan segala cara termasuk meminta negara lain untuk mendukung pencarian pesawat Adam Air. "Segala upaya yang dilakukan tentu sudah dikonsultasikan kepada Presiden termasuk masalah keamanan nasional berkenaan dengan pemanfaatan teknologi canggih dalam pencarian AdamAir," kata Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI Laksamana Muda Sunarto Sjoekronoputro. Ia menambahkan, pemerintah juga telah menegaskan bahwa seluruh bantuan pihak asing tetap dibawah kendali Tim SAR Gabungan (SAR Mission Coordinator/SMC) yang dipimpin oleh Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin Makassar, Marsekal Pertama Eddy Suyanto. Sementara itu, anggota Komisi I DPR Soeripto juga mengingatkan agar bantuan dari pemerintah asing seperti Amerika Serikat dan Singapura tetap dalam koordinasi pemerintah asing. Apalagi, kedua negara ini menggunakan teknologi canggih seperti satelit yang bisa diawasi juga berpotensi dapat membahayakan keamanan di dalam negeri. "Kita hargai bantuan mereka tapi kita juga tetap harus waspada. Untuk itu, bantuan dari mereka ini tetap harus dikoordinasikan oleh Pemerintah Indonesia seperti Basarnas," kata Soeripto. Menurut dia, kecelakaan yang menimpa sektor transportasi di dalam negeri lebih dikarenakan sistem radar yang dimiliki oleh Republik Indonesia sudah ketinggalan jaman dan perlu diperbarui sehingga kejadian serupa bisa dihindari. "Kelemahan sistem radar kita (Indonesia-red) sudah ketinggalan 20 tahun," katanya. Belum ditemukannya pesawat Adam Air bernomor penerbangan KI-574 sejak sepekan silam, menggugah AS dan Singapura untuk membantu pemerintah RI dalam menemukan pesawat yang membawa 96 penumpang dan enam awak pesawat. Singapura sejak Kamis (4/1) telah mengorperasikan pesawat intai maritim Fokker-50 di beberapa titik di Sulawesi Barat, Tengah dan Utara untuk mencari pesawat naas itu bersama pesawat intai TNI Angkatan Udara (AU) Boeing 737-200, N222-Nomad dan 212 Cassa milik TNI Angkatan Laut (AL) dan Polri. Sedangkan AS sejak Jumat (5/1) telah memberikan bantuan melalui pencitraan satelit guna mendukung Tim SAR menemukan pesawat buatan 1990-an tersebut. Namun, hingga hari keenam pencarian pesawat yang dipiloti Revi Widodo dan kopilot Yoga itu belum menemukan titik terang. Berkenaan dengan itu, pakar telematika Roy Suryo mengemukakan pemerintah RI bisa meminta bantuan kepada pemerintah AS untuk mengerahkan satelit "keyhole" yang memiliki kecanggihan teknologi dan bisa berfungsi sebagai IFF (Identifying Friend or Foe) atau mendeteksi setiap pesawat yang terbang setiap hari. (Ant [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
