http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2007011200584415
Jum'at, 12 Januari 2007
BURAS
Pengentasan Kemiskinan!
H.Bambang Eka Wijaya:
"KADUS--kepala dusun--sibuk di Balai Desa, bakal ada tamu siapa?" tanya
Temin.
"Tamu pembawa dana pembangunan desa miskin Rp1 miliar!" jawab Temon.
"Hasil jaring asmara kecamatan lalu kurang pas karena bantuan pengentasan
kemiskinan ini diberikan per desa, dari satu kecamatan ini cuma empat desa yang
dapat!"
"Mengentaskan kemiskinan? Gampang!" ujar Temin. "Warga dihitung miskin
karena dalam survei ditemukan rumahnya berlantai tanah! Jadi kalau lantai rumah
mereka disemen, keluarlah mereka dari kelompok miskin! Uang Rp1 miliar berlebih
untuk itu, sekali proyek angka kemiskinan akan berkurang drastis!"
"Lantai rumah itu kriteria miskin model lama!" tegas Temon. "Sekarang
ukuran kemiskinan lewat pendapatan, dua dolar per kapita per hari! Yang
pendapatan per kapitanya kurang dua dolar AS atau Rp18 ribu sehari, meski
rumahnya berlantai keramik masuk kelompok miskin! Dengan kriteria inilah,
jumlah orang miskin negeri kita melonjak jadi 100 juta jiwa!"
"Proyek apa di desa dengan uang Rp1 miliar bisa meningkatkan penghasilan
penganggur dan warga miskin jadi lebih dua dolar per kapita per hari?" kejar
Temin. "Bangun jalan misal, apa dengan keluyuran di jalan itu pendapatan orang
bisa meningkat tajam?"
"Infrastruktur ekonomi desa memang perlu dibangun untuk memperlancar
produksi desa ke pasar! Tapi itu saja tak serta merta meningkatkan pendapatan,
tanpa didukung peningkatan kegiatan perekonomian di desa itu sendiri!" tegas
Temon. "Karena itulah, BPN--Badan Pertanahan Nasional--membagikan sertifikat
tanah gratis pada warga miskin, agar sertifikat tanah itu bisa dijadikan
jaminan modal usaha dari bank!"
"Pantas dalam beberapa bulan ini saja di Lampung sudah dibagikan 200 ribu
sertifikat gratis!" sambut Temin. "Tapi lazimnya warga miskin, takut
menyerahkan sertifikat tanahnya ke bank sebagai jaminan modal karena takut
warisan yang secuil itu bablas dilelang bank!"
"Artinya, program pengentasan kemiskinan harus dibuat terpadu, tak
terpisah-pisah dan setiap elemen jalan sendiri-sendiri!" tegas Temon. "Setelah
infrastruktur desa dibangun, pintu modal terbuka, masih perlu motivator,
inspirator usaha, moderator bisnis, operator manajemen! Semua itu tenaga
lapangan, tapi inilah yang paling langka sekarang! Padahal, tanpa pemain
lapangan sebagai motor penggerak, infrastruktur desa yang dibangun dengan mahal
itu akan kurang berarti banyak dalam memacu pertumbuhan ekonomi desa! Peluang
modal yang dibuka BPN juga tak efektif, jika sertifikat tetap di bawah bantal!"
"Lucunya beragam penyuluh lapangan yang dulu banyak, kini malah langka di
desa!" timpal Temin. "Sedang untuk mendidik barisan tenaga lapangan baru jelas
perlu waktu! Selain itu, anggarannya juga tak ada!"
"Tapi tak mungkin kita membuat mobil hanya kerangkanya doang, tanpa
membuat mesin penggeraknya!" tegas Temon. "Bisa saja kerangka mobil itu
didorong-dorong agar bergerak, tapi takkan selaju semestinya! Alhasil warga
bukan mentas dari kemiskinan, tapi malah kelelahan mendorong mobil tanpa mesin!
Itulah yang terjadi dengan program sejenis selama ini! Orang lupa, selain
utility and capital engineering, pengentasan kemiskinan juga butuh social
engineering yang efektif!"
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/