SUARA MERDEKA
Sabtu, 13 Januari 2007

Ada Bahan Peledak di Kargo
  a.. Dugaan Manajemen AdamAir 
  a.. Cari Serpihan, 4 Heli Dikerahkan 
       
      SERPIHAN ADAMAIR:Seorang prajurit TNI dan warga memperlihatkan sejumlah 
serpihan yang diduga bagian dari pesawat AdamAir di Pantai Lojie, Boro, 
Kecamatan Mellusetasi, Sulsel Jumat (12/1). Serpihan-serpihan itu ditemukan di 
perairan Pare-pare.(30)  
     
JAKARTA - Apa yang terjadi pada pesawat AdamAir KI 574 masih misterius. 
Manajemen menduga ada bahan peledak di kargo pesawat.

Hal itu disampaikan kuasa hukum AdamAir, Karle Sitanggang, saat ditemui di 
kantornya, Jalan Peta Barat, Jakarta Barat, Jumat (12/1).

"Kemungkinannya macam-macam. Bahkan ada kemungkinan terdapat bahan peledak di 
kargo pesawat atau sabotase," kata Karle.

Karena itu ia berharap black box (kotak hitam) pesawat yang hilang sejak 1 
Januari lalu dapat segera ditemukan. Penemuan itu dapat membantu identifikasi 
penyebab hilangnya pesawat.

Kotak Hitam

"Kehilangan kontak secara tiba-tiba dan serpihan pesawat yang tersebar, besar 
kemungkinan AdamAir meledak di udara. Ini yang harus dicari tahu. Kotak hitam 
bisa membantu," katanya.

Ungkapan senada juga meluncur dari staf direksi AdamAir, Alex bin Haryono. Dia 
menyatakan, black box harus segera ditemukan agar kesimpangsiuran tentang 
pesawat yang hilang itu cepat terjawab. 

Menurut Direktur Biro Hukum AdamAir Ali Leonardi, sejak awal ada banyak 
kemungkinan penyebab hilangnya pesawat. Namun pihaknya masih menunggu 
penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Apakah ada 
anggota TNI yang menitipkan bahan peledak di kargo pesawat tersebut? 

"Dalam manifes memang ada polisi, TNI, pastor. Kita terbangkan siapa saja. Tapi 
soal itu (titipan bahan peledak) kami tidak dengar," katanya.

Menurut dia, ada pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap masing-masing 
tugas. Misalnya pengecekan barang di kargo maupun tugas penyelidikan atas 
misteriusnya keberadaan pesawat bercat putih itu.

"Kami tidak ada urusan dengan itu. Kami menunggu penyelidikan KNKT," tegas 
Leonardi. KNKT akan memeriksa manifes kargo pesawat AdamAir KI 574 yang hilang 
sejak 12 hari lalu. Namun hingga saat ini, KNKT mengaku belum menerima manifes 
itu.

"Kita belum menerima (manifes kargo). Tapi kita sudah minta," kata Ketua KNKT 
Setyo Raharjo. Penelitian manifes kargo itu untuk menyelidiki kemungkinan 
adanya bahan peledak di kargo seperti yang diduga AdamAir."Kemungkinan itu 
selalu ada, tapi kita harus teliti dulu," ujar Setyo.

Mulai Dicari

Sementara itu, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mulai fokus 
mencari black box (kotak hitam) menyusul ditemukannya potongan sayap ekor 
horisontal sebelah kanan dengan parts number 65C 2574676 di perairan Pare-pare, 
Sulawesi Selatan.

Menurut Ketua KNKT Setyo Rahardjo, KNKT tetap harus menemukan kotak hitam guna 
mengetahui penyebab kecelakaan pesawat. Dalam sebuah kotak hitam terdapat dua 
komponen. Pertama, CVR (cockpit voice recorder) yang isinya rekaman pembicaraan 
pilot dan kopilot di kokpit. Kedua, FDR (flight data recorder) yang berisi 
rekaman semua keadaan mulai posisi pesawat naik, turun, ataupun ketika meledak.

Memasuki hari kedua belas, pencarian AdamAir mulai menemukan titik terang 
menyusul ditemukannya bagian sayap belakang pesawat naas itu di perairan 
Bojodua, Mallusetasi, Pare-pare, Sulawesi oleh Bakrie (45), nelayan setempat. 

Selain itu, fiber pembungkus jok, tiga kursi, baterai pelontar dan sebuah 
pelampung ditemukan Tim SAR di perairan lepas pantai di Kecamatan Palanro, 
Kabupaten Barru sekitar 30 menit perjalanan darat dari Kota Pare-pare.

Pencarian pesawat AdamAir terus dilakukan. 4 Helikopter dikerahkan untuk 
memantau adanya benda-benda yang ada di atas permukaan perairan Pare-pare. 
"Unsur-unsur udara dititikberatkan di atas Kepulauan Selayar. Lalu terbang ke 
arah Kepulauan Majene dan Pare-pare," kata Danlanud Hasanuddin Marsma Eddy 
Suyanto dalam jumpa pers di Aula Bandara Hasanuddin, Makassar, Jumat 
(12/1).(F4,H27-49,64


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke