--- In [email protected], "Ambon" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>       REFLEKSI: Kalau makanan jemah haji [katering] disubkontrakkan
maka tentu sekali harganya lebih murah harganya dari harga yang
dibayar oleh jemah haji. Selain itu bila ada berapa subcontractor
antara yang pertama dan memasak makanan berarti harga makanan  menjadi
jauh lebih dengan begitu  tentunya berpengaruh pada kualitas makanan.   
> 





Katering yang disubkontrakkan pasti lebih murah harganya dibandingkan
dari harga yang dibayar oleh jemaah haji.

Tapi juga harus diingat, bahwa katering yang disubkontrakkan akan
menjadi beban yang lebih mahal yang harus dibayar oleh jemaah haji. 
Karena sangat jelas, sipemegang kontrak menarik komisi besar tanpa
bekerja, sedangkan subkontraktornya lah yang harus berjuang memenuhi
kontrak sipegang kontraknya.

Celakanya dalam kasus ini, si pemegang kontrak itu tidak membayar
penuh jumlah yang telah disetujuinya sehingga si subkontraktor tak
bisa memenuhi jumlah makanan yang seharusnya diserahkan karena uang
yang diterimanya hanya separoh dari jumlah yang ditandatanganinya.

Ini bukanlah cuma sabotase, melainkan sabotase dan korupsi.  Dikatakan
sabotase karena dananya disabot oleh kontraktor, dan dinamakan korupsi
karena pejabat RI yang menanda tanganinya juga kebagian komisi haram ini.

Jemaah pasti kalah tak akan mampu menuntut pengembalian uangnya,
karena yang mencuri uang mereka adalah wakil2 Allah di Arab Saudia dan
di tanah airnya sendiri.  Relakanlah, jemaah wajib berkorban untuk Allah.

Ny. Muslim binti Muskitawati.














>       RIAU POS
> 
>       Penyebab Kegagalan Pendistribusian Makanan Armina  
>       Kamis 11 Januari 2007  
> 
> 
>       Jamaah Dilayani Katering Subkontrak
> 
>       Penyebab kegagalan pendistribusian katering di Arafah Mina
(Armina) terkuak. Ketua Komisi VIII DPR-RI yang juga Ketua Tim
Pengawas Haji DPR-RI Hasrul Azwar menyebutkan, rekanan Depag Ana for
Development (AFD), telah mensubkontrakan pelayanan katering Armina
bagi jemaah haji Indonesia kepada perusahaan lainnya, yaitu Suraya
Fatani.  Laporan JPNN, Jakarta 
> 
> 
>       Nilai subkontrak itu sebesar 14 juta riyal, lantas yang baru
dibayar 7 juta riyal. Ana Katering telah mensubkontrakkan kepada
Suraya Fatani," kata Hasrul Azwar seperti dikutip Media Center Haji
(MCH). Hasrul diwawancarai di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah saat
hendak pulang ke tanah air, kemarin. Hasrul mengaku mengetahui
informasi tersebut dari media massa lokal, Al-Madina.
> 
>       Menurut harian tersebut, kata Hasrul Azwar, 300 pekerjanya
dijanjikan Suraya Fatani menerima 2.000 riyal selama seminggu bekerja.
Janji itu belum teralisasi, sehingga pekerjanya melaporkan Suraya
Patani kepada kapolda Mekkah dan mereka telah diterima. Foto pekerja
itu dimuat oleh Al Madina ketika diterima pimpinan kepolisian di
Makkah, ujarnya.
> 
>       Hasrul menilai, soal kasus katering Arafah ini, kesalahan
terbesar ada pada kita. Selama ini yang mengelola katering 75 maktab
untuk 189 ribu jemaah. sekarang dikelola oleh sebuah katering swasta
untuk memenuhi jumlah yang sama. Malah ada informasi, tolong dicek Ana
Katering itu bergerak dibidang pakan ternak di Riyadh. Tidak
pengalaman mengelola katering sama sekali," ucapnya.
> 
>       Soal adanya unsur sabotase, kata Hasrul, terlalu terburu-buru
kita menyatakan adanya sabotase dari maktab. Ini miss manajemen kita
sendiri. "Kita yang salah urus. Saya terkejut ada temen dari Jakarta
yang bilang ada sabotase dari Muassasah dan Maktab. Jangan
terburu-burulah untuk menuduh itu," tegasnya. 
> 
>       Hasrul sendiri merupakan Tim Pengawas Haji DPR-RI yang paling
akhir meninggalkan Arab Saudi, semula dia inggin menunggu kedatangan
Tim Investigasi Haji bentukan Presiden SBY, untuk menyampaikan
berbagai masukan bagi tim tersebut. Namun hingga Selama malam, tim
investigasi itu belum mengkonfirmasikan kepastian kedatangannya ke
Arab Saudi. Menurut Hasrul, tim tersebut belum keluar visanya.
> 
>       Sementara itu, Ketua Muasasah Asia Tenggara, Ali Yasin,
menyatakan siap dipertemukan dengan semua pihak terkait tuduhan
sabotase terhadap muasasah yang mengakibatkan gagalnya katering untuk
jamaah haji Indonesia di Arafah-Mina (Armina) pada 28 Desember 2006 lalu. 
> 
>       Ali mengatakan pertemuan dengan semua pihak termasuk dengan
perwakilan Depag di Jeddah dan perusahaan katering AFD untuk
menjelaskan kegagalan katering di Armina. Lebih baik muka bertemu muka
dari pada melempar tuduhan di belakang, katanya di Makkah, kemarin.
> 
>       Pertemuan tersebut, kata Ali, akan membuat masalah kegagalan
katering tersebut menjadi lebih jelas. Tak ada lagi prasangka yang
timbul di antara semua pihak yang terkait. Saya siap untuk menjelaskan
berita tentang sabotase tersebut, katanya. 
> 
>       Menurut Ali, ia juga siap memberikan keterangan kepada tim
investigasi katering yang dibentuk oleh pemerintah Indonesia. Ia akan
memaparkan semua hal yang terkait dengan katering di Armina termasuk
tuduhan sabotase. 
> 
>       Meski demikian, Ali menyatakan bahwa dalam konteks ini
pihaknya dalam posisi menunggu. Ia tak akan berinisiatif mengundang
pihak-pihak yang terkait untuk memberikan penjelasan.
> 
>       Ali mengatakan bahwa apa yang terjadi di Arafah-Mina adalah
kesalahan misi haji Indonesia. Mereka, kata dia, memilih perusahaan
katering yang pada akhirnya tak mampu menyediakan makanan dan
menyebabkan jamaah menahan lapar selama di Arafah-Mina. 
> 
>       Menurut Ali, sebenarnya 6 bulan sebelumnya pemerintah
Indonesia dan muasasah melakukan kesepakatan. Namun sebulan sebelum
penyelenggaraan haji kesepakatan itu kemudian dibatalkan.Ini keputusan
Depag hingga menyebabkan jamaah kelaparan, katanya. (agm 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke