http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2007/01/14/brk,20070114-91224,id.html

1,4 Juta Pekerja Terancam PHK
Minggu, 14 Januari 2007 | 00:07 WIB 



TEMPO Interaktif, Medan:Hasil studi Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh 
Indonesia (KSPSI) menyebutkan, sekitar 1,4 juta pekerja pada industri 
tekstil-garmen serta kehutanan dan perkebunan terancam menganggur tahun ini. 
Penyebab PHK pada perusahaan tekstil dan garmen karena penurunan produksi yang 
drastis sejak setahun terakhir akibat mesin tekstil yang dimiliki perusahaan 
tekstil dan garmen berumur tua.

Selain penurunan produksi, membanjirnya tekstil murah Cina dan India memukul 
industri tekstil dalam negeri,ditambah menjamurnya pakaian bekas yang terus 
menyerbu pasar, menambah terpuruknya produksi tekstil Indonesia yang berujung 
PHK massal.

"Tahun lalu saja anggota SPSI yang bekerja pada pabrik tekstil dan garmen 
terkena PHK 800 ribu pekerja," kata Ketua DPP KSPSI Syukur Sarto kepada Tempo, 
Sabtu (13/1), di sela persiapan kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kallla di 
Kabupaten Serdang Bedagai.

Ancaman kehilangan pekerjaan bukan hanya membayangi pekerja tekstil.Pekerja di 
sektor kehutanan dan perkebunan pun,ujar Syukur turut terancam PHK.
Penyebabnya karena penegakan hukum dibidang kehutanan berimbas pada 
kekhawatiran sejumlah pengusaha perkayuan.
"Dari 13 perusahaan pemegang izin hak pengelolaan hutan di Sumatera Utara 
seluruhnya telah tutup.Dampaknya 25 ribu pekerja kehilangan mata 
pencaharian,"ujar Syukur.

Setali tiga uang, Syukur menjelaskan kondisi perusahan perkebunan sawit di 
Kalimantan. "Perkebunan sawit di Kalimantan tinggal separuh saja yang masih 
sehat produksinya dan mampu menghidupi pekerja. Akibat birokrasi yang 
berbelit-belit dan ongkos per-izinan yang mahal,pengusaha yang ingin memperluas 
lahan terganjal," katanya.

Pemerintah pun, ujar Syukur kurang memperhatikan usaha skala kecil yang digiat 
masyarakat. Seharusnya, katanya untuk mengurangi penganguran terbuka akibat 
PHK, regulasi perbankan mempermudah usaha mikro mendapat kredit karena sektor 
ril belum juga tumbuh.

Serikat pekerja sejak tahun lalu,katanya sudah mengusulkan kepada Presiden agar 
membuka akses kredit bagi usaha kecil untuk membantu korban PHK, namun hingga 
sekarang perbankan belum sepenuh hati mengucurkan kredit kecil bagi pekerja.

Selain itu, SPSI mendesak pemerintah dan polisi mengakhiri segala bentuk 
pungutan liar dengan dalih biaya tak terduga yang dibebankan kepada pengusaha 
yang menyebabkan perusahaan gulung tikar. "Dari studi SPSI di sejumlah kota di 
Jawa, Sumatera dan Kalimantan, biaya tambahan yang harus dibayar pengusaha 
berkisar 30-33 persen dari harga pokok penjualan," katanya.

SAHAT SIMATUPANG


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke