REFLEKSI: Di Arab Saudia tempat kelahiran Nabi Muhammad yang tiap ratusan ribu ummat Indonesia melakukan ibadah haji dan umroh tidak diberlakukan ekonomi syariah, tetapi Indonesia mau menjalankan? Barangkali tidak salah diucapkan semoga banyak rejeki diturunkan dari langit biru kepada rakyat yang miskin melarat dan dibodohkan.
HARIAN ANALISA Edisi Senin, 15 Januari 2007 Jusuf Kalla: Syariah Perlu Terus Dikembangkan Medan, (Analisa) Konsep ekonomi Syariah perlu terus dikembangkan untuk menumbuhkan perekonomian. Karena di dalam syariah mengandung sistem kebersamaan yang sesuai dengan kultur bangsa. Demikian disampaikan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) saat Pembukaan Shariah Fair dan Bazar Usaha Mikro dan Kecil (UMK), Minggu (14/1). Menurutnya, setelah perbankan konvensional tumbuh dengan pesat, maka kini saatnya menumbuhkan konsep syariah. Selama ini perbankan konvensional tumbuh dengan pesat di Indonesia, maka tidak ada salahnya konsep ekonomi syariah juga diterapkan. Sebagaimana diketahui, terdapat perbedaan mencolok di antara keduanya. Perbankan konvensional membutuhkan jaminan dalam setiap pengajuan kredit. Sementara di dalam perbankan syariah yang dibutuhkan hanyalah transaksi. Resiko ditanggung bersama, dan selama ada transaksi berarti ada kegiatan perekonomian, "Terpenting di dalam syariah adalah kebersamaan. Resiko tanggung bersama, baik untung maupun rugi sehingga sangat dibutuhkan adanya kepercayaan untuk saling mendukung," katanya. Sebagaimana diketahui pelaku ekonomi di Indonesia sebagian besar berasal dari kalangan UMK. Karena bank syariah dekat dengan pelaku UMK maka kedua basis ini harus dikembangkan untuk menumbuhkan perekonomian. UNIVERSAL Ekonomi Syariah bukanlah sistem berdasarkan hukum agama Islam. Melainkan sistem ekonomi yang universal, buktinya perbankan syariah sangat berkembang di London melalui HSBC Syariah. Pernyataan senada disampaikan Gubernur Sumut Rudolf M. Pardede bahwa melalui Syariah Fair diharapkan dapat terbina hubungan antara pelaku UMK dengan bank. "Shariah Fair dan Bazar UMK merupakan kesempatan antara bank dan pelaku UMK. Selama ini masih banyak bank yang tidak percaya terhadap bisnis UMK, sehingga adanya kegiatan diharapkan dapat menumbuhkan kepercayaan kepada UMK," kata Rudolf. Di Indonesia, katanya, para pelaku UMK tersebar di setiap pelosok. Adanya perbankan syariah diharapkan dapat menyentuh pelaku UMK yang selama ini masih banyak yang belum bankable. Perekonomian Syariah, menurutnya memiliki landasan pijakan kultural untuk mengembangkan perekonomian Indonesia. Bahkan dalam waktu dekat Pemko berencana untuk membuka perbankan syariah bekerja sama dengan BI. Pimpinan KBI Medan Romeo Rissal mengemukakan berdasarkan penelitian yang dilakukan Medan berpotensi dijadikan Shariah Center. Dengan kinerja perbankan syariah yang memuaskan, yakni LDR perbankan syariah 100 persen ditujukan untuk pelaku UMK dan tingkat NPL hanya 2,3 persen. Namun aset perbankan syariah hanya 1,27 persen dari aset perbankan Sumut. Karena jumlah penduduk miskin masih cukup besar, maka taraf hidup masih perlu ditingkatkan. Untuk menumbuhkan kesejahteraan penduduk yang UMK melalui perbankan syariah merupakan hal yang realistis. Hadir pula dalam kesempatan, para pengurus DPD Golkar dari tingkat pusat, Gubernur BI Burhanuddin Abdullah, dan Walikota Medan Abdillah. Peserta kegiatan yang akan berlangsung sejak 14 Januari hingga 4 Februari terdiri dari 7 bank umum syariah dan 3 BPRS, 30 bank umum konvensional, 51 pelaku UMK, 23 pemilik stand dalam Taam Laziz, 125 saudagar dari sektor informal (pedagang kaki lima). (fin/foto: jg) Teks Foto: PERESMIAN SHARIAH FAIR: Wakil Presiden HM Jusuf Kalla secara resmi membuka Shariah Fair dan Bazar UMK dengan ditandai pemukulan beduk di Kampus IAIN Medan, Minggu (14/1). Turut hadir dalam acara tersebut Ketua DPR RI, Gubernur Sumut, Walikota Medan dan Gubernur BI. [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
