HARIAN KOMENTAR
15 January 2007 


      Waspadai, Rakyat Kontra Rakyat  


     


HARI ini (15/01), di ibukota Jakarta akan diwarnai aksi demo massa. Sebenarnya 
untuk ukuran unjukrasa, Jakarta sudah biasa menga-laminya. Bahkan hampir setiap 
hari, ada aksi demo di berbagai tempat. Tapi momen tanggal 15 Januari ini, agar 
sedikit 'panas' karena terkait dengan isu tuntutan pencabutan mandat terhadap 
pemimpin negara, SBY-JK. 


Hal lainnya yang diperhitungkan, aksi ini didukung tokoh nasional seperti Try 
Soetrisno dan Hariman Siregar, tokoh Malari. Situasi agak panas sebab aksi ini 
selain mendatangkan dukunga, tapi tidak sedikit juga yang kontra. Sejumlah 
elemen mahasiswa dan kepemudaan yang tergabung dalam Gerakan Revolusi Untuk 
Sistem (Gerus), malah mengecam keras rencana aksi yang digelar Hariman Siregar 
cs. 


Jurubicara Gerus Ahmad Husni menyatakan, rencana aksi Pawai Rakyat Cabut 
Mandat, Senin (15/01) ini di Bundaran HI tidak bisa dibenarkan, karena wacana 
pencabutan mandat terhadap terhadap pemerintahan SBY-JK inkonstitusional. "Aksi 
dan keinginan (cabut mandat) itu menyalahi sistem, dan tidak sesuai dengan UUD 
'45," tegas Husni Lebih lanjut husni menyebutkan, sebenarnya Hariman cs tidak 
perlu melakukan aksi pencabutan mandat, karena rakyat akan jadi bingung, dan 
memecahbelah bangsa. 


Ketua HMI cabang Jakarta Selatan dan Jakarta Barat ini menilai, Hariman cs 
memanfaatkan dan menjadikan masyarakat sebagai ko-moditi polik. "Itu sangat 
disayang sekali, karena ditengah munculnya harapan dan semangat kebersamaan, 
sebagian dari elit politik justru meniupkan wacana pencabutan mandat. Ini hanya 
memanfaatkan ma-syarakat," Adanya aksi tandingan yang ditakutkan terjadi, bisa 
memicu konflik yang melibatkan rakyat versus rakyat. Ini harus benar-benar 
diantisipasi oleh aparat keamanan kita. Aparat harus benar-benar ber-diri di 
tengah untuk menghindari konfrontasi massa. Sebab aksi unjuk aspirasi juga yang 
digalang Siregar cs, tidak bisa ditindak secara represif. 


Di alam demokrasi seperti sekarang ini, aksi unjukrasa adalah wajar. Biarlah 
aksi itu berlangsung dan dilihat sampai dimana dukungan terhadap aksi ini. Tapi 
jika memang di balik aksi ini ada skenario untuk menciptakan instabilitas, 
tentunya aparat harus bertindak. Bangsa ini sedang mencoba bangkit dari 
keterpurukan. Jika instabilitas tidak bisa dipertahankan, akan semakin sulit 
bagi Indonesia untuk bangkit. 


Perlu diketahui, siapapun presidennya, tidak akan menyelesaikan persoalan di 
Indonesia dengan instan. Kita perlu bertahun-tahun untuk bangkit dari 
keterpurukan. Namun diharapkan juga pemerintah bisa ikut introspeksi diri 
dengan adanya aksi pencabutan mandat, agar lebih bekerja keras lagi karena 
masih banyak ketidakpuasan yang terjadi atas kebijakan-kebijakan yang telah 
ditempuh. Semoga aksi Hariman Siregar cs bisa berlangsung lancar dan aman, 
serta tidak berekses negatif. (***) 


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke