Temuan PPATK Terhenti
Banyak kepala instansi pemerintah tidak menindaklanjuti temuan transaksi mencurigakan yang ditemukan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan. Padahal, transaksi mencurigakan itu bisa menjadi indikasi adanya praktik korupsi yang melibatkan pejabat di instansi tersebut. Hal ini diungkapkan Kepala PPATK Yunus Husein di kantornya, Jakarta, Senin (15/1). Ia menjelaskan, untuk memberantas korupsi, diperlukan keinginan kuat dari kepala pemerintahan dan instansi. "Tetapi, tidak semua kepala instansi kuat dalam memberantas korupsi. Ternyata banyak yang lebih memilih damai itu indah daripada menindaklanjuti (temuan PPATK). Saya sudah beberapa kali membicarakan dengan kepala instansi bahwa PPATK siap mendukung dengan hasil temuan," kata Yunus Husein. Beberapa instansi telah dilaporkan tentang hasil temuan PPATK atas beberapa transaksi keuangan mencurigakan yang melibatkan pejabat di instansinya. Salah satunya adalah rekening 15 perwira tinggi Polri yang sempat menghebohkan. Namun kini, tindak lanjut Mabes Polri atas hasil temuan PPATK tersebut tidak terdengar lagi. Padahal, kata Yunus, pascapelaporan PPATK tentang 15 rekening perwira tinggi Polri tersebut terjadi transaksi penarikan dan penutupan rekening atas nama para perwira tinggi Polri itu. "Kami mendapat laporan dari rekening yang kami laporkan itu beberapa di antaranya ditutup. Ada pula yang dipindahkan ke rekening atas nama orang lain," ujar Yunus. Ia menjelaskan, meskipun dana itu dialihkan ke orang-orang dekat dari si pejabat yang diduga melakukan transaksi mencurigakan, sebenarnya tetap bisa dicari siapa si pemilik dana tersebut. Bahkan, beberapa penyidik berhasil menemukan adanya pembelian emas batangan dari hasil korupsi ataupun setoran yang didapat pejabat tersebut. Yunus mencontohkan, meskipun anak-anak keluarga Cendana telah mengalihkan asetnya atas nama orang lain ataupun perusahaan yang ada di luar negeri, sebenarnya tindakan itu bisa dilacak. "Kalau itu perusahaan, kita tanya saja pemegang sahamnya siapa saja. Nanti akan ketemu, misalnya, ternyata pemegang sahamnya adalah pengacaranya ataupun orang terdekatnya," kata Yunus. Ia berharap di masa mendatang, PPATK bisa melacak hingga pembelian properti maupun emas batangan. Ia mencontohkan kasus di Amerika Serikat di mana seorang agen CIA, Aldrich Ames, yang kemudian direkrut secara diam-diam menjadi agen KGB Rusia. Kejahatannya terbongkar saat perusahaan properti melaporkan adanya pembelian rumah di Arlington Virginia seharga 540.000 dollar AS dan pembelian mobil jaguar 50.000 dollar AS. Setelah ditelusuri, ternyata Ames menerima dana besar berjumlah 2,7 juta dollar AS dari KGB. Lama terdengar Ketua Komisi III DPR Trimedya Panjaitan (F-PDIP, Sumatera Utara II) dan anggota Komisi III Benny K Harman (Fraksi Partai Demokrat, NTT II) mengaku sudah beberapa kali mendengar keluhan PPATK. Benny meminta Presiden menginstruksikan kepada instansi untuk menindaklanjuti temuan PPATK. Sebaliknya, Trimedya mengemukakan, Komisi III pernah meminta PPATK menyerahkan nama-nama perwira yang dicurigai secara tertutup agar DPR bisa ikut mengawasi. "Namun, PPATK juga tidak menyerahkan. Padahal, kalau diserahkan kita bisa ikut mengawasi," katanya. (vin/bdm) Sumber: Kompas - Selasa, 16 Januari 2007 ++++++++++ Untuk berita aktual seputar pemberantasan korupsi dan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) klik http://www.transparansi.or.id/?pilih=berita Untuk Indonesia yang lebih baik, klik http://www.transparansi.or.id/ [Non-text portions of this message have been removed] Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
