KPK Didesak Tuntaskan Kasus Penjualan VLCC

Komisi Pemberantasan Korupsi didesak sejumlah anggota Komisi III DPR untuk 
menuntaskan kasus penjualan very large crude carrier atau VLCC milik PT 
Pertamina. 

Hal itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPR dengan pimpinan 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta, Senin (22/1), yang dipimpin 
Ketua Komisi III Trimedya Panjaitan (Fraksi PDI-P, Sumatera Utara II). 

Salah seorang dari sejumlah anggota DPR itu, Gayus Lumbuun (Fraksi PDI-P, Jawa 
Timur V), meminta agar rekomendasi Panitia Khusus DPR tentang penjualan VLCC 
dilaksanakan KPK. 

Dalam jawaban tertulisnya, KPK menjelaskan, terjadi penunjukan langsung Goldman 
Sachs sebagai financial advisor dan arranger penjualan dua VLCC. Penunjukan itu 
dilakukan tanpa tender atau pelelangan. Hal itu bertentangan dengan Keppres 
Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa 
Pemerintah. 

Selain itu, direksi Pertamina mengabaikan hasil kajian Japan Marine Sciences 
yang mengatakan bahwa lebih menguntungkan memiliki kapal tanker sendiri 
daripada menyewanya. Dalam jawaban terhadap persoalan itu, KPK menyebutkan 
mereka telah memeriksa 26 orang, dengan 22 di antaranya dari Pertamina. 

Namun, Ketua KPK Taufiequrachman Ruki mengatakan, unsur memperkaya diri sendiri 
belum dapat dibuktikan. "Karena sampai sekarang belum diperoleh informasi 
tentang adanya kickback. Merugikan keuangan negara juga belum dapat dibuktikan 
menyangkut metode perhitungan dan besarnya kerugian, mengingat belum 
diperolehnya harga pasar atau pembanding kapal tanker yang wajar," tuturnya. 

Selain itu, penyelidikan terhambat pemanggilan pihak yang diduga terlibat 
karena berkewarganegaraan asing dan berdomisili di luar negeri, seperti Goldman 
Sachs, Frontile, dan Hyundai Heavy Industries. 

Anggota Komisi III DPR yang juga anggota Pansus VLCC, Gayus Lumbuun, tidak 
sependapat dengan pernyataan KPK itu. Menurut Gayus, KPK dapat segera 
menuntaskan persoalan itu karena masih ada kerugian negara yang belum 
dikembalikan. 

Rapat dibuka pukul 10.00 dan berlangsung hingga pukul 18.00. Rencananya rapat 
dilanjutkan lagi pukul 19.30, tetapi kemudian ditunda oleh pimpinan hingga 
Selasa ini pukul 15.00. (JOS) 

Sumber: Kompas - Selasa, 23 Januari 2007 

++++++++++
 
Untuk berita aktual seputar pemberantasan korupsi dan tata kelola
pemerintahan yang baik (good governance) klik
http://www.transparansi.or.id/?pilih=berita
 
Untuk Indonesia yang lebih baik, klik
http://www.transparansi.or.id/ 

--------

Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI)
The Indonesian Society for Transparency
Jl. Polombangkeng No. 11,
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12110 
Telp: (62-21) 727-83670, 727-83650 
Fax: (62-21) 722-1658 
http://www.transparansi.or.id 
E-mail: [EMAIL PROTECTED] 

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke