Nah .. keliatan khan ? Siapa sebenarnya yang untung ? siapa yang sebenarnya melakukan terror demi mendapat keuntungan ? siapa yang banyak dirugikan ?
dan .. siapa tuh yang membuat skenarionya ? Pada tanggal 07/01/29, Hafsah Salim <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > > > > > > Terorisme Merusak Ekonomi & Wisata Negara2 Islam, Bukan Amerika ! > > > O Otaryono <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Senjata Makan Tuan ....... > > Sektor Wisata AS Kehilangan Miliaran Dolar sejak 9/11 > > > > Teror itu bukanlah senjata Amerika. Amerika memang kehilangan > miliardan dollar akibat teror. Penumpang takut naik pesawat, > pemerintah Amerika melarang semua pengunjung dari negara2 yang > mayoritas Islam. Pemerintah Amerika menghentikan beasiswa maupun > kunjungan wisatawan dari Amerika kepada seluruh negara2 yang mayoritas > Islam. Semua pengunjung2 gelap sekarang terus dikejar dan dideportasi > terutama mereka yang berasal dari negara2 yang mayoritas Islam. > > Jelas saja, demi melindungi kehidupan rakyat Amerika, perlu tindakan2 > yang tegas meskipun harus mengeluarkan dana dan pengorbanan > kepentingan bersama demi keamanan bangsa negara yang besar ini. > > Namun, akibat tindakan2 Amerika ini, justru lebih menghancurkan > ekonomi negara2 yang mayoritas Islam karena selain kesempatan sekolah > untuk memajukan negara mereka jadi tertutup, juga jumlah turis yang > datang mengunjungi negara mereka turun lebih dari 80%. Biaya > penerbangan diseluruh dunia jadi lebih mahal karena lebih dari 60% > penerbangan diseluruh dunia adalah milik modal warganegara Amerika, > sedangkan 80% produksi pesawat2 komersil dibuat oleh pabrik2 di > Amerika, sisanya adalah negara2 Eropah yang semuanya adalah aliansi > Amerika sehingga tak ada satupun negara yang mayoritas Islam yang > memiliki pabrik pesawat komersil seperti di-negara2 lainnya yang bukan > Islam. Baik pabrik makanan maupun hasil produksi agraris boleh > dikatakan tidak dimiliki negara2 yang mayoritas Islam termasuk > Indonesia yang tadinya negara agraris sekarang hancur terpaksa > mengimport semua kebutuhan pokok pangan mereka dari negara2 yang bukan > Islam, seperti beras, tepung, gula, dll. > > Jelasnya, setelah 9/11 justru semua negara2 yang mayoritas Islam > terjerumus dalam keadaan chaos ekonomi yang tidak bisa diprediksi > kapan berakhirnya. Sedangkan Amerika hanya mengalami sedikit > kegoncangan yang berhasil kembali dipulihkan sekarang ini. Hingga > detik ini, Amerika tetap merupakan negara superpower baik dalam > Science, Teknologi, maupun dalam Ekonominya. Sehingga bukanlah hal > yang bisa diperdebatkan untuk membicarakan kemunduran ekonomi yang > temporer Amerika yang tidak sebanding dengan kehancuran ekonomi > negara2 yang mendukung terorisme itu sendiri. Dalam hal ini, Amerika > telah berhasil menghancurkan pusat2 kekuatan terorisme global dengan > benteng kubu anti-terorisme global yang juga dibantu oleh semua > negara2 Islam seluruh dunia. > > Secara keseluruhan, perekonomian Amerika makin maju, meskipun > kehilangan pengunjung dari negara2 yang mayoritas Islam akibat > pencekalan Visa kunjungan, namun jumlah kunjungan bisnis dari Cina, > dan India bukan cuma bisa menggantikannya, bahkan ternyata meningkat > lebih 3x lipat banyaknya pengunjung2 dari negara2 yang mayoritas > Islam. Dilain pihak, peningkatan keuntungan secara ekonomi pengusaha2 > Amerika meningkat hingga 6x lipat akibat terbukanya investasi Amerika > di India dan Cina. Hal ini mendorong semua investor asing lainnya > dari negara2 maju diluar Amerika juga memindahkan investasinya dari > Bangladesh, Indonesia, Pakistant, dan negara2 mayoritas Islam lainnya > ke India dan Cina ini. > > Jadi setelah 9/11, hanya sedikit goncangan ekonomi dalam negeri > Amerika, lebih parah justru diluar Amerika, namun dengan keberhasilan > anti-terorist global, ekonomi dunia kembali meningkat kecuali tentunya > negara2 yang mayoritas Islam makin terperosok kedalam kehancuran yang > tidak bisa ditentukan kapan berakhirnya. Penerbangan dalam negeri > Amerika juga sudah meningkat kembali, dan jumlah penerbangan dari luar > negeri ke Amerika maupun dari Amerika keluar negeri sejak 9/11 > tidaklah berkurang malah meningkat secara drastis akibat banyaknya > pelaku2 bisnis dari negara2 yang mayoritas Islam harus melakukan lebih > banyak penerbangan yang makin ber-liku2 akibat makin ketatnya > pencekalan visa terhadap mereka. Misalnya saja, pengusaha Arab yang > biasa mengimport berbagai kebutuhan dari Amerika, tadinya bisa terbang > langsung ke Amerika, namun sekarang harus terbang dulu ke Cina, > Jepang, Singapore atau ke India untuk mengadakan transaksi dengan > representative pengusaha2 Amerika disana sebelum mendapatkan permit > untuk berkunjung ke Amerika. Melalui representative bisnis Amerika > diluar Amerika inilah, mereka bisa mendapatkan sponsorship untuk masuk > ke Amerika. Itulah sebabnya, dalam kaitan biro perjalanan, kalo > terkait perjalanan dari luar Amerika ke Amerika, sejak 9/11 tetap > meningkat secara drastis, hanya perjalanan dalam negeri yang menurun > sedikit waktu itu dan sudah meningkat lagi sekarang ini karena > kepercayaan penumpang makin meningkat dengan peningkatan security yang > sukses dilakukannya. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > -- Salam Revolusi IT Indonesia !!!! Alpha Bagus Sunggono http://bagusalfa.blogspot.com me(at)bagusalfa(dot)or(dot)id Post message: [EMAIL PROTECTED] Subscribe : [EMAIL PROTECTED] Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED] List owner : [EMAIL PROTECTED] Homepage : http://proletar.8m.com/ Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/proletar/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
