Jika ada orang yang berani merendahkan Borobudur di milis ini.
Saya adalah orang pertama yang akan menantang duel baik secara
lisan ataupun dengan pukul pukulan di jalanan. 

Karena Borobudur adalah aset nasional, national treasure, yang
bukan saja pantas kita pertahankan hakekatnya tapi juga martabatnya.
Dan hanya orang orang picik sosialis internasionalis binladenis martabakmanis
sok antinasionalis saja, yang mau dengan suka rela merendahkan hasil karya
syailendra yang kegemerlangannya mampu menyilaukan cornea mata terkecil
seperti si suryana sekalipun.

Saya adalah pengaggum borobudur. Dan seperti anda kenal adalah pelalang
bumi yang walaupun sering bokek, pernah mampir atau hampir mampir di
pucuk pucuk gedung dan bangunan 7 keajaiban dunia modern. Tapi saya
harus jujur mengatakan tidak ada yang lebih menggugah emosi dan hasrat
diri ini , tidak di Paris, London, New york, Milan,Parungpanjang, Amsterdam,
Cairo, Glodok,Beijing,Sydney,Athens,Lemahabang, tapi pada saat saya
menatap Borobudur pertama kali waktu sma.

Borobudur dibawah terpaan matahari 3 sore sosoknya memancarkan
kesakralan. Mendaki dengan astri ( pacar baru ) tangga demi tangga
saya terbelalak menyaksikan karya seni tinggi sang mas jawa kuno
yang kecerdasannya sudah sulit ditemukan pada mas jawa modern
di jaman sekarang. Jiwa saya tergugah seperti ratusan turis lokal
dan puluhan tulis internasional yang sibuk kami hindari. Endapan
keinginan purba tiba tiba datang mendadak saat saya melihat
sang budha yang letaknya dipojokan jauh dari keramaian dan
melihat astri yang memakai tanktop minim. 

Sore di Borobudur..saya ingat. Kombinasi kemegahan candi ,
kesakralan purba, langit yang jingga dan birahi sorga,
kami ciuman di balik patung budha, ciuman yang dahsyat.
Dan saat pertama kali itulah saya meraba dada dahsyat
sang astri. Menekan tubuhnya disepanjang dinding penuh
ukiran tentang perjalanan spiritual budha yang bersemedi
dibawah pohon bodhi di india or whatever sana.  Saya lupa
apakah ada beberapa relik yang berpatahan lantaran tekanan
dahysat sang asmara membara...tapi sejak itu saya berjanji
akan selalu membela sang borobudur sampai mati..

my Borobudur


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke