http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=268619

Minggu, 28 Jan 2007,

Risi terhadap Gerakan Militer Tua

Benarkah pandangan SBY melarang TNI mencoblos pada Pemilu 2009 disebabkan 
kekhawatiran terhadap manuver para purnawirawan? 

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Achmad Mubarok menegaskan, visi Presiden 
SBY itu tidak didasari atas kekhawatiran bahwa para militer tua akan "bermain" 
bila prajurit ikut masuk ke bilik suara. Mubarok lantas mengungkapkan alasan 
sikap SBY itu. 

Visi presiden itu, katanya, semata-mata untuk menjernihkan dua arus besar 
wacana politik yang berkembang di internal TNI. Saat ini, ujar guru besar UIN 
Syarif Hidayatullah itu, terdapat sekelompok TNI yang percaya betul terhadap 
urgensi pemberian hak politik TNI bagi pembangunan demokrasi bangsa. Di sisi 
lain, ada pula yang belum percaya karena kultur militer bangsa ini dinilai 
belum siap memasuki wilayah demokrasi Indonesia saat ini. 

"Kekhawatiran itu besar, bisa-bisa korps TNI terseret ke dalam dunia politik," 
katanya kemarin. 

Mubarok tidak melihat adanya ketakutan dan kekhawatiran Presiden SBY atas 
gerakan politik para purnawirawan TNI hingga **memutuskan** menunda pemberian 
hak pilih TNI pada Pemilu 2009. "Saya tidak melihat gelagat itu," ujarnya. 

Meski demikian, dia tidak menampik bahwa presiden merasa risi terhadap perilaku 
politik para militer senior itu. "Bukan takut, tapi risi," katanya. Bagaimana 
tidak? Ibarat orang sekolah, ujar Mubarok, bangsa ini baru sepuluh tahun 
belajar menjalankan sistem pemerintahan presidensial yang sesungguhnya. "Jadi, 
biarkanlah pemerintah ini selesai hingga lima tahun. Jangan main potong di 
tengah jalan," tegasnya.

Sejarah perpolitikan bangsa ini dipandang terlalu sering mengajarkan tradisi 
potong jalan tersebut. "Mulai Habibie dipotong, lalu Gus Dur dipotong, 
sementara Megawati tidak sampai lima tahun," paparnya. 

Selain itu, Mubarok juga mengakui adanya keresahan pemerintah atas sikap 
militer tua yang tidak setuju terhadap amandemen UUD '45. "Alam bawah sadar 
mereka itu masih terfokus pada masa lalu sehingga terdapat seorang mantan 
militer yang menganggap SBY telah berkhianat karena menyetujui upaya 
menyosialisasikan UUD '45."(ak

[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke