Ini bagian dari DAKWAH kami,
bagi anda merampok utk kepentingan diri sendiri, adalah salah
namun bila utk kepentingan agama islam, itu syah dan dapat pahala
percayalah, itu perintah nabi kami Muhammad saw,
turutilah dan taatilah...
Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
HARIAN KOMENTAR
06 February 2007
Sejumlah DPO Poso, murid Dr Azahari
Basri Cs Simpan 39 Bom di Madrasah
Kelompok militan ber-senjata Poso yang dipimpin Basri, menjadikan madra-sah
sebagai tempat penyim-panan senjata dan bom. Senin (05/02) kemarin,
ba-rang-barang berbahaya itu berhasil ditemukan aparat gabungan polres di Poso,
Sulteng.
Dalam penemuan itu, terda-pat 39 bom yang aktif, enam buah senjata api laras
pan-jang, empat buah magazine SS-1 dan M16. Selain itu ter-dapat juga tiga
tabung gas air mata, 527 butir amunisi dan tujuh buah katapel. Benda-benda ini
disimpan di dalam plafon Madrasah Ibtidayah, di Jalan Pulau Irian, Lorong
Cendrawasih nomor 15, Kelurahan Gebang Rejo, Poso.
Semua temuan tersebut diduga milik Kelompok Ber-senjata Gebang Rejo yang
terlibat baku tembak dengan polisi Senin (22/01) lalu.
Dari Madrasah Ibtidayah, polisi membawa semua sen-jata api, bom, magazine, dan
amunisi ke Markas Polres Poso. Sedangkan 39 bom yang aktif itu, langsung
dijinakkan Tim Jihandak Polres Poso.
Bahan utama 39 bom itu ada-lah black powder yang dima-sukkan ke dalam pipa
pa-ralon dan dibungkus dengan lakban warna kuning. Masing-masing bom itu juga
diisi dengan sejumlah paku dan po-tongan-potongan besi tajam.
Penemuan senjata api dan bom di lingkungan sekolah aga-ma ini adalah yang
ketiga kali sejak bentrokan antara polisi dan Kelompok Bersenjata Ge-bang Rejo,
Senin (22/01) lalu. Dua penemuan sebelumnya di Kompleks Pesantren Amanah, Poso,
berupa puluhan senjata api, puluhan bom, ribuan amunisi, serta berbagai jenis
bahan peledak lainnya.
Senjata dan bom itu diduga dibeli dari luar Poso, salah satunya didatangkan
dari Semarang, Jawa Tengah. Ka-polri Jenderal Polisi Sutanto mengatakan, para
perusuh Poso dan Palu mendapatkan dana untuk membiayai aksi-nya dengan cara
merampok. "Ada tersangka yang telah ditangkap dan menyebutkan bahwa dana itu
diperoleh dengan merampok toko emas," kata Kapolri di sela-sela rapat dengar
pendapat dengan Komisi III DPR, di Jakarta, Senin (05/02).
Namun, Sutanto tidak me-ngolaborasi aksi perampokan itu. Selama ini, Poso
memang terjadi beberapa kali kasus perampokan dengan kerugian yang cukup besar
bahkan uang Pemda Poso Rp 600 juga dirampok. Polisi menemukan indikasi
keterlibatan para tersangka yang kini ditangkap dalam aksi perampokan. Saat
rapat dengar pendapat itu, Kapolri juga membawa aneka senjata api dan senjata
tajam yang disita dari para perusuh Poso dan Palu. Barang bukti kejahatan ini
ditata berjajar di lantai tengah antar Kapolri dengan Komisi III DPR.
Secara terpisah, Bupati Poso Piet Inkiriwang kepada Ko-mentar via telepon
mengata-kan, para perusuh kerap me-rampok uang dan sepeda mo-tor milik
pemerintah, karena mereka meyakini dengan merampok milik pemerintah halal.
Pemerintah dianggap kafir. Namun dengan tertang-kapnya sejumlah DPO Poso, kata
Inkiriwang, semuanya terungkap dan kini Poso berangsur aman.
Kapolri juga menyatakan senada dan dia optimis bahwa situasi Poso akan segera
pulih setelah para perusuh yang kini menjadi buronan tertang-kap. "Sejak masa
penindakan 22 Januari 2007 lalu, situasi di Poso telah kondusif karena sudah
tidak lagi terjadi le-dakan bom di sana," katanya.
Pada bagian lain, sebanyak 23 tersangka perusuh Poso, telah dibawa ke Jakarta
hari Minggu untuk menjalani pemeriksaan lanjutan di Mabes Polri. Wakil Kepala
Di-visi Humas Polri, Brigjen Pol Anton Bachrul Alam menga-takan, para tersangka
itu ter-diri atas 17 tersangka pembu-nuhan dua warga Masamba, Sulawesi Selatan
di Desa Pongge, Kecamatan Pamona Timur, Poso, sedangkan enam tersangka lainnya
adalah orang-orang yang sudah dimasukkan ke dalam DPO (Daftar Pencarian Orang)
yang telah tertangkap oleh polisi.
Dikatakannya, 17 tersangka itu diduga membunuh Arham Badaruddin dan Wandi, dua
pedagang ikan dari Masamba, pada 23 September 2006 seki-tar pukul 23.00 WIB.
"Para tersangka ini membunuh ke-dua korban sebagai rasa solidaritas atas
eksekusi tiga terpidana mati, Fabianus Tibo, Marinus Riwu dan Do-minggus da
Silva," katanya.
Ke 17 tersangka itu adalah adalah 1. Benhard Tompon-dusu, 2. Saiful Ibrahim, 3.
Darma, 4. Edwin Poima, 5. Agus Candra, 6. Erosman Kio-ki, 7. Walsus Alpin, 8.
Satria Yudhawastu, 9. Romi Pasuru, 10. Nova Macandra, 11. Am-bang Tontou, 12.
Yonathan Tamsar,13. Dedi Dores Tem-pali, 14. Roni Pasuru, 15. Har-pri, 16.
Kenong dan 17. Ate.
Sejumlah barang bukti juga dibawa ke Jakarta yakni satu unit mobil Suzuki Carry
warna biru DD 8624 CT, satu parang, satu potong kayu sepanjang satu meter, dua
cangkul, satu gerobak, satu sarung, satu handuk dan 20 dus tempat ikan.
Mereka dijerat dengan Pasal 6, 7, & 14 UU No 15 Tahun 2003 tentang
Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan
Berencana, Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, Pasal 170 tentang Pengrusakan,
Pasal 55 dan 56 KUHP tentang Ikut Serta Dalam Kejahatan.
Anton mengatakan, berkas pemeriksaan ke 17 tersangka itu telah selesai dan akan
di-serahkan ke Kejagung sece-patnya. Mereka direncanakan akan menjalani sidang
di Jakarta, agar tidak menim-bulkan gejolak sosial masya-rakat Palu dan Poso.
"Kalau disidang di Jakarta maka masyarakat Palu dan Poso diharapkan tidak lagi
memikirkan masalah itu dan dapat beraktivitas seperti biasa," katanya.
Sedangkan, orang-orang yang di-DPO-kan yang telah tertangkap dan kini juga
dibawa ke Mabes Polri adalah Basri, Abdul Muis, Wiwin Kalahe, Tugiran, Aat dan
Ridwan. Nama Basri disebut-sebut menjadi tokoh sentral berbagai kerusuhan Poso
dan diduga terlibat 17 kali kasus kerusuhan di Palu dan Poso.
MURID AZAHARI
Sementara itu, sejumlah pelaku kekerasan di Poso ter-nyata terkait jaringan
teroris Noordin M Top dan Dr Aza-hari. 2 Orang yang masuk da-lam Daftar
Pencarian Orang (DPO) Poso pernah dilatih dan menjadi murid Dr Azahari. "UP
yang buron dan Icang yang ditembak mati pernah dilatih 2-3 bulan di Blitar oleh
Azahari," ungkap Kapolda Sulteng Brigjen Pol Badrodin Haiti di sela-sela raker
dengan Komisi III DPR di Gedung DPR, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Senin
(05/02).
Badrodin menyatakan pi-haknya masih menyelidiki apakah 2 DPO itu pernah
me-lakukan kontak dengan Noor-din M Top. Dia mengungkap-kan, terdakwa mutilasi
siswi Poso Hasanuddin ternyata pernah menyembunyikan sejumlah buronan teroris.
"Hasanuddin pernah me-nyembunyikan Dulmatin dan Umar Patek dari kasus Bom Bali
I sekitar tahun 2002," ujar Badrodin seperti dilansir detik. Hasanuddin yang
juga alumni Mindanao ini, menu-rut Badrudin, pernah pula menyembunyikan Jaja
dan Chandra, pelaku pemboman Kedubes Australia. "Kita masih belum temukan fakta
keterkaitan dia dengan Hambali," imbuh Badrodin. (ihc/rik/n
[Non-text portions of this message have been removed]
---------------------------------
Get your own web address.
Have a HUGE year through Yahoo! Small Business.
[Non-text portions of this message have been removed]
Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe : [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe : [EMAIL PROTECTED]
List owner : [EMAIL PROTECTED]
Homepage : http://proletar.8m.com/
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
mailto:[EMAIL PROTECTED]
mailto:[EMAIL PROTECTED]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/