--- In [email protected], "Sunny" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=270203
> 
> Rabu, 07 Feb 2007,
> 
> 
> 
> Mencegah Child Trafficking
> 
> 
> Oleh Bagong Suyanto 
> 
> Jumlah kasus anak yang menjadi korban trafficking sudah melampaui
batas. Di Provinsi Jawa Timur, dalam satu tahun terakhir, jumlah kasus
child trafficking dilaporkan naik 300 persen. Jika pada 2005 jumlah
kasus child trafficking hanya 28.892 kasus, pada 2006 melonjak drastis
menjadi 86.676 kasus (Jawa Pos, 24 Januari 2007). 
> 
> Dalam kenyataan, tidak mustahil jumlah kasus anak yang
diperdagangkan di Provinsi Jawa Timur lebih besar daripada hasil
pendataan Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) sebagaimana dikutip Komisi
E (Kesra) DPRD Jatim tersebut. 
> 
> Studi yang dilakukan LPPM Universitas Airlangga (2006) menemukan,
anak-anak dari keluarga miskin cenderung mudah dan rawan menjadi
korban trafficking, selain karena ketidakberdayaan, ketidakmengertian,
keterisolasian, dan kemiskinan mereka, juga karena sikap proaktif
sindikat dan calo yang dengan sengaja selalu mencari korban-korban
baru di wilayah pedesaan atau di zone-zone publik yang membingungkan
korban. 
> 
> Modus yang dikembangkan pelaku di sini, mulai dari yang paling
halus, bujuk-rayu dan berbagai jurus tipu daya. Namun, di saat yang
sama, pelaku trafficking itu juga tak segan-segan menggunakan cara
licik, membelenggu korban dengan perangkap utang, menggunakan ilmu
gendam, hingga cara yang kasar, kejam, dan tak berperikemanusiaan.
> 
> Apa yang harus kita lakukan untuk mencegah agar kasus child
trafficking itu tidak makin marak?
> 
> ***
> 
> Kalau kita mau belajar dari pengalaman, situasi problematik yang
terjadi di balik kasus perdagangan anak sesungguhnya sangat kompleks:
bukan semata-mata soal ekonomi dan imbas tekanan kemiskinan, tetapi
juga dampak masih kuatnya dominasi nilai patriarkis, masih maraknya
kebiasaan orang tua di pedesaan menikahkan anaknya dalam usia dini,
angka putus sekolah yang masih cukup tinggi, khususnya anak perempuan,
dan juga persoalan kesenjangan desa-kota yang terlampau terpolarisasi.
> 
> Terlepas apa pun faktor penyebabnya, dalam berbagai kasus
trafficking, korban biasanya bukan sekadar dirampas harta-bendanya
atau menjadi korban eksploitasi pelaku. Lebih dari itu, para korban
trafficking umumnya terampas kehidupan dan masa depannya.
> 
> Mereka juga didera berbagai penderitaan yang tak pernah terbayangkan
sebelumnya sehingga sekalipun telah berhasil lari dari dunia paksaan
yang dijalaninya itu, biasanya korban trafficking akan mengalami
perasaan trauma dan ketakutan yang mendalam. 
> 
> Kondisi-kondisi tidak menyenangkan, bahkan berbagai tindak kekerasan
yang dialami korban trafficking, biasanya sudah dimulai pada saat
perekrutan, pengiriman, penempatan kerja, dan bahkan setelah mereka
berhasil diselamatkan serta kembali pulang ke rumahnya pun bukan
berarti permasalahan sudah selesai. 
> 
> Tidak jarang, meski korban telah berhasil diselamatkan, ternyata
masyarakat justru menciptakan tembok penolakan karena ada tatapan
nanar, curiga, dan menghakimi. 
> 
> ***
> 
> Untuk mencegah agar jumlah anak yang menjadi korban trafficking
tidak makin marak, salah satu potensi yang ada di masyarakat yang
memiliki kedudukan strategis adalah keterlibatan dan dukungan pondok
pesantren serta forum pengajian. Kenapa kedua lembaga sosial-keagamaan
itu perlu dilibatkan dalam penanganan kasus trafficking?
> 
> Tak lain, karena pondok pesantren dan forum pengajian adalah bagian
dari community based organization (CBO) yang memiliki peran strategis
dalam upaya penanganan berbagai masalah sosial-kemasyarakatan. 
> 
> Sebagai CBO, pondok pesantren dan forum pengajian telah terbukti
memiliki kedekatan emosional dengan warga masyarakat di sekitarnya,
memiliki kaitan dan akar historis yang kuat dengan masyarakat lokal,
sehingga kedua lembaga sosial-keagamaan yang eksis tersebut diharapkan
dapat menjadi pintu penyelamat pertama untuk mencegah kemungkinan anak
dan perempuan terperangkap menjadi korban trafficking. 
> 
> Selain itu, baik di pondok pesantren maupun forum pengajian umumnya
selalu ada tokoh agama dan tokoh masyarakat yang disegani serta
memiliki otoritas moral untuk menjadi perpanjangan komitmen
penanganan, penyelamatan, serta pencegahan anak dan perempuan agar
tidak menjadi korban trafficking.
> 
> Memang, untuk tahap awal, barangkali tidak semua pondok pesantren
dan forum pengajian bersedia dan memiliki kepedulian untuk terlibat
dalam penanganan kasus trafficking. 
> 
> Dalam hal ini, satu hal dan modal awal yang harus dimiliki pondok
pesantren dan forum pengajian dalam upaya penanganan kasus trafficking
adalah kepekaan atau sensitivitas dan kesediaan memasukkan persoalan
trafficking dalam salah satu agenda concern mereka sehari-hari. 
> 
> Dalam rangka pencegahan, pihak pondok pesantren dan warga masyarakat
yang aktif dalam forum-forum pengajian dapat secara intensif untuk
terus mengingatkan warga masyarakat di sekitarnya agar waspada
terhadap kemungkinan terjadinya trafficking. 
> 
> Banyak kasus membuktikan bahwa tekanan kemiskinan sering menyebabkan
para orang tua kurang waspada karena berkeinginan anak-anaknya segera
mendapat pekerjaan untuk menyambung hidup. 
> 
> Dengan bersikap hati-hati dan ikut mengawasi kemungkinan terjadinya
praktik trafficking, diharapkan kasus seperti itu dapat dikurangi atau
bahkan dihilangkan. Sebab, warga masyarakat bersama-sama dengan
tokoh-tokoh masyarakat dan ulama setempat saling bekerja sama untuk
menjaga keselamatan serta kelangsungan proses tumbuh-kembang anak dan
perempuan di sekitarnya.
> Setujukah Anda? (*)
> 
> 
> Bagong Suyanto, ketua Laboratorium Sosiologi FISIP Universitas
Airlangga dan anggota Dewan Pakar Provinsi Jawa Timur
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>




Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke