Memang banyak gaya ya,dalam berdakwahNet/pidato agama di Internet, ada yang
diselingi dengan humor, ada yang main sugesti /meyakinkan dan ada juga
menghipnotis pembaca. Menurut saya cara seperti dibawah ini adalah gaya
kuno, biasa2 saja. Kurang menarik perhatian.

Ada baiknya mengajak pembaca untuk berpikir dengan logika, disertai dengan
bukti-bukti. Misalkan bukti ilmiah bagaimana mekanisme Tuhan menyurup
menjadi Manusia. Atau siapakah yang lebih berhak : Tuhan memilih dirinya
sendiri sebagai Tuhan, atau Manusia memilih manusia lain sebagai Tuhan, Atau
buktikan bahwa Pencipta itu ada. Karena dalam milis ini, kebanyakan
Atheis/Semi-Atheis(Percaya tidak percaya - seperti percaya kepada hantu
hehe..).

No Offence ya... Anggapa saja kritik yang membangun..

On 2/6/07, Rudy Prabowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Negara kita ini rasanya tiada henti2nya kena musibah, beruntun bagaikan
> berondongan peluru tajam dan terjadi hampir sepanjang tahun mulai dari Aceh
> sampai Papua, mulai dari Bali sampai Poso bomb2 pada meledak, lumpur dan
> banjir dimana-mana.................. Apakah Tuhan Menjadi Marah.........???
>
> Marilah kita mohon ampun seperti Nabi Muhammad SAW menyuruh kita minta
> ampun lebih dari 70 kali sehari !!!
>
> Rasulullah s.a.w. bersabda:
> "Hai sekalian manusia, bertaubatlah kamu kepada Allah dan Istighfarlah
> (mintalah ampun) kepada-Nya maka sungguh saya bertaubat Istighfar setiap
> hari seratus kali". – Hadis riwayat Imam Muslim di dalam Shahih Muslim,
> hadis no: 2702.
>
> Sabdanya lagi:
> "Demi Allah, sesungguhnya saya membaca Istighfar (meminta ampun)
> kepada–Nya dan bertaubat kepada Allah setiap hari lebih dari 70 kali". –
> Hadis riwayat Imam al-Bukhari di dalam Shahih al-Bukari, hadis no: 6307.
>
>
> KESELAMATAN YANG PASTI
> Ketika kita lahir, Alquran, Alkitab dan kitab kitab lain yang dianggap
> suci sudah ada, setiap kitab suci mengatakan bahwa dialah yang paling benar
> diantara kitab kitab yang ada di dunia ini, maka secara otomatis apabila
> dilahirkan dalam keluarga Islam maka anak tersebut menjadi agama Islam dan
> percaya kepada Alquran yang dianggap sebagai kebenaran yang dari Allah,
> begitu juga sebaliknya, tanpa diselidiki dulu apakah benar melalui Kitab itu
> benar-benar dapat membawa kepada keselamatan yang abadi.
> Mari kita buka hati dan menggunakan akal yang jernih apakah memang sudah
> benar agama yang dianuti oleh orang tua kita sudah benar, atau mereka
> mempunyai iman yang taklid. Tentunya kita tidak mau dikatakan iman kita
> adalah iman yang taklid bukan? Tetapi melainkan mempercayai atau beriman
> kepada sesuatu yang kita mengerti dan memahami apa yang telah diimannya,
> sehingga tahu betul apa yang akan terjadi setelah meninggalkan dunia yang
> fana ini.
> Pembawa Alquran berkata:
>
> "Aku bukanlah rasul yang pertama diantara rasul rasul dan aku tidak
> mengetahui apa yang akan diperbuat terhadapku dan tidak pula terhadapmu…" (
> QS.46 Al Ahqaaf – bukit bukit pasir – 9)
> Alkitab katakan:
> Dan keselamatan tidak ada didalam siapapun juga selain di dalam Dia (Isa
> Almasih) sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan
> kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. (Kisah Para Rasul 4 :
> 12)
> oleh karena itu Ia berkata:
> "Akulah Jalan, Kebenaran, dan Hidup tidak ada seorangpun yang datang
> kepada Bapa (Allah di surga) kalau tidak bersama sama dengan Aku" (Yahya 14:
> 6)
> Oleh karena itu setiap manusia yang dilahirkan ke dunia ini ibarat masuk
> dalam suatu antrian panjang menuju kematian. Ada yang antriannya panjang ada
> pula yang antriannya pendek. Tetapi sudah menjadi kemestian setiap yang
> bernyawa pasti mengalami kematian, setelah itu mereka harus
> mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuat selama hidup di dunia ini.
> Di depan pengadilan akhirat mereka satu persatu akan mendapat giliran untuk
> memberikan jawaban dari setiap pertanyaan yang diajukan oleh Sang Hakim. Dan
> Sang Hakimlah yang akan memisahakan domba dan kambing dan akan menentukan
> apakah orang ini mendapatkan rahmatullah atau mendapatkan laknatullah.
>
> Tiap tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami
> kamu dikembalikan. (QS. 29 Al Ankabuut - labah-labah - 57)
> Setiap manusia tentu mendambakan keselamatan yang pasti bagi jiwanya,
> karena apalah artinya seorang manusia mendapatkan segalanya di dunia ini
> tetapi jiwanya binasa. Untuk itulah manusia mencoba dengan segala daya dan
> upayanya agar mendapatkan keselamatan itu, sehingga mereka mencari
> keselamatan melalui agama, filsafat, dan berbuat baik atau beramal saleh
> yang dianggap dapat membawanya ke dalam rahmatullah itu.
> Dengan demikian mereka mengadakan selamatan selamatan di dalam setiap
> aspek kehidupan mereka, misalnya apabila hamil mereka akan mengadakan
> selamatan empat bulan, selamatan tujuh bulan dst. Ini menunjukan mereka
> mendambakan keselamatan baik dunia maupun akhirat, tetapi dengan cara
> tersebut dapatkah menjamin manusia masuk surga?
>
>
> Hai orang orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan
> yang mendekatkan diri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya supaya kamu
> mendapatkan keuntungan. (QS. 5 Al Maa-idah – hidangan -35)
> Keselamatan adalah nafas yang menghidupkan dari suatu agama, tanpa
> keselamatan agama itu tidak ada artinya.
> Dan keselamatan tidak ada didalam siapapun juga selain di dalam Dia (Isa
> Almasih) sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan
> kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. (Kis 4 : 12)
>
> ---------------------------------
> 8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time
> with theYahoo! Search movie showtime shortcut.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]



Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke