--- "S. Sujud" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Mengapa orang Islam itu tetap tegar???
> 
> Pertanyaan ini tentu mengundang banyak mata orang
> Islam untuk membelalak dan telinga orang Islam untuk
> membuka secara amat lebar.

Pandangan kalian para budak arab betul sekali karena
semua non islam yang kalian maki-maki sebagai manusia
laknat itu sudah ditutup matanya seperti alqoran
bilang:

Bahwa diberi peringatan atau tidak diberi peringatan
namun tetap saja tidak beriman (QS.2:6). Hal ini
disebabkan mereka sudah dikunci mati hati mereka, mata
mereka dan penglihatan mereka ditutup
rapat......................(QS,2:7). 

Jadi, hanya orang islam yang punya mata dan telinga.

> Islam adalah suatu ajaran yang memiliki etikat yang
> amat tinggi, jadi kalau seseorang telah mengetahui
> bahwa sesuatu itu kurang baik, orang itu tidak
> menggembar gemborkan masalah itu ke mana mana,
> karena masalah itu sungguh amat memalukan, jadi
> sungguh amat berbeda dengan orang Kristen yang sama
> sekali tidak tahu malu dan bahkan menyebar luaskan
> semua masalah ke orang lain, alias buka bukaan tanpa
> ada yang ditutup tutupi.
> 
> Seorang Islam itu sudah dari awalnya mendapat target
> untuk menyelesaikan rukun Islam, terutama rukun ke
> lima yaitu untuk ke Mekkah dan bersembahyang di
> depan Kaabah, dan disitupun tidak sembarang orang
> Islam yang boleh melakukan rukun ke lima itu, kalau
> memang orang itu belum terpanggil oleh Alloh dan
> belum memiliki dana yang banyak agar masalah itu
> bisa terlaksana.
> 
> Beberapa orang Islam yang sudah memenuhi panggilan
> itu dan sudah memiliki banyak dana, tentunya rukun
> ke lima itu adalah suatu kewajiban untuk
> dilaksanakan, dan setelah mereka benar benar
> melakukan rukun ke lima itu, apakah yang mereka
> dapatkan?
> 
> Tentu gelar Haji atau Hajjah itulah yang mereka
> sandang, dan apa yang sebenarnya terjadi ketika naik
> haji itu??? Nah inilah rahasia yang tidak boleh
> diutarakan kepada semua orang, itu harus tahu
> sendiri.
> 
> Mengapa sih tidak boleh diceritakan kepada orang
> lain? Pertanyaan itu sering terdengar oleh semua
> Haji atau Hajjah dalam menguji keimanannya, karena
> kalau mereka menceritakan kebenaran dari kejadian
> yang ada, tentunya imannya akan rontok secara
> mendadak, dan Alloh bisa marah kepada mereka, jadi
> walaupun diapa apakan sekalipun, mereka tidak akan
> mau menceritakan hal sebenarnya yang terjadi di
> Mekah.
> 
> Jadi semua orang Islam itu dibuat hanya memiliki
> satu jurusan saja, entah sampai atau tidak sampai,
> itu urusan masing masing orang Islam itu, kalau
> mereka terpaksa meninggal dunia di Mekah, katanya
> mereka itu langsung masuk ke Syurga, dan bisa
> dimakamkan di Mekah walaupun tanpa batu nisan
> sekalipun. Alhamdullilah.
> 
> Tetapi dari keampuhan Internet, maka suka atau tidak
> suka, terpaksa internet yang menceritakan kejadian
> sesungguhnya di Mekah itu. Apalagi ketika para
> Jemaat Haji Indonesia yang kali ini ke Mekah tidak
> diberi makan selama tiga hari dan banyak yang mati
> karena kedinginan.
> 
> Ini ada cerita dari teman karib saya yang dari
> Lampung Utara, dia itu dulunya adalah seorang Tenaga
> Kerja Indonesia dengan gaji sekitar Rp.
> 10.000.000,-- per bulan, jadi dia tentu memiliki
> angan angan untuk menunaikan tugas akhir sebagai
> orang Islam, jadi bukan menjadi orang yang pura pura
> jadi Islam, maka dari itu dia kembali ke Indonesia
> walaupun dia harus meninggalkan calon isterinya,
> ternyata setelah tiba di Indonesia, ibunya sudah
> menyediakan perempuan lain sebagai calon isterinya,
> jadi mau tidak mau dia harus tunduk kepada ibunya,
> dan sebagai tekad akhirnya, dia ingin membuat ibunya
> itu berbahagia, yaitu mengangkat ibunya untuk naik
> Haji bersama sama dia, dan dia bersedia membiayai
> semuanya.
> 
> Semua rencana dan dana telah dipersiapkan secara
> matang, jadi hasilnya tentu 100 % sukses dan
> alhamdullilah teman saya ini dan ibunya bisa
> berangkat ke Mekah. Tetapi apa yang terjadi di
> Mekah? Nah inilah yang sebenarnya tidak boleh
> diceritakan, tetapi kenyataannya memang begitu.
> Teman saya ini kehilangan ibunya di Mekah, dan dia
> itu selain menjadi kurus kering juga sedihnya bukan
> main, karena semua yang dikerjakan itu adalah sia
> sia belaka, seperti melempar garam di lautan saja.
> 
> Saya tidak tega untuk menceritakan hal ini secara
> mendetail, karena hal itu adalah melanggar etika
> Islam, jadi saya hanya bisa menyarankan saja, kalau
> memang bisa, lebih baik jangan melakukan seperti
> yang telah dilakukan oleh teman saya itu, walaupun
> semuanya telah tersedia dan telah dipersiapkan
> secara rinci dan baik. Semua itu bukan menghasilkan
> kebahagiaan, tetapi menghasilkan malapetaka yang
> amat dahsyat.
> 
> Wassalamualaikum Wr.Wb.
> 
> Ny. Muslim binti Mustikawati  
> 
> 
> nabi muhammad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:  Pemerintah
> indonesia atau orang indonesia yang sudah
> menjadi budak arab itu sangat mudah diobok-obok
> dengan
> sentimen agama islam. 
> 
> Mentalitas budak tetap tinggal dalam pikiran mereka
> ketika orang-orang sudah tidak lagi mementingkan
> agama
> hidup dalam zaman sekarang.
> 
> Dasar budak arab yang dungu-dungu!
> 
> 
> --- Hafsah Salim wrote:
> 
> > Jerusalem Syah Wilayah Israel Tak Perlu Diganggu
> > Gugat !
> > 
> > Menlu RI itu kurang kerjaan ya??? Untuk apa
> > memprotes Israel yang
> > sedang memperbaiki bangunan bekas mesjid Al-Aqsha
> > ini??? Itu khan
> > urusan pemilik negara yang berkewajiban
> memperbaiki,
> > memelihara dan
> > mengembangkannya. Sama halnya dengan Borobudur,
> > meskipun pemerintah
> > RI berniat membongkar patung2nya, tak ada yang
> > memprotesnya, bahkan
> > urusan Borobudur itulah yang harus diperhatikan
> > karena dalam
> > pemugarannya justru pemerintah RI meminta dana
> dari
> > Internasional
> > 
> > Lain halnya dengan AlAqsha, dananya khan
> ditanggung
> > negara Israel
> > sendiri maka hak apa yang bisa membenarkan RI itu
> > protes2 urusan dalam
> > negeri Israel ???
> > 
> > Lucunya, menlu itu mengancam bahwa perdamaian akan
> > terganggu kalo
> > diteruskan, padahal, andaikatapun distop, jangan
> > harap Islam dan
> > orang2 Arab itu mau berdamai. Yang membuat Israel
> > bisa damai bukan
> > orang Islam atau orang Arab melainkan angkatan
> > perang Israel yang maha
> > kuat inilah yang mampu memelihara perdamaian
> > diwilayah Timur Tengah
> > tsb. Bayangkan saja, tempo hari Hesbollah
> menyerang
> > dengan roket,
> > akibatnya yang hancur kita sama2 tahu. Sebagai
> > hiburan, Hesbollah
> > menyatakan menang perang, dan di iyakan saja
> > kemenengan itu oleh
> > Israel, tapi meskipun mengaku menang, tetap saja
> > orang2 Hesbollah itu
> > di-kejar2 tentara Israel dan lari ketakutan.
> > 
> > Demikianlah, besar harapanku, umat Islam tak usah
> > takabur tanah orang
> > lain diakui, pemiliknya mau dijagal semuanya. Yang
> > benar aja bang,
> > jiwa orang2 Arab yang biadab janganlah ditiru
> > meskipun hal itu
> > diajarkan lewat AlQuran tapi kita sebagai umat
> Islam
> > Indonesia
> > haruslah memiliki model Islam yang berbeda karena
> > kita orang Indonesia
> > jauh lebih beradab dari mereka orang2 Arab.
> Dizaman
> > kehidupan
> > jahiliah yang berantakan dulu, di Jawa sudah ada
> > kerajaan2 besar yang
> > jauh lebih maju daripada di Arab sana.
> > 
> > Sewajarnya kita sebagai orang Indonesia mengutuk
> > sikap tak tahu malu
> > menlu Wirayuda ini. Andaikata Israel berniat
> > menghancurkan mesjid
> > AlAqhsa itupun tetap saja merupakan haknya kenapa
> > tidak boleh??? 
> > Mereka bukan beragama Islam kenapa harus memiliki
> > mesjid??? Justru
> > kita orang2 Indonesia inilah yang seharusnya
> > berkewajiban melindungi
> > mesjid2 Ahmadiah yang dibakari. Mesjid Ahmadiah
> > dibakari tidak ada
> > yang protes, tapi urusan Israel yang mau memugar
> > mesjid AlAqhsa malah
> 
=== message truncated ===



 
____________________________________________________________________________________
Never Miss an Email
Stay connected with Yahoo! Mail on your mobile.  Get started!
http://mobile.yahoo.com/services?promote=mail


Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke