ini kayak promosi obat koyok cap cabe saja.
bukan kuantitas, tapi kualitas.

si jasad.

--- In [email protected], "tawangalun" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> Jerman Bertabur Mualaf
> 
> 
> Angst-Ridden German Mencari Jawaban dan Menemukannya di dalam Quran."
> Demikian judul besar di Del Spiegel, harian terkemuka di Jerman, 
> edisi 18
> Januari 2007. Penulisnya, Lutz Ackermann, mengawalinya dengan 
> mengisahkan
> pria perlente bernama Kai Luhr.
> 
> 
> Dengan bercelana jins dan jaket abu-abu bermerek, pria berwajah 
> bersih
> tanpa kumis dan janggut ini memasuki gerbang Masjid Berlin. Ackermann
> mengira dia menuliskannya dengan kalimat "publik Jerman pasti 
> menduga" Luhr
> adalah utusan pihak gereja untuk hadir dalam dialog lintas agama 
> yang kerap
> digelar di masjid itu.
> 
> 
> Tapi, ups, dia salah. Luhr bergegas menanggalkan jaketnya, dan 
> mengambil
> air wudlu. Dia merapatkan diri dengan barisan shalat -- di 
> sebelahnya pria
> bertampang Timur Tengah dengan janggut dan jubah putihnya.
> 
> 
> Dalam catatan Ackermann, Luhr melakukan 33 gerakan dalam ibadahnya 
> hari
> itu. "Bahasa Arabnya sangat fasih ketika memanjatkan doa," tulisnya. 
> Ia
> hanya mengucap satu kalimat dalam bahasa Jerman, "Allah mendengar 
> siapa
> yang memohon pada-Nya, kabulkan doaku ya Tuhanku."
> 
> 
> Kai Luhr adalah seorang dokter. Ia dan istrinya menjadi Muslim sejak 
> dua
> setengah tahun lalu. Seiring dengan pernyataan syahadatnya, ia 
> mengganti
> namanya menjadi Kai Ali Rashid dan istrinya menjadi Katrin Aisha L?
> hr.
> 
> 
> Lelaki 43 tahun ini biasa mengikuti aktivitas keagamaan di sebuah 
> masjid di
> Frechen, dekat Cologne. Di situ pula ia mengikrarkan Islam sebagai 
> agama
> barunya. Bersama dengannya, seorang mantan petinju nasional Jerman 
> dan
> seorang insinyur juga turut bersyahadat.
> 
> 
> Saat dikuntit Del Spiegel, Luhr usai menunaikan shalat Jumat dan 
> shalat
> sunah lain sebelumnya. "Anda akan menjumpai banyak Muslim kelahiran 
> Jerman
> di beberapa masjid di Berlin pada hari ini," ujar Luhr.
> 
> 
> Luhr besar dalam tradisi Kristen yang ketat. Namun ia beruntung, 
> keluarga
> yang membaptisnya saat dia kanak-kanak itu adalah keluarga yang 
> demokratis.
> "Tak ada masalah saya memeluk agama ini," ujarnya.
> 
> 
> Baginya, Islam adalah agama yang benar-benar baru. Ketika kecil 
> hingga
> remaja, ia yang besar di lingkungan kelas menengah di Berlin, 
> mengaku tidak
> pernah mengenal atau bahkan mendengar ada agama bernama Islam.
> 
> 
> Persinggungan pertamanya dengan Islam adalah saat ia masuk 
> universitas
> untuk belajar ilmu kedokteran. Beberapa rekan kuliahnya adalah 
> Muslim.
> Namun saat itu ia belum tergerak mempelajari Islam.
> 
> 
> Usai kuliah, ia membuka praktik sambil mengambil spesialisasi 
> pengobatan
> naturopatik di universitas yang sama. Saat penghasilannya mulai 
> bagus, ia
> menikahi pacarnya, Katrin, seorang penari profesional.
> 
> 
> Hingga suatu hari, kedua pasangan ini mengalami kegelisahan dalam 
> hidupnya.
> Kejadian bermula saat suatu hari datang pasien dalam kondisi kritis 
> ke
> ruang praktiknya, akibat terjatuh saat pemancangan sebuah 
> pilar. "Tiba-tiba
> ada kekosongan dan keputusasaan dalam hidup kami," ujarnya.
> 
> 
> Ia dan istrinya memutuskan untuk kembali menekuni agama yang telah 
> lama
> ditinggalkannya, Kristen. Bahkan, pasangan ini pun mempelajari 
> Buddhisme
> dan ajaran Dalai Lama. Tapi ia tak kunjung menemukan jawaban
> kegelisahannya.
> 
> 
> Ingin tampil beda
> 
> 
> Menurut laporan Ackermann, proses penjalanan batin seorang Mualaf di 
> Jerman
> umumnya sama; mereka adalah penganut Kristen, yang menemukan 
> kebingungan
> tentang ajaran agamanya. Setelah mencari di banyak keyakinan, hati 
> mereka
> tertambat pada Islam.
> 
> 
> "Memang ada beberapa ajaran yang membuat penganutnya malah jadi ragu 
> dengan
> kebenaran ajaran itu," ujar Mohammed Herzog, imam di Masjid Berlin 
> yang
> sebelumnya adalah seorang pendeta. Ia sendiri pernah mengalami 
> kebuntuan
> pemikiran, sampai akhirnya menemukan Islam tahun 1979.
> 
> 
> Ia mengakui, jumlah mualaf di Jerman kini berlipat. Satu dasawarsa 
> lalu,
> jumlah mualaf baru di Masjid Berlin paling hanya 10 orang 
> pertahun. "Kini
> jumlahnya lebih dari dua kali lipatnya," ujar Herzog. Sebagian 
> penganut
> baru Islam adalah orang-orang seperti Luhr, dan sebagian lagi adalah 
> ateis.
> 
> 
> Sebuah kajian mengenai kehidupan Muslim di Jerman menunjukkan 
> fenomena
> pindah agama di kalangan masyakarat kelas menengah Jerman yang 
> angkanya
> cukup mencengangkan. Kendati media "rajin" memberitakan tentang 
> terorisme
> yang dikaitkan dengan Islam, kekerasan dalam rumah tangga Muslim, 
> dan bom
> bunuh diri, namun sedikitnya 4.000 warga negara Jerman menjadi Muslim
> antara bulan Juli 2004 hingga Juni 2005, saat penelitian dilakukan.
> 
> 
> Penelitian yang didanai Kementerian Dalam Negeri Jerman ini menyebut,
> jumlah mualaf meningkat empat kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
> "Justru di saat kebencian di Barat terhadap Islam makin memuncak," 
> tulis
> laporan itu.
> 
> 
> Mereka berislam atas kesadaran sendiri, dan sebagian besar mualaf 
> adalah
> dari kalangan terpelajar. "Bila tiga tahun lalu kebanyakan converter 
> adalah
> wanita yang berpindah agama karena pernikahan, maka sekarang banyak 
> juga
> kaum pria dari kalangan kelas menengah Jerman yang beralih menjadi 
> Muslim"
> tulis laporan itu.
> 
> 
> Hasil penelitian ini tak jauh berbeda dengan penelitian sebelumnya 
> yang
> dilakukan Monika Wohlrab-Sahr, seorang sosiolog agama. Bedanya, dia 
> tak
> hanya memotret fenomena ini di Jerman, tetapi juga Amerika Serikat. 
> Di dua
> negara ini, Islam tumbuh dengan pesat justru setelah Tragedi 11 
> September.
> 
> 
> Menurut pengamatan Wohlrab Sahr, para mualaf sebelum berislam umumnya
> mengalami "krisis personal" dan menemukan kedamaian justru dalam 
> Islam,
> agama yang dicap banyak orang sebagai agama teroris. Motifasi lainnya
> adalah pencarian agama yang lebih "pas" buat dirinya. "Dia ingin 
> beda dari
> yang lain," ujarnya.
> 
> 
> Dalam opini Wohlrab-Sahr, meski Kristen juga menawarkan kedamaian 
> batin,
> namun Islam lebih menarik sebagai jalan keluar dari keruwetan hidup. 
> Hal
> ini ditunjang dengan media yang terus-menerus memperdebatkan tentang
> Muslim. "Islam menjadi makin menarik sebagai sebuah genuine 
> alternative
> tambah Wohlrab-Sahr.
> 
> 
> Namun, alasan seseorang berislam tentu berbeda-beda, meski Wohlrab-
> Sahr
> bilang mirip. Salim Abdullah ia menolak menyebutkan nama aslinya 
> menyatakan
> tertarik pada Islam karena ajaran ini paling jelas merinci tuntunan 
> hidup
> bagi umatnya. Sedangkan Luhr yang selalu membawa sajadah di mobil 
> Alfa
> Romeo GT terbarunya menyatakan, "Meski Islam dinilai mundur dari 
> peradaban
> Barat, namun ajarannya tetap relevan hingga saat ini."
> 
> 
> Bagaimana para Mualaf menyesuaikan diri dengan lingkungannya setelah
> menjadi Muslim? Dalam banyak hal, tak perlu disangkal, pasti terjadi
> benturan. Islam mempunyai banyak aturan yang bertentangan dengan 
> budaya
> Barat. Sebut misalnya dalam penyikapan terhadap alkohol, seks bebas, 
> dan
> ibadah yang dalam sehari sampai lima kali jumlahnya.
> 
> 
> Namun Wohlrab-Sahr menyatakan tidak ada kendala yang 
> berarti. "Tergantung
> bagaimana cara mereka menafsirkan ayat-ayat Alquran," ujarnya. 
> Menurut dia,
> para mualaf ini tidak menunjukkan "kerepotan" harus beribadah lima 
> kali
> sehari.
> 
> 
> Beda dengan persepsinya bahwa busana untuk beribadah umat Islam 
> sangat
> "ruwet" ia justru menemukan pada mualaf dengan gampang beribadah 
> dengan
> memakai celana jins atau busana yang biasa mereka kenakan sehari-
> hari.
> "Bagi wanita, mereka hanya perlu menambahkannya dengan kaus kaki 
> saja,"
> ujarnya. Ia justru menyebut, Muslim yang dari lahir sudah berislam 
> justru
> lebih liberal.
> 
> 
> Di akhir laporannya, Ackmenn memotret fenomena seperti yang 
> diceritakan
> Wohlrab-Sahr:
> 
> 
> Suatu siang di sebuah kantor pengacara di Hamburg. Nils Bergner, pria
> berusia 36 tahun, menjaga shalatnya sebanyak lima waktu, kendati 
> kesibukan
> kantor menyita waktunya. Di kantor itu, Bergner satu ruangan dengan
> rekannya, seorang Muslim asal Turki bernama Ali Ozkan. Mereka kerap 
> pergi
> shalat Jumat ke masjid terdekat, namun di luar hari Jumat, Bergner 
> lebih
> sering shalat seorang diri. "Urusan pekerjaan selalu menyita waktu 
> saya,"
> ujar Ozkan, "Shalat pertama pukul 06.00, ...itu terlalu pagi bukan?
> 
> 
> Cerita Ackmenn tak berhenti sampai di sini. Malam harinya, ia 
> mengundang
> dua nara sumber Muslimnya itu untuk makan malam di sebuah rumah 
> makan.
> Bergner menolak rumah makan pertama karena "menyajikan terlalu 
> banyak bahan
> haram."
> 
> 
> Akhirnya mereka sepakat di sebuah rumah makan mentereng di pusat kota
> Berlin. Makanan utama telah habis dilahap, kemudian pelayan datang 
> membawa
> desert berupa tiramisu. Bergner menolak. Alasannya, "Terima kasih. 
> Dalam
> resepnya, memakai alkohol." Ozkan mulai tak sabar dengan ulah 
> sahabatnya.
> "Ayolah, jangan terlalu serius," ujarnya sambil mengigit cake 
> itu, "Makan
> saja, tidak apa-apa. Alkohol hanya digunakan sebagai aroma."
> 
> 
> Bergner mendelik. Dia tetap membiarkan tiramisunya tak tersentuh, 
> sampai
> mereka keluar dari rumah makan itu... n tri/del spiegel
> 
> 
> Shalom,
> Tawangalun.
>




------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/4It09A/fOaOAA/yQLSAA/uTGrlB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

Post message: [EMAIL PROTECTED]
Subscribe   :  [EMAIL PROTECTED]
Unsubscribe :  [EMAIL PROTECTED]
List owner  :  [EMAIL PROTECTED]
Homepage    :  http://proletar.8m.com/ 
Yahoo! Groups - Join or create groups, clubs, forums &amp; communities. Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/proletar/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups - Join or create groups, clubs, forums &amp; 
communities. is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke